Psikiater: Berbohong Bisa Karena Gangguan Kejiwaan

Bagi sebagian orang memaafkan orang yang berbuat salah tanpa disengaja lebih mudah daripada memberi maaf orang yang pernah membohonginya. Oleh karena itu, dibohongi lebih sulit dilupakan dan biasanya akan dengan mudah mengingatnya meski telah berlangsung lama. Namun, disisi lain ada juga orang yang melakukan kebohongan (berbuat bohong) menjadi perilaku yang biasa hingga menjadi karakter. Lalu apakah berbohong ada kaitannya dengan sikap mental atau karakter seseorang dan masuk dalam kategori penyakit kejiwaan? Berikut penjelasan Dr. Teddy Hidayat, Sp.KJ. (K), seorang psikiater yang juga Kepala Program Studi Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Unpad serta Kepala Bagian Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung ini dalam wawancara dengan wartawan mapi beberapa waktu lalu.

Apa yang dimaksud dengan bohong?

promooktober

Bohong adalah menyampaikan atau mengatakan sesuatu yang bukan sebenarnya. Misalnya seseorang ditanya “Tadi malam kamu di mana.” Ia menjawab, “Tadi malam saya belajar. (padahal dia tidak belajar melainkan nonton film)”. Tetapi kita harus membedakan dengan orang yang mempunyai penyakit yang disebut dengan konvagulasi, ialah pikiran yang terdapat dalam otak yang satu segmennya tidak ingat, misalnya dia menceritakan sesuatu yang dia yakini bahwa itu benar padahal itu tidak benar. Ini tidak dikategorikan berbohong, tetapi suatu penyakit atau gangguan. Orang-orang yang terkena penyakit tersebut, biasanya manula lebih dikenal dengan sebutan pikun.

Bagaimana dengan alat yang bisa mendeteksi kebohongan seperti lie detector?

Mendeteksi kebohongan pada diri seseorang bisa dengan cara merekam gelombang elektro magnetik di otaknya. Ketika merekam, kemudian orang tersebut ditanya, misalnya “Anda mencuri?”, dia menjawab, “Saya tidak mencuri (padahal dia mencuri)”, jika terlihat otak bekerja lebih keras atau kuat dari biasanya, akan terlihat pada rekaman  gelombang elektro magnetiknya lebih kuat, tetapi semuanya tidak bisa menjamin kebenarannya, dan secara hukum itu tidak bisa dijadikan syarat mutlak mendapatkan kebenaran.

Bagaimana dengan teknisnya?

Teknisnya, ditanya dengan pertanyaan yang ringan dan selanjutnya pertanyaan yang menjurus kepada perilakunya, tetapi itu pun tidak mutlak, karena jika kita coba kepada orang jujur tetapi orang tersebut suka gugup kalau ditanya akan menimbulkan gelombang elektro magnetik yang kuat.

Apakah ada cara lain untuk mendeteksi kebohongan?

Cara lain yang sederhana untuk mendeteksi kebohongan di antaranya dilihat dari cara bicaranya. Cara bicara orang yang sedang berbohong akan lain, matanya tidak akan menatap kepada si penanya, suaranya akan lain (berbeda), sikap atau gerak-geriknya mencurigakan, respon atau tanggapannya berbeda. Intinya banyak kejanggalan, tapi semua itu tidak berlaku kepada orang yang profesional, dia akan menatap orang yang bertanya, nada suaranya lantang. Dia akan berlagak seperti orang jujur karena sudah mengetahui teorinya. Pembohong yang profesional sangat berbahaya.

Apakah kebohongan itu suatu penyakit?

Bisa penyakit, bisa juga tidak. Jika seseorang berbohong untuk mendapatkan keuntungan dari orang lain, itu merupakan tindakan kriminal, tapi jika orang itu telah pikun dan berkata tidak benar, itu tidak dikatakan berbohong tetapi merupakan penyakit. Seperti halnya kleptomania, bukan kegiatan pencurian seperti pada umumnya tetapi merupakan sebuah penyakit.

Apa itu kleptomania?

Kleptomania adalah mengambil barang orang lain terjadi akibat gangguan fungsi kepribadian yang ditandai oleh kebiasaan mencuri. Berbeda dari pencurian biasa, pada penderita kleptomania benda yang dicuri biasanya tidak ada hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan pribadi yang bersangkutan, bahkan bila diperhatikan nilai materi benda yang dicuri juga sangat kurang berharga. Biasanya sebelum terjadi pencurian penderita mengalami keadaan ketegangan emosional tertentu, dan setelah perilaku mencuri terjadi ia merasakan penurunan ketegangan dan menjadi rileks.

 

tedy 1.tif

 

Apa bedanya kleptomania dengan pencuri?

Pencurian termasuk kriminal dan pelakunya harus masuk penjara, sedangkan kleptomania adalah penyakit ketidakmampuan mengendalikan dorongan. Dia tidak mampu mengendalikan infus di dalam untuk mengambil hak milik orang lain. Biasanya,  barang yang diambil penderita kleptomania adalah barang-barang yang mempunyai nilai psikologis bukan nilai materi atau uang. Orang yang kloptemania tidak pernah menggunakan barang yang diambilnya itu kepentingannya. Misalnya dia mengambil sesuatu, dia tidak akan menjual, melainkan hanya akan menyimpannya di lemari. Tapi jika ada orang yang mengambil sesuatu dan sesuatu itu dijual atau dipakai, itu dikategorikan pencuri atau kriminal. Kalau pencurian biasanya direncanakan, sedangkan kalau kleptomania tidak direncanakan. Di negara ini, jika seorang kleptomani ketahuan, belum ada UU yang khusus membahasnya, dan masih dianggap kriminal biasa, padahal seharusnya dibedakan.

Apakah kleptomania bawaan sejak lahir?

Hampir semua penyakit gangguan jiwa belum diketahui apa penyebanya. Apakah ini penyebabnya psikologis, seperti salah pola asuh atau faktor keturunan, kita juga belum tahu, tapi kita mempercayai bahwa semua itu dikarenakan faktor genetik konstitusi psikologi. Faktor pola asuh masa lalu dan pengalaman semuanya bergabung dan memunculkan suatu penyakit. Proses seperti itu merupakan proses kepribadian yang cukup panjang, biasanya muncul saat remaja.

Apakah Kleptomania bisa disebut gangguan jiwa?

Iya, obatnnya adalah behavior (perilaku). Tidak ada obat yang bisa diminum yang dapat menyembuhkan penderita kleptomania. Yang ada hanyalah obat-obat tertentu yang bisa menurunkan tingkat kecemasan dan infus-infus tertentu yang tidak terlalu memengaruhinya. Yang paling bagus untuk mengatasinya ialah terapi tingkah laku.  [ ]

 

Rep: Ali

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Wikimedia common

Editor Bahasa: Agung

 

(Visited 31 times, 1 visits today)

REKOMENDASI