Waspadai Pria Akan Alami Andropouse, Ini Gejalanya.

 

 

Oleh: dr Hanny Ronosulistyo Sp.OG(K),MM *

 

Jika dikaruniai usia yang panjang, penuaan adalah suatu proses yang alamiah. Bagi pria maupun wanita, keluhan yang timbul pada masa ini tak jauh berbeda. Namun, karena pada wanita kita telah mengenal istilah Menopouse, maka timbullah gagasan untuk menamai kumpulan gejala ini pada pria sebagai Andropouse. Istilah ini masih menjadi perdebatan para ahli karena dianggap tidak tepat. Menopouse berasal dari dua kata yaitu meno atau menstruasi dan pause atau berhenti, jadi jika digabung berarti “mens yang berhenti”. Pada pria tidak ada apa pun yang pause atau berhenti, karena pria masih bisa menghasilkan keturunan walaupun pada usia yang sangat tua –katakanlah 90 atau 100 tahun. Oleh karena itu, sekarang timbul banyak sebutan lain untuk menggantikan istilah Andropouse ini, seperti:

promooktober
  • PADAM (Partial Androgen Defficiency in Aging Male)
  • ADAM  (Androgen Defficiency in Aging Male)
  • PTDAM (Partial Testosteron Defficiency in Aging Male)
  • Adrenopause (Defficiency hormone DHEA dan DHEAS)
  • Somatopause (Defficiency Growth Hormon dan Insulin like growth factor 1)

Sementara di Indonesia, beredar pelesetan, “Semanggi Terang” artinya “Semangat tinggi tenaga kurang”.

Data penelitian

  • Di Indonesia, jumlah wanita dibandingkan pria yang tidak menikah pada usia 60 tahun sangat tinggi (tidak pernah menikah atau janda/duda) yaitu 469:100 (Rusia 394:100, Jepang 364:100, Pakistan 357:100, Jerman 305:100, India 295:100, Filipina 258:100, AS 218:100, Cina 193:100).
  • Usia pria pada umumnya 7–8 tahun lebih pendek dibandingkan wanita.
  • Angka kelahiran bayi wanita lebih tinggi.
  • Penelitian di Korea Selatan menyatakan bahwa 75% wanita menopouse, masih menginginkan “kehidupan seksual” yang normal dan libido masih tetap tinggi.
  • Fakta bahwa “kekuatan seksual” pria berada jauh di bawah wanita (prof Master & Johnson)

Fakta di atas, ditambah proses androupouse, kemungkinan besar sangat merugikan wanita di Indonesia.

Tanda penuaan pada pria

Perubahan kejiwaan pada pria tua mungkin hampir sama dengan pada menopouse, seperti suasana hati yang berubah-ubah (mood swing), menjengkelkan, sering berselisih dengan orang lain, kehilangan gairah hidup, otoriter –karena takut kehilangan status sosialnya, sering gelisah, cemas, ketakutan, bahkan tak jarang disertai hilangnya percaya diri.

Perubahan di bidang seksual antara lain: penurunan libido karena turunnya hormon testosteron; ereksi kurang keras karena fibrosis otot polos corpus cavernosum; dan gangguan serabut elastis jaringan erektil pada penis; bisa juga disertai penurunan nitric oxyde synthase pada cytosol corpus cavernosum dan arteri dorsalis penis; pancaran ejakulasi lemah; penis mengecil (sel berkurang atau fibrosis); dan konsentrasi kurang, sehingga menjadi lebih sulit terangsang atau sulit mempertahankan ereksinya.

Fisik semua organ tubuh manusia akan menurun fungsinya setelah melampaui usia 30 tahun, dan beberapa gejala juga timbul karena penurunan hormonal dalam tubuh. Banyak faktor yang mempengaruhi proses penuaan pada manusia. Salah satunya ialah pengaruh lingkungan yaitu pencemaran lingkungan oleh bahan kimia (prinsipnya tubuh manusia merupakan kumpulan unsur kimia) dan penyediaan air bersih rumah tangga yang tak memenuhi syarat menyebabkan peningkatan kekebalan tubuh (sel kekebalan tubuh dipaksa terus menerus membelah, sehingga proses penuaan menjadi makin cepat melalui Hayflick phenomenon atau telomere teori).

Penyebab lainnya ialah pengaruh stres. Stres menyebabkan ketegangan tubuh di samping dipaksakannya beberapa hormon untuk hadir dalam dosis tinggi dalam tubuh manusia, hal ini tentunya akan mempercepat penuaan karena kelelahan.

Hal lain yang tak kalah penting menyangkut faktor-faktor yang mempengaruhi proses penuaan pada manusia yang penelitiannya dianggap masih sangat rumit dan sukar ialah faktor genetik. Setiap manusia memiliki cetak biru genetik yang khas, berbeda dengan orang lain. Susunan kromosom (organ yang membawa catatan genetik kita) terdiri atas 46 buah yang tersusun sebagai 23 pasang. 22 pasang mengurusi soal tubuh dan sepasang khusus mengatur masalah seksual manusia. Kromosom ini merupakan suatu untaian ganda yang berintikan zat kimia, asam amino essensial thymine, argynine, guanine, cytosine (dan uracil menggantikan thymine pada RNA) ditambah gugus fosfat dengan ikatan basa. Reaksi kimia tentunya bisa terjadi bila zat kimia luar berkontak dengan gen di dalam kromosom kita. Reaksi kimia ini akan menyebabkan perubahan kimia di dalam gen yang disebut mutasi. Akibatnya, perubahan dari protein dibuat oleh gen tersebut. Karena perubahan protein ini maka sangat mungkin potensi atau fungsinya jadi berkurang atau bahkan hilang.

Subhanallah Allah menciptakan suatu mekanisme kompleks yang belum sepenuhnya diketahui manusia, antara lain dengan membuat “polisi gen”, yakni suatu sistem yang melakukan pemeriksaan pada sel yang akan membelah (berkembang). Jika polisi gen menemukan kelainan dalam struktur gen yang akan berkembang tadi (mutasi), maka ia akan memperbaikinya. Bila sudah kembali normal boleh membelah, tetapi bila tidak bisa diperbaiki, maka sel ini tidak diperkenankan membelah melainkan akan dikirim ke suatu sistem penghancur yang dikenal dengan sebutan apoptosis, di mana sel akan mati. Bila yang bermutasi tadi adalah polisi itu sendiri, tentunya pekerjaannya menjadi tak sempurna. Ia akan membiarkan gen yang termutasi untuk berkembang biak sehingga menimbulkan dampak yang lebih luas. Masalah lain adalah teori telomere. Pada ujung dari suatu gen ada bagian yang dikenal dengan sebutan telomere. Telomere ini akan selalu memendek pada saat pembelahan sel. Jadi, semakin sering sel tubuh membelah karena proses normal (usia) atau karena sebab abnormal (infeksi atau obat-obatan), tentunya telomere ini akan terus memendek. Konon semakin pendek telomere semakin menurunkan fungsi gen, sehingga akhirnya berhenti. Saat ini, telomere menjadi kontroversi ilmiah di AS. Karena dengan cara ini, perusahaan asuransi terkemuka yang bekerja sama dengan rumah sakit yang menyimpan spesimen tubuh pasien atau lewat check up darah rutin di laboratorium, bisa memperkirakan usia calon klien mereka. Kalangan medis secara luas menentang proses ini, karena seperti halnya nomor pin ATM, data genetik merupakan hak paten seseorang dan harus diproteksi.

Bagaimana penanganannya ?

Saat ini sudah ada superspesialis untuk penuaan, bagian dari ilmu Penyakit Dalam yang kita kenal dengan nama Geriatri. Mereka mempelajari pencegahan dan penanganan masalah penuaan. Masalah kejiwaan diatasi dengan konsultasi kejiwaan, masalah infeksi diobati, masalah kekurangan hormon disubstitusi, masalah kerusakan organ diganti (transplantasi) atau fungsinya digantikan oleh alat tertentu (misalnya cuci darah).

Jadi, adakah Andropouse?

Apakah gejala yang terjadi pada pria adalah andropouse atau hanya faktor penuaan alamiah? Apakah ini suatu gambaran betapa cintanya manusia akan dunia, sehingga ingin mempertahankan kemudaannya selama mungkin, karena tidak siap pada kematian dan lupa bahwa pada kehidupan setelah mati. Bukankah bila Allah Swt. rido, kita akan bisa memasuki surga-Nya, di tempat abadi ini tak ada yang disebut dengan penuaan. Amien ya Robbal alamien. [ ]

 

*Penulis adalah dokter spesialis kandungan, pegiat dakwah dan penulis buku

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

Bagi Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email: [email protected].  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

 

 

 

 

(Visited 43 times, 1 visits today)

REKOMENDASI