Hati-hati, Jamu atau Obat Herbal pun Bisa jadi Haram

herbal, jamu

Bagi sahabat yang sering mengonsumsi jamu atau obat-obatan herbal sebaiknya lebih berhati-hati. Bisa jadi, obat yang sahabat minum mengandung bahan baku yang tidak halal sehingga hukumnya menjadi haram.

Wakil Direktur Lembaga Penelitian dan Pengkajian Obat dan Makanan (LPPOM)  Majelis Ulama Indonesia, Ir. Muti Arintawati, M.Si. menyatakan bahwa  obat herbal mungkin saja dianggap sudah pasti halal karena bahannya diklaim dari tumbuhan. Namun, sebenarnya kehalalan jamu herbal tetap harus diteliti.

alquran muasir

Ia menegaskan, saat ini ada juga beredar jamu atau obat herbal yang menggunakan campuran dari bahan hewani. Seperti penggunaan bahan yang bersumber dari organ binatang buas. Hal tersebut membuat status kehalalan obat jadi diragukan. Bahkan menjadi haram dikonsumsi muslim.

Muti mencontohkan jamu herbal dari China yang banyak dipakai pasien setelah operasi besar. Misalnya selepas operasi caesar atau usus buntu. Banyak yang menyebut konsumsi jamu-obat tradisional China itu bisa membantu percepat pemulihan luka. Khasiat tersebut membuat orang tertarik mengonsumsinya, termasuk oleh Muslim.

“Namun, setelah ingredientsnya atau kandungan bahannya dibaca dengan teliti, ternyata, jamu atau obat yang disebut herbal itu mengandung bahan hewani juga. Diantaranya adalah darah ular,” ucap Muti Arintawati, seperti dilansir dari halalmui.org (26/02).

kalender

Padahal, darah secara umum dilarang konsumsinya bagi muslim. Walau dalam bentuk obat sekalipun.  Apalagi darah dari ular yang jelas diharamkan dalam Islam.

Terdapat pula bahan jamu atau obat herbal, terutama tradisional China, memakai bahan tambahan hewani. Seperti tangkur buaya, kuku macan, hati beruang, dan sebagainya. Oleh karena itu, jamu herbal perlu diteliti dengan proses sertifikasi halal. Supaya yakin bahwa semua kandungan bahan dan proses produksi sudah halal sesuai kaidah syariah.

Bahan-bahan obat herbal pun ada yang dimasukkan dalam cangkang kapsul.  Bahan cangkang kapsul  ini pun perlu diteliti  karena bahan dasarnya dibuat dari bahan gelatin.  Seperti diketahui, sebagian besar gelatin berasal dari hewan, terutama babi yang jelas-helas haram bagi ummat Islam. (asc)

Editor Bahasa: Desi

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah