Harta Itu Jika Ditunaikan Akan Menyucikan, Menolak Bencana Dan Memberdayakan

zakat

 

Oleh: Anggita Ariati*

Salah satu pilar ekonomi ummat Islam adalah zakat,infaq,sedekah dan wakaf (ziswaf). Selain sebagai bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah Swt untuk membersihkan harta dan ketentraman, aktivitas ini juga berdampak pada sisi kemanusiaan (sosial). Sebagaimana yang telah diperintah Allah Swt,

promooktober

Ambillah zakat dari harta mereka untuk membersihkan dan menyucikan mereka serta berdoalah untuk mereka. Sesung¬guhnya, doamu itu membuat jiwa mereka tenteram. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS.At-Taubah: 103)

Zakat sebagaimana dimaklumi merupakan ibadah maaliyah ijtimaiyah yang artinya bahwa zakat adalah ibadah harta yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan para mustahik terutama fakir miskin termasuk didalamnya membantu di bidang pendidikan, kesehatan dan kegiatan ekonomi. Jika zakat para muzakki merupakan sarana untuk membersihkan jiwa dan harta mereka maka zakat bagi fuqara wal masakin harus mampu menjadikan mereka kaya atau paling tidak mengurangi angka kemiskinan di tengah masyarakat. Inilah hikmah lain dari kewajiban zakat.

Harta tidak akan berkurang karena sedekah dan tidaklah Allah menambah bagi hamba yang pemaaf kecuali kemuliaan, dan tidaklah seseorang yang berlaku tawadhu karena allah melainkan Dia akan meninggikan” (HR. Muslim)

Harta yang baik dan berkah tidak saja menyejahterakan individu pemilik harta tapi juga masyarakat secara keseluruhan. Salah satu ciri harta yang berkah adalah baik dan halal cara mendapatkannya, baik dan halal memanfaatkannya, serta baik dan halal menyalurkan maka salah satu kewajiban pemilik harta adalah membayar zakat.

Zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF) adalah instrumen penting di dalam Islam dalam menyejahterakan umat. Apabila dikelola dengan baik dan penyalurannya merata, maka kesejahteraan tidak saja pada individu tapi juga umat dan negara.

Zakat tak hanya bermanfaat bagi mustahiq (penerima zakat) tapi juga kepada muzakki (pemberi zakat). Salah satu rukun Islam ini (zakat) juga diyakini mampu menumbuhkan etos kerja yaitu membentuk insan yang produktif sehingga dia dapat menghasilkan sesuatu untuk menjadi wajib zakat. Selain itu, zakat juga menimbulkan etika (akhlak) kerja bagi muzakki.

Dengan membayar atau mengeluarkan zakat seseorang bekerja untuk mencari rezeki yang halal. Harta hasil korupsi, mencuri, merampok dan kolusi adalah harta batil dan tidak bisa dibersihkan. Namun, harus dikembalikan pada yang berhak. Zakat juga bisa menjadi sumber dana pembangunan. Zakat penduduk muslim Indonesia tiap tahun memiliki potensi sepertiga dari APBN.

Harta bagaikan pisau bermata dua, bermanfaat baik atau malah menjerumuskan. Zakat menjadikan harta kita sebagai penolong terhindar dari musibah dan bencana. Secara etimologi, zakat memiliki makna membersihkan dan menyucikan seperti yang ditegaskan dalam Al-Quran dalam surat At – Taubah ayat 103 tersebut.

Namun demikian agar lebih berdayaguna dan maksimal pemanfaatannya maka pengelolaan ZSWAF ini harus dilakukan secara professional. Lembaga-lembaga social yang bergerak mengambil,mengelola serta menyalurkan dana ZISWAF harus kredibel dan dapat dipertanggungjawaban baik dihadapan manusia terlebih kelak dihadapan Allah Swt. Persyaratan lembaga pengelolaan zakat antara lain: beragama Islam, mukallaf, amanah dan jujur, mengerti dan memahami hukum-hukum zakat, mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, dan amil zakat haruslah menjalankan tugasnya secara full time, bukan sebagai pekerjaan sambilan.

Pakar sekaligus praktisi serta Ketua BAZNAS ,Prof. DR. K.H. Didin Hafidhuddin dalam bukunya “Agar Harta Berkah dan Bertambah Zakat (2007)” setidaknya menyebutkan ada beberapa dampak dan manfaat zakat ini. Selain itu ZISWAF menurut Prof. Didin  setidaknya memiliki peran atau manfaat antara lain:

 

  1. Zakat menentaskan Mustahiq agar menjadi Muzakki.

Hal ini jelas karena zakat sudah dipastikan akan tepat sasaran, karen sasaran yang jelas. Tentunya arahnya menjadi zakat sebagaimana anjurannya yaitu produktif. Mungkin dibutuhkan badan amil zakat yang saling terintegrasi sesamanya dan pemerintah tentunya. Bersyukurnya dan salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap ummat Islam saat ini sudah ada UU Zakat yang salah satunya fungsinya menyebutkan zakat dapat menjadi pengurang pajak

 

  1. Zakat dapat menumbuhkan etos kerja.

Dengan membayar zakat seseorang akan bekerja dengan baik. karena gerakan sadar zakat ini menciptakan etos kerja yang baik. Pekerjaan yang jauh dari kata sia-sia. yah, pekerjaan yang produktif.

 

  1. Zakat menimbulkan etika atau akhlak kerja yang produktif.

Zakat yang dibayarkan wajib dengan rejeki halal, Ia tidak mungkin mencari harta haram karena tidak ada pembersihan terhadap harta haram. Dengan berzakat kita membersihkan harta haram kita agar tidak ada lagi hak orang lain.

 

  1. Zakat dapat menjadi sumber dana pembangunan.

Sebuah survey menyebutkan bahwa potensi zakat di Indonesia hingga mencapai Rp.217 triliun per tahun. Jika digali dan dikelola secara sungguh-sungguh dan professional maka potensi ini akan mampu membangun ekonomi Indonesia khsususnya ummat Islam. Kalau pemerintah bisa bersinergi dengan para  pengelola zakat (LAZ) maupun dengan badan amil tentunya potensi strategis ini akan menjadi kenyataan.

 

  1. Zakat adalah ibadah yang secara eksplisit disebutkan adanya pengelola resmi.

Dengan adanya lembaga khusus,maka penyalurannya akan lebih efektif, sehingga kemakmuran bagi masyrakat akan cepat tercapai. Prof. Didin menyebutkan, bahwa dengan melakukan sosialisasi, penguat kelembagaan, sinergi dan pendayahgunaan yang baik akan menjadi zakat memakmurkan masyarakat.

Agar harta kita bisa menjadi berkah dan senantiasa bertambah,bermanfaat serta menjadi bagian dari solusi permasalahan ummat maka mari budayakan berzakat selain sebagai panggilan ibadah juga panggilan sosial. Tentu saja langkah ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri melainkan secara berjamaah dan bersinergi dengan lembaga amil zakat terpercaya dan kredibel. Wallahu’alam. [ ]

 

 

*Penulis adalah ibu rumah tangga, pegiat dakwah dan sosial.

 

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Sly

 

Bagi Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email: [email protected].  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

 

 

 

(Visited 12 times, 1 visits today)

REKOMENDASI