Ini Manfaat Teh Bagi Kesehatan Yang Perlu Anda Tahu

tehhijau

Oleh: dr. Siti Nur Fatimah, SpGK, MS*

Pernahkah anda mendengar slogan ” you are what you eat”?  Slogan ini memberi makna bahwa apa yang kita makan dan kita minum akan memberi gambaran status kesehatan kita. Makanan dan minuman dapat meningkatkan kesehatan atau malah menjadi salah satu risiko timbulnya penyakit tertentu. Perkembangan berbagai ilmu pengetahuan di bidang kesehatan yang mempelajari apa yang terjadi di dalam sel, bagaimana perilaku sel tersebut memberi pemahaman lebih mendalam mengenai intervensi berbagai zat dapat mempengaruhi perkembangan suatu penyakit.

iklan donasi pustaka2

Perkembangan ilmu terkini juga mencari proses awal dengan segala faktor penyebab berbagai penyakit penuaan seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, Alzheimer, dan berbagai penyakit yang ganas. Berbagai penyebab juga banyak diteliti seperti pola makan dan kebiasaan merokok. Dari paparan tersebut dapat ditarik benang merah antara kebiasaan makan dan minum, pengaruhnya terhadap perubahan perilaku sel, dan meningkatnya risiko penyakit tertentu.

Tulisan ini akan dibahas mengenai salah satu kebiasaan minum yaitu minum teh  yang sangat banyak didapatkan di berbagai negara. Mengapa kebiasaan ini dipertahankan dan apa keuntungannya terhadap kesehatan? Manusia terbiasa mengkonsumsi sekitar 2 sampai 2,5 liter air per hari, sekitar sepertiganya dalam bentuk air teh baik hangat maupun dingin. Pemakaian teh baik teh hitam, teh hijau, maupun teh oolong juga semakin luas. Pengamatan mengenai efek teh terhadap kesehatan mulai pesat sejak sekitar tahun 1990. Berbagai analisis para ahli pun berkembang. Saat ini banyak dikembangkan pemakaian teh baik dikonsumsi maupun pemakaian lokal.

Senyawa apa yang terkandung dalam teh dan apa saja khasiatnya? Teh dikonsumsi dari daun yang mempunyai nama cantik Camellia sinensis. Teh banyak dikonsumsi hampir disemua negara di dunia, asal mula pemakai teh adalah di daratan Cina khususnya provinsi Yunan, walaupun India juga mengklaim sebagai penemu teh. Setiap negara mengkonsumsi teh dengan varietas berbeda, Cina banyak mengkonsumsi varietas Camellia sinensis sedangkan India lebih banyak mengembangkan varietas spesifik yaitu Camellia sinensis dan varietas assamica. Beberapa negara seperti Tibet tidak dapat memisahkan teh dari kehidupan mereka, mereka memandang penting teh setara dengan minuman lain seperti susu.

Di Eropa khususnya Inggris, kebiasaan minum teh berkembang dengan berkembangnya kedai kopi yang dipandang sebagai salah satu minuman menyehatkan. Pengalaman empirirs menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi teh akan memperbaiki keadaan sakit kepala, kedinginan, demam, masalah pencernaan, memperbaiki pola tidur, dan meningkatkan selera makan. Di Jepang dipercaya bahwa teh bersifat bakterisidal sehingga biasa diminum setelah makan dan diminum dengan kadar lebih kental bila telah makan makanan dengan bahan masih mentah seperti sushi, perkembangan selanjutnya juga menempatkan teh pada posisi bergengsi sehingga demikian juga  terdapat ritual khusus minum teh dengan segala tatacara adatnya.

Teh sarat akan senyawa yang berkhasiat sebagai antoksidan yaitu catechin dengan turunannya. Catechin terdapat pada hampir semua bagian pohon, tetapi kadar tertinggi terdapat pada 2-3 lembar pertama kuncup cabangnya. Produksi catechin akan meningkat bila terpapar dengan sinar matahari yang cukup, senyawa ini merupakan senyawa poliphenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Daun teh yang segar mengandung enzim poliphenol oksidase yang akan menjadi tidak aktif bila dipanaskan.

Poliphenol pada teh baik teh hitam, teh hijau maupun teh oolong mempunyai efek antioksi dan yang kuat, seperti menurunkan oksidasi kolesterol LDL yang merupakan faktor risiko pada penyakit jantung koroner, juga menurunkan perubahan DNA yang akan mencegah berkembangnya perubahan sifat sel dan perkembangan tidak terkontrol menjadi keganasan. Konsumsi teh teratur juga akan mempengaruhi flora usus dan meningkatkan pertumbuhan probiotik. Teh juga mengandung senyawa kafein walaupun dalam jumlah kecil. Aroma teh yang spesifik diteliti oleh Mulder ternyata berasal dari minyak esensial yang terdapat dalam daun teh yang segar.

Teh diteliti mempunyai efek antibakterial pada saluran pencernaan dan menormalkan flora usus. Di rongga mulut, teh  mempunyai efek antikariogenik dengan menghambat pembentukan plak, menekan pertumbuhan bakteri Streptokokus mutans, memadatkan enamel, mencegah keasaman rongga mulut dan mencegah perlekatan bakteri Streptokous deformans. Berdasarkan analisis ini di Jepang diberlakukan program minum teh pada murid sekolah dasar untuk mencegah efek caries dentis pada anak-anak.

Turunan catechin lain yaitu epigalocatechin berefek menurunkan kelarutan kolesterol dalam usus sehingga sulit dicerna dan diserap. Hal inilah yang mengyebabkan teh diklain sebagai hipokolesterolemik. Di Jepang dikembangkan menambahkan ekstrak catechin pada pakan ayam sehingga kadar kolesterol pada telur ayam lebih rendah dibanding telur yang diberi pakan biasa

Melihat berbagai efek teh di atas, kiranya tidaklah rugi untuk membiasakan mengkonsumsi teh. Selain cukup menyegarkan, murah, mudah dibuat, baik panas maupun dingin, mempunyai rasa yang spesifik, dapat dikonsumsi bersamaan dengan bahan lain yang akan meningkatkan kekayaan rasa seperti susu, gula, dan jeruk lemon.Semoga bermanfaat. [ ]

*Penulis adalah konsultan gizi

(Visited 142 times, 1 visits today)

REKOMENDASI