Lelah Dibilang Tak Melayani Suami dengan Baik

wanita

Suami saya sering bilang bahwa saya tidak melayani dia dengan baik. Padahal, saya sudah berusaha sebaik mungkin, bahkan ketika suami pergi keluar kota saya ikut menemani sampai anak-anak dititipkan ke saudara. Tetapi, pengorbanan saya tidak dihargai. Meminta bantuan (untuk menyadarkan suami) kepada kakak saya sudah pernah, tapi hasilnya percuma, suami tetap seperti itu. Saya kadang merasa lelah, mohon pencerahannya.

 

Ada dua solusi. Pertama adalah bersabar dan tidak menaruh ekspektasi tinggi terhadap suami. Karena, sering kali bila kita terlalu berharap pada manusia dan yang kita temui adalah kekecewaan. Oleh karena itu, kita tidak boleh menyimpan pengharapan berlebih pada pasangan. Jika kita menggantungkan harapan kepada pasangan sampai 100%, tentu itu tidak baik. Karena, pasangan kita adalah manusia biasa sama seperti kita yang tidak luput dari dosa dan kesalahan.

alquran muasir

Jalani saja rumah tangga dengan penuh kesabaran, karena usaha kita dalam bersabar bukan tiada arti. Bersabar memiliki nilai dan kedudukan yang sangat tinggi dalam agama. Gantungkanlah harapan kita kepada Allah Swt. semata. Anggap saja hal yang sedang ibu alami saat ini sebagai bagian dari proses pendewasaan diri. Bila kita menyerahkan segala urusan pada Allah dengan bersabar, insya Allah seberat apa pun masalahnya, akan dapat kita hadapi dengan perasaan yang enak.

Allah Swt. berfirman, “...Bergaullah dengan mereka menurut cara yang pantas. Jika kamu tidak menyukai mereka, bersabarlah karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 19)

Kedua, bila ternyata perkataan suami Anda selalu menyakiti hati, apalagi sampai menjatuhkan harga diri, maka dia sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) secara psikis. Karena, KDRT itu ada dua jenis; fisik dan psikis. Dalam bentuk fisik, tentu kita semua sudah tahu contohnya. Tetapi, sebenarnya ada satu bentuk kekerasan lain yang sifatnya psikologis. Melukai perasaan orang lain adalah salah satu contoh termudahnya. Melukai perasaan pasangan juga termasuk kekerasan.

kalender

Padahal, Rasul Saw. menganjurkan kita untuk saling menyenangkan hati pasangan. Bahkan, dalam sebuah hadis membolehkan seorang suami berbohong kepada istrinya dengan niat untuk menyenangkan hati. Tentu saja, kebohongan yang dimaksud di sini adalah yang dapat ditoleransi dan tidak berlebihan.

Bila suami sudah pernah melukai hati, apalagi sering melakukannya, tentu ini berdampak buruk pada hubungan jangka panjang pernikahan. Misalkan pada kasus penanya, bila suami dirasa sudah berlebihan dan secara terang-terangan menjatuhkan harga diri, tentu Anda perlu protes. Salah satunya adalah dengan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Meskipun perceraian adalah perbuatan yang dibenci, tapi dalam kasus tertentu perceraian merupakan langkah terbaik. Karena, Allah Swt. telah memerintahkan dalam Al-Qur’an bahwa wajib hukumnya kita memerlakukan pasangan dengan baik. Bila ternyata suami memperlakukan Anda dengan buruk, berarti dia telah melakukan hal yang diharamkan dan hal tersebut sudah cukup untuk dijadikan alasan Anda menggugat cerai.

Rasulullah Saw. Bersabda, “Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.” (H.R. Muslim)

Tentu saja, tentu saja hal ini harus dipikirkan dalam-dalam, direnungkan, dan didiskusikan secara baik-baik. Dan, jangan lupa untuk melihat sisi baik dan buruk dalam sebuah keputusan. Ingat, setiap keputusan yang kita ambil memiliki konsekuensi. Wallahu a’lam.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment