Presiden Jokowi Serukan Boikot Produk Israel

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerSilakan Share

 

Presiden Joko Widodo resmi menutup Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (KTT LB OKI) ke-5 di Jakarta, Senin (7/3/2016). Dalam pidatonya, Jokowi mengingatkan agar negara-negara Islam senantiasa bersatu untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina. Presiden Jokowi ingin agar negara Islam peserta OKI juga memberikan dukungan untuk dilaksanakannya konferensi perdamaian internasional. Selain meminta dukungan masyarakat internasional untuk melarang masuknya produk Israel yang diproduksi di tanah pendudukan.

“Penguatan tekanan kepada Israel termasuk boikot terhadap produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan. Seluruh negara menyatakan kembali komitmen untuk melindungi al-Quds al-Sharif, antara lain dengan bantuan finansial bagi al-Quds,” tutur Jokowi dalam jumpa pers usai penutupan KTT LB OKI di JCC, Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari detik.

Jokowi mengatakan, negara-negara OKI mengutuk keras penjajahan Israel atas Palestina. Penjajahan harus segera diakhiri dan kemerdekaan Palestina sepenuhnya harus diwujudkan. Jokowi menuturkan, Palestina merupakan satu-satunya negara anggota Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 yang hingga kini belum benar-benar merdeka. Meski dinyatakan merdeka pada 1988, namun nyatanya wilayah Palestina masih diduduki Israel dan belum juga menjadi anggota PBB.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi juga mengemukakan bahawa melalui KTT ini, sejarah akan mencatat bahwa para pemimpin dunia Islam telah mengirimkan pesan kuat kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik di Palestina. Untuk itu, terdapat urgensi bagi OKI untuk meningkatkan dukungan terhadap Palestina, melalui sejumlah langkah-langkah konkret, yaitu :

  • Penguatan dukungan politis untuk hidupkan kembali proses perdamaian. Peninjauan kembali Quartet, dengan kemungkinan penambahan anggotanya. Indonesia siap untuk berpartisipasi dan mendukung mekanisme ini.
  • Penguatan tekanan kepada Israel, termasuk boikot terhadap produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan.
  • Peningkatan tekanan pada DK PBB untuk memberikan perlindungan internasional bagi Palestina, dan penetapan batas waktu pengakhiran pendudukan Israel.
  • Penolakan tegas atas pembatasan akses beribadah ke Masjid Al-Aqsa serta tindakan Israel mengubah status-quo dan demografi Al-Quds Al-Sharif. [Berbagai sumber ]

 

Red: Iman

Editor: Candra

Editor Bahasa: Desi