3 Kunci Sukses Nurhayati “Wardah” Subakat Bangun Usaha Rumahan Menjadi Pabrikan

Posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia menjadi  pangsa pasar potensial, khususnya produk berbasis syariah atau halal termasuk produk kosmetik. Untuk produk kosmetik,  diperkirakan secara nasional mencapai omzet sekitar Rp. 5 triliun per bulannya. Namun, yang menjadi keprihatinan sebagian besar kosmetik yang beredar di Indonesia belum mendapat label halal dari MUI.

Demikian disampaikan  pemilik kosmetik Wardah, Nurhayati Subakat usai menjadi pembicara dalam seminar “Mewujudkan Mimpi Usaha Rumahan Menjadi Pabrikan” yang diadakan Koperasi Syariah Insan Madani ICMI Jabar di Pusdai Jabar akhir pekan lalu. Ia menambahkan hal tersebut bisa menjadi tantangan sekaligus peluang khususnya masyarakat muslim untuk bisa mengambil peran.

promooktober

“Meski kosmetik bukan termasuk barang yang dikonsumsi (di makan, red), namun sebagai muslim tentu kehalalannya harus diperhatikan juga,” ungkapnya.

Sebagai praktisi dalam bidang kosmetik, dirinya juga merasakan tantangan sekaligus peluang tersebut di awal perjuangannya menghadirkan produk kosmetik yang aman sekaligus halal khususnya bagi muslimah. Tantangan tersebut selain berasal dari luar perusahaan multinasional, produk manca negara yang membanjiri pasaran tentu saja menjadi tantangan besar.

“Kalau tantangan eksternal sudah pasti ada, tapi kita juga perlu dukungan dan keberpihakan ummat Islam terhadap produk saudara sendiri apalagi yang halal. Alhamdulillah,tren konsumsi produk halal khususnya kosmetik terus naik,” ujarnya optimis.

Untuk itu, pihaknya akan selalu melakukan inovasi dan variasi produk selain untuk memenuhi pasar global juga pasar muslim dalam negeri yang terus naik. Untuk hal tersebut, yang akan dilakukan selain promosi juga yang terpenting adalah melakukan kegiatan yang sifatnya pendidikan (edukasi) kepada masyarakat muslim seputar pentingnya menggunakan produk halal dalam segala bidang termasuk kosmetik.

“Untuk bisa bersaing di pasar global kita harus terus memperbaiki mutu produk sesuai standar yang berlaku. Kalau untuk pasar muslim selain harus halal juga harus thayyib (baik) artinya aman,” sambungnya.

Sementara untuk menjawab peluang usaha, Nurhayati membuka rahasianya dalam memulai sebuah usaha. Pertama, adalah mencari tahu dan memahami minat serta bakat pribadi.  Ia menganjurkan untuk memilih usaha yang benar-benar disukai, atau sesuai dengan passion sehingga menyenangkan untuk dijalani.

113

 

“Kedua, mulailah usaha itu meski dengan modal kecil. Usaha itu berjalan bukanlah persoalan modal, melainkan pasar. Jika sudah memiliki pasarnya, insya Allah usaha kita akan terus tumbuh dan berkembang,” ujar Nurhayati yang mengaku memulai usaha dari rumah ini.

Sementara yang ketiga, adalah adanya kemauan dan tahu kemampuan diri. Menurutnya, membangun usaha itu harus mempunyai keinginan yang kuat dan memastikan diri bisa atau sanggup dalam menjalaninya. Keinginan yang kuat tersebut bukan hanya semangat diawalnya saja melainkan sejak awal hingga akhir hidup semangat tersebut harus dijaga dan dipelihara meski ada rintangan atau kegagalan.

Ia pun sedikit membuka kisahnya yang sempat mendekati kegagalan usaha. Namun, karena tekad dan keyakinan serta doa untuk sukses, ia bisa bangkit kembali dan berkembang hingga saat ini.

“Jangan lupa teruslah berusaha dan berdoa untuk meminta kekuatan dari Allah, karena dibalik kesulitan usaha pasti ada kemudahan atau jalan keluar,” pungkasnya.  [ ]

Rep: Iman

Editor: Candra

Editor Bahasa: Desi

(Visited 16 times, 1 visits today)

REKOMENDASI