Lakukan 5 Hal Ini agar Hidupmu Menjadi “Lebih Hidup”

oleh  Abu Luthfi Satrio

Ada istilah  ‘life is never flat‘ alias hidup ini tidak datar-datar saja. Maksudnya, hidup ini tidak selamanya nyaman. Kadang senang, kadang susah, kadang berkecukupan, lain waktu berkekurangan. Begitu pun dalam ranah ibadah atau soal keimanan. Kita terkadang semangat, selang beberapa hari kemudian jadi malas atau dalam bahasa iman disebut yazidu wa yanqush (naik dan turun).

iklan donasi pustaka2

Keimanan kita akan naik di saat  kita taat dan bakal turun manakala kita melakukan maksiat.  Agar iman kita terus naik dan bertambah kualitasnya, tentu diperlukan sikap istiqomah. Islam sendiri telah mengajarkan akan hal tersebut, sehingga derajat ketakwaan dapat kita raih. Semuanya harus dilakukan sesuai kesanggupan dan harus terus menerus selama hayat dikandung badan.

Agar hidup kita lebih hidup dan memberi dampak postif bagi diri, keluarga dan lingkungan, setidaknya ada lima perkara yang harus kita lakukan secara istiqomah.

Pertama, salat lima waktu. Perkara ini tidak bisa ditawar lagi alias mutlak, harus dilakukan tanpa ada cuti khususnya bagi laki-laki yang telah baligh. Mau dalam keadaan sakit, dalam perjalanan, atau kesibukan sekalipun, salat harus dilaksanakan. Khusus bagi perempuan, Allah telah memberi keringanan yakni saat haid dan nifas. Bagi kaum laki-laki tentu tidak boleh iri atas keistimewaan kaum hawa ini.

Kenapa sih mesti salat wajib lima kali sehari tanpa putus selama hidup, apa tidak lelah? Eh tunggu dulu, kita harus yakin bahwa tiadalah Allah telah mewajibkan sesuatu untuk kita kerjakan, kecuali hal itu mendatangkan kebaikan bagi hidup kita sendiri. Coba kita simak nasihat Rasulullah Saw akan pentingnya menjaga salat lima waktu ini.

Beliau bersabda, “Bagaimana pendapat kalian seandainya di depan pintu seorang dari kalian terdapat sebuah sungai. Setiap hari ia mandi lima kali di dalamnya. Apakah masih ada kotoran yang melekat di tubuhnya?.Para sahabat menjawab, “Tidak ada!” Rasulullah bersabda, “Itulah perumpamaan shalat lima waktu. Dengannya Allah menghapus semua kesalahan.” (HR Bukhari Muslim).

Bisa dibayangkan, bagaimana kalau dalam sehari-semalam badan kita bersih, wangi dan sehat karena membersihkan diri sebanyak lima kali?Tentu kondisi ini kita akan memiliki semangat dan rasa percaya diri tinggi untuk melakukan kebaikan. Akan lebih utama (afdhal) bagi laki-laki dewasa jika salat wajib tersebut dikerjakan diawal waktu dan secara berjamaah di masjid, kecuali ada uzur yang diperbolehkan secara syar’i.

Kedua, membaca Al-Qur’an. Hal ini adalah salah satu bukti cinta Allah kepada hamba-Nya dengan menurunkan Al-Qur’an sebagai panduan hidup. Sebagai panduan hidup tentu tidak akan bisa paham hanya dengan sekali baca saja, tetapi harus dibaca berulang bahkan dihafal. Pekerjaan ini (membaca Al-Qur’an) sepintas sederhana, tetapi tanpa kesungguhan hati, amal yang sederhana ini tidak akan mampu dilakukan dengan baik. Padahal, membaca Al-Qur’an akan menghindarkan diri kita dari kejahilan dan kelak di hari akhir mendapat syafaat dari Al-Qur’an.

Dengan kemajuan zaman saat ini, kemudahan membaca Al-Qur’an semakin mudah dan menyenangkan baik dalam bentuk mushaf (cetak) maupun digital (elektronik), ringan dan bisa dibaca di mana pun dan kapan pun. Di pasaran juga banyak varian Al-Qur’an yang banyak memberi kemudahan dalam membaca maupun memahami isi kandungannya. Jadi, tidak ada alasan kan untuk tidak membaca Al-Qur’an?

Ketiga, silaturrahim. Dulu booming bisnis jaringan (network marketing) yang berbentuk MLM, pasti sudah banyak yang ditawari. Bisnis ini mengandalkan sistem jaringan dengan cara mendatangi langsung calon anggotanya (member) atau bertatap muka (face to face). Nah, jauh sebelum cara tersebut ada, dalam Islam sudah lebih dulu diajarkan bahkan diperintahkan yang disebut dengan silaturrahim.

Silaturrahim itu penting untuk kita lakukan dan dahsyat pula hasilnya. Baik untuk urusan dunia kita maupun akhirat. Rasulullah Saw sendiri bersabda, “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (HR Bukhari).

Untuk itu jangan remehkan silaturrahim yang bisa membuat hidup kita lebih dinamis, progressif, dan tentu saja bermanfaat bagi sesama. Dengan silaturrahim, yang jauh jadi dekat, persoalan berat jadi ringan atau malah selesai masalah. Jadi cobain deh!

Keempat, sedekah. Dalam Al-Qura’an Allah Swt berfirman: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. “(Q.S. Al-Baqarah [2]: 261)

Ada yang bilang untuk bisa sedekah mesti kaya dulu. Itu anggapan yang salah, kenapa harus menunggu kaya, kaya itu relatif tidak ada ukurannya, bagaimana kalau belum kaya sudah dipanggil menghadap-Nya? Lantas, bagaimana kalau ternyata hidup kita pas-pasan saja. Tenang, sedekah tak mesti uang, membantu teman yang kesulitan, itu sedekah, senyum kepada sesama, itu sedekah. Jadi, banyak dan beragam bentuknya, hal ini jangan diremehkan. Banyak yang sudah mengalami keberkahan dari sedekah ini, maka yuk jadikan “Sedekah Membawa Berkah”.
Jangan khawatir sedekah akan membuat kita miskin atau berkurang harta, sedekah justru mengundang rezeki. Semakin banyak bersedekah, semakin banyak rezeki melimpah. “Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, dan bertambah”, sabda Rasulullah. Buktiin deh!

Kelima, Tahajud. Banyak yang menganggap ibadah sunah ini merupakan ibadah yang paling berat. Padahal bagi sebagian orang, tahajud sudah menjadi kebiasaan. Padahal secara fisik tidak ada perbedaan antara yang rajin tahajud dengan yang jarang. Intinya malas saja . Padahal tahajud ini sangat kita butuhkan. Selain akan mengangkat derajat kita di sisi Allah, doa kita pasti didengar. Selain itu, tahajud mengharuskan kita mengatur diri sedemikian rupa. Beberapa orang juga merasakan dengan tahajud, badan lebih sehat dan pikiran lebih cerdas secara luas.

Dengan tahajud, Allah akan mengangkat derajat kita dan kedudukan yang terpuji. “Pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”(Q.S. Al-Isra: 79).

Salat tahajud juga sebagai tiket masuk surga, ”Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

Yuk jadikan hidup kita menjadi lebih hidup dengan amal saleh. Wallahu’alam

 

Editor Bahasa: Agung

(Visited 32 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment