MUI Resmi Terbitkan Fatwa Halal Imunisasi

Dalam upaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya imunisasi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa halal terhadap proses dan kegiatan imunisasi untuk balita atau anak-anak.

Fatwa halal terkait proses dan kegiatan vaksinasi ini sudah digodok sejak 2013 dan baru diterbitkan pada 23 Januari 2016 lalu. Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF, fatwa halal imunisasi ini diharapkan mampu menggugah partisipasi masyarakat untuk menyukseskan Pekan Imunisasi Nasional yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan, rencananya akan digelar serentak di seluruh provinsi di Indonesia pada 8 Maret hingga 15 Maret mendatang.

iklan donasi pustaka2

Hasanuddin menegaskan, mengingat masih cukup banyaknya perdebatan tentang halal atau haramnya imunisasi, terbitnya fatwa ini akan memberi penegasan kepada masyarakat bahwa imunisasi hukumnya halal dan boleh dilakukan. “Selama punya maslahat,” jelasnya saat memberi sambutan dalam acara Pertemuan Nasional Sosialisasi Fatwa MUI tentang Imunisasi di Bogor, Minggu (21/2).

Selain itu, ungkap Hasanuddin, di dalam fatwa diterangkan bahwa imunisasi menjadi wajib hukumnya bagi masyarakat. “Ini menjadi wajib hukumnya, bila tanpa imunisasi, ternyata melahirkan gangguan atau wabah penyakit di masyarakat,” tuturnya.

Fatwa MUI tentang imunisasi juga menyatakan bahwa vaksin untuk imunisasi harus halal. “Tapi selama belum ada yang halal, maka yang haram pun menjadi halal. Karena keadaannya darurat,” ujar Hasanuddin.

Kendati fatwa cukup fleksibel, Hasanuddin berharap pemerintah mampu dan segera membuat atau menyediakan vaksin halal untuk masyarakat. “Jadi, jangan sampai keadaan darurat ini (tidak adanya vaksin halal) terus berlangsung,” tegasnya.

Sumber : Republika
Editor Bahasa: Agung

(Visited 13 times, 1 visits today)

REKOMENDASI