Thomas Djamaluddin : Saatnya Merenungi Hikmah Fenomena Gerhana Matahari

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Yunus : 5)

Jamaah Rahimakumullah,

alquran muasir

Bayangkan suasana suatu pagi di Madinah ketika Rasullah memakamkan putra beliau, Ibrahim, yang wafat pagi itu. Suasananya mirip pagi ini. Di langit Timur terlihat matahari tidak sempurna bulatnya. Bagian atasnya tampak menghitam yang makin lama hampir menghilangkan seluruh bundaran matahari. Orang-orang ketakutan.

Di dalam hadits Abû Burdah dari Abû Mûsâ Radhiyallâhu ‘anhu, dikisahkan peristiwa gerhana di Madinah:
Ketika terjadi gerhana matahari, Nabi SAW langsung berdiri terkejut dan merasa ketakutan kiamat akan datang. Beliau pergi ke masjid dan melakukan sholat yang panjang berdiri, ruku’, dan sujudnya. Setelah itu Nabi bersabda, “Gerhana ini adalah tanda-tanda dari Allah, bukan disebabkan karena kematian atau kelahiran seseorang. Namun, gerhana ini terjadi supaya Allah menakuti hamba-hamba-Nya. Apabila kalian melihat sesuatu dari gerhana, maka takutlah dan bersegeralah berdzikir kepada Allah, berdoa, dan memohon ampunan-Nya.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Rasullah SAW mengajarkan tauhid, tidak mengaitkan fenomena gerhana dengan mitos. Gerhana bukan karena kematian atau kelahiran seseorang. Bukan pula karena matahari dimakan raksasa atau makhluk yang tak masuk akal. Tetapi gerhana adalah tanda-tanda kekuasaan Allah. Allahlah yang menciptakan matahari dan bulan sebagai tanda-tanda kekuasaan-Nya. Belakangan diketahui bahwa gerhana matahari adalah bagian dari keteraturan sistem matahari-bulan-bumi.

kalender

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Yunus:5).

Ya, gerhana hanyalah salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah. Dengan sains, kita bisa lebih banyak mempelajari ayat-ayat-Nya di alam ini. Gerhana memberi banyak bukti bahwa alam ini ada yang mengaturnya. Allah yang mengatur peredaran benda-benda langit sedemikian teraturnya sehingga keteraturan tersebut bisa diformulasikan untuk prakiraan.

Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya) dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. (Q.S. Ibrahim: 33)

Matahari dan bulan beredar pada orbitnya masing-masing, bagaimana bisa menyebabkan gerhana? Pada awalnya orang-orang menganggap bumi diam, bulan dan matahari yang mengitari bumi dalam konsep geosentris. Kemudian berkembang pemahaman matahari yang diam sebagai pusat alam semesta, benda-benda langit yang mengitarinya, dalam konsep heliosentris. Bulan dan matahari juga dianggap punya cahayanya masing-masing. Tetapi Al-Qur’an memberi isyarat, bahwa walau terlihat sama bercahaya, sesungguhnya bulan dan matahari berbeda sifat cahayanya dan gerakannya.

Jamaah Rahimakumulah,

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (Q.S. Ali Imran: 190-191).

Hanya ulil albaab (orang-orang yang berfikir dengan iman) yang mau merenungi makna gerhana dan mengambil hikmahnya. Gerhana kadang tampak menakutkan. Secara perlahan matahari menjadi gelap sebagian, lalu selama beberapa saat matahari berada pada fase gelap total, dan kemudian secara perlahan matahari kembali pada wujudnya yang cemerlang. Semestinya gerhana bisa menjadi bagian untuk direnungkan hakikatnya dan rahasia di balik fenomena langka tersebut.

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam, Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk pelepah yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang, dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (Q.S. Yaasiin: 37-40).

Walau tampak matahari dan bulan berjalan pada jalur yang sama, tidak mungkin keduanya bertabrakan atau saling mendekat secara fisik, karena orbitnya memang berbeda. Perjumpaan bulan dan matahari saat gerhana matahari hanyalah ketampakannya, ketika matahari tampak terhalang oleh bulan yang berada di antara matahari dan bumi. Gerhana matahari telah menjadi bagian perkembangan ilmu hisab untuk memprakirakan peredaran bulan, sehingga awal bulan qamariyah kini bisa dihitung makin akurat.

Gerak harian bulan dan matahari, terbit di Timur dan terbenam di Barat, hanya merupakan gerak semu. Karena sesungguhnya bumilah yang bergerak. Bumi berputar pada porosnya sekali dalam sehari sehingga siang dan malam silih berganti dan benda-benda langit pun tampak terbit dan terbenam, seperti halnya bulan dan matahari. Sesungguhnya gerak yang terjadi bukan hanya bumi yang berputar pada porosnya, tetapi juga bulan dan matahari beredar pada orbitnya. Bulan mengorbit bumi, sementara bumi mengorbit matahari, dan matahari pun tidak diam, tetapi bergerak juga mengorbit pusat galaksi.

Gerhana matahari total telah dijadikan alat penelitian fisika matahari sehingga kini kita mengenal lebih baik lagi tentang hakikat matahari sebagai bintang yang menghasilkan energinya sendiri, di dalam Al-Qur’an disebut “Dhiya” (bersinar) yang berbeda sifat dari bulan yang disebut “Nuura” (bercahaya). Gerhana matahari total juga telah menjadi bagian dari pembuktian fisika modern yang menyatakan bahwa benda bermassa besar, seperti matahari, bisa membelokkan cahaya. Itu terlihat dengan bergesernya posisi bintang di dekat matahari saat gerhana matahari total, dibandingkan dengan posisi sebenarnya.

Jamaah Rahimakumulah,

Sains menjelaskan fenomena yang sesungguhnya. Sains menghilangkan mitos dan meneguhkan keyakinan akan kekuasaan Allah. Gerhana kita ambil hikmahnya, bahwa Allah menunjukkan kebesaran-Nya dan kekuasaan-Nya dengan fenomena itu. Keteraturan yang luar biasa yang Allah ciptakan memungkinkan manusia menghitung peredaran bulan untuk digunakan dalam perhitungan waktu dan digunakan untuk memprakirakan gerhana. Mari kita buktikan bahwa sebentar lagi matahari akan tertutup sempurna oleh bulan. Proses gerhana matahari total akan berlangung singkat, namun ketampakan korona sungguh mengagumkan. Subhanallah. Korona tak pernah tampak karena kalah oleh cahaya matahari yang sangat kuat. Namun ketika, matahari tertutup bulan, korona menampakkan dirinya.

Ketika kita menyaksikan kebenaran prakiraan sains, bukan kebanggaan intelektual yang kita tunjukkan melainkan ungkapan:
Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau (dari segala kekurangan), maka (ampunilah segala kesalahan penjelajahan intelektual kami) danpeliharalah Kami dari siksa neraka.

Jamaah Rahimakumulah,

Setelah kita melaksanakan shalat gerhana dan merenungi hikmah di balik itu, marilah kita akhiri khutbah ini dengan mohon ampunan dan mohon kekuatan untuk menjejaki kehidupan kita selanjutnya.

Penulis :  Prof.  Thomas Djamaluddin.  Professor Riset Astronomi Astrofisika, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

[SUMBER : Inti sari bahan khutbah shalat gerhana matahari total di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, 9 Maret 2016 –Naskah bahasa Arab tidak dituliskan).

Editor Bahasa: Desi

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah