4 Pertanyaan Dasar Seputar ASI yang Perlu Ibu Tahu

Oleh dr. Eddy Fadlyana, M.Kes.*

Kebahagian keluarga (pasutri) akan lengkap dengan hadirnya sang buah hati. Kehadirannya biasanya disambut gembira bukan hanya ayah bundanya saja melainkan seluruh keluarga besar bahkan para sahabat. Sebagai anggota baru dalam keluarga ia juga akan diperlukan istimewa baik perhatian maupun kebutuhannya. Salah satunya kabutuhan pokok/ makanan terbaik yang harus ia dapatkan adalah air susu ibu (ASI).

promooktober1

Untuk itu, bagi ibu yang telah dikaruniai dan diberi kemampuan untuk menyusui sang buah hati sebaiknya memberikan yang terbaik padanya. Itu adalah hak sang bayi dan kewajiban sang bunda. Kehadiran ASI tak akan  tergantikan oleh makanan atau minuman terbaik yang dibuat oleh manusia. Bersyukurlah karena Allah telah menitipkan itu sebagai pendamping terbaiknya.

Berkenaan dengan ASI, berikut ini ada beberapa hal yang perlu ibu ketahui khususnya bagi ibu baru atau yang baru pertama mempunyai anak dan akan memberikan kepada sang buah hati selama 6 bulan pertama hingga 2 tahun. Setidaknya ada 4 pertanyaan yang sering diungkapkan calon ibu, antara lain.

1. Apa yang dimaksud dengan ASI eksklusif?
ASI ekslusif adalah pemberian ASI tidak disertai pemberian tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, teh, bahkan air putih. Tidak cuma itu, bayi juga tidak diberi makanan padat lainnya. Seperti biskuit, nasi tim, buah-buahan, pisang, bubur, susu, dan lain-lain. Pemberian ASI ekslusif sangat dianjurkan untuk jangka waktu enam bulan. Mengapa hingga enam bulan? Sebab menurut penelitian dan pedoman internasional, ASI mampu mencukupi semua kebutuhan gizi dan energi bayi selama enam bulan pertama hidupnya.

Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang islam, menyusui hendaknya dilakukan maksimal selama dua tahun, tapi kalau tidak memungkinkan, ibu boleh menyusui kurang dari dua tahun. Penelitian muktahir menunjukan bahwa kualitas ASI tidak bisa digantikan oleh susu apa pun juga. Karena itu, Islam sangat menganjurkan agar para ibu bisa menyusui anak-anaknya. Hal ini secara jelas telah diperintahkan Allah Swt,

Hendaklah para ibu menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh bagi yang ingin menyusui secara sempurna” (Q.S. Al Baqarah [2]: 233).

2. Sejak kapan ASI mulai diberikan?
Idealnya ASI diberikan segera setelah ibu melahirkan. Ada beberapa manfaat  yang bisa didapat, selain mempercepat produksi ASI, kontak dini dapat mempererat hubungan batin antara ibu dengan bayi. Kondisi ini sangat menentukan kesuksesan ibu dalam memberikan ASI  selanjutnya. Manfaat memberikan ASI eksklusif hingga 6 bulan akan menekan risiko sakit infeksi telinga, radang paru-paru (pneumonia), radang pencernaan (gastroenteritis), sekaligus meningkatkan kecerdasan.

3. Apakah ASI bisa mencukupi kebutuhan makan dan minum bayi?
Air susu ibu (ASI) mengandung 400 nutrisi yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan bayi. Seiring dengan pertumbuhan bayi, kandungan nutrisi di dalamnya akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Berbagai penelitian menunjukan bahwa kandungan gizi ASI dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi dalam 4-6 bulan pertama setelah lahir. Salah satu buktinya adalah dengan menghitung frekuensi menyusui yang lebih dari 8 kali sehari dan menimbang berat badan  bayi secara berkala. Salah satu cara pemantauannya adalah dengan KMS (Kartu Menuju Sehat). Apabila ada penyimpangan pertumbuhan, segera konsultasi ke dokter Anda.

4. Bagaimana posisi yang benar ketika menyusui?
Posisi menyusui bisa dilakukan sewaktu duduk maupun berbaring. Posisi yang benar adalah kepala dan badan berada dalam satu garis lurus, bibir bawah bayi terbuka dan areola mamae yang bawah sebagian besar tidak terlihat.

Beberapa hal ini dapat dilakukan agar proses menyusui mudah dan menyenangkan bagi ibu dan bayi.

  1. Jika ibu merasa nyeri, lepas perlekatan dengan memasukan jari kelingking ke arah gusi dan puting. Kemudian, coba lagi untuk perlekatan yang lebih baik. Setelah perlekatan sudah benar, umumnya bayi akan dapat menyusu dengan baik.
  2. Posisi perlekatan terbaik bayi menyusui yaitu perlekatan asimetris. Pada perlekatan ini, mulut bayi tidak hanya menempel pada puting payudara, tetapi pada area bawah puting payudara dan selebar mungkin. Perlekatan ini merupakan salah satu syarat penting dalam cara menyusui dengan benar.
  3. Pastikan ibu dan bayi berada dalam kondisi rileks dan nyaman. Posisi kepala bayi harus lebih tinggi dibandingkan tubuhnya, hal ini dimaksudkan agar bayi lebih mudah menelan. Ibu dapat menyangga dengan tangan ataupun mengganjal dengan bantal. Kemudian, tempatkan hidung bayi sejajar dengan puting. Hal ini akan mendorong bayi membuka mulutnya.
  4. Ketika bayi mulai membuka mulutnya dan ingin menyusu, maka dekatkan bayi ke payudara ibu. Tunggu hingga mulutnya terbuka dengan lebar dengan posisi lidah ke arah bawah. Jika bayi belum melakukannya, ibu dapat membantu bayi dengan dengan menyentuh lembut bagian atas bibir bayi.
  5. Tanda bahwa perlekatan sudah baik yaitu ketika ibu tidak merasakan nyeri saat bayi menyusu dan bayi memperoleh ASI yang mencukupi. Ibu dapat mendengarkan saat bayi menelan ASI.
  6. Bayi menyusu sekitar 5 hingga 40 menit, tergantung kebutuhannya. Umumnya dibutuhkan beberapa waktu untuk adaptasi ibu dan bayi agar proses menyusui berjalan lancar. Semoga bermanfaat. [ ]

*Penulis adalah konsultan tumbuh kembang dan penulis buku.

Editor: Iman
Editor Bahasa: Agung
Ilustrasi foto: wikimedia commons
Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email: [email protected].  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

(Visited 5 times, 1 visits today)

REKOMENDASI