Langkah Praktis Mengukur Kebutuhan Nutrisi bagi Lansia

 

Oleh: dr. Nur Fatimah, M.S., SpGK.*

Kebutuhan gizi berbeda untuk setiap kelompok usia, banyak faktor yang membedakan kebutuhan pada kelompok lanjut usia (lansia) dibanding kelompok lainnya karena adanya proses menua. Proses menua sendiri merupakan suatu rangkaian proses yang kompleks di dalam sel tubuh. Secara sederhana pada keadaan menua ini terjadi kemunduran fungsi alat tubuh yang berjalan terus sejak lahir, tetapi lebih dominan pada lansia. Fungsi tubuh apa saja yang terganggu pada proses menua khususnya pengaruhnya pada asupan makanan sehingga memengaruhi kebutuhan zat gizi akan dibahas pada setiap sistem tubuh.

iklan donasi pustaka2

Pada sistem saraf terjadi penurunan fungsi panca indera yang berakibat menurunnya  selera makan, sensitivitas rasa haus, dan sensitivitas sensasi rasa, adanya perubahan pola tidur dan menurunkan sensitivitas fungsi pencernaan.

Higiene gigi dan mulut akan menurunkan variasi makanan/zat gizi karena: mulut kering/berkurangnya air liur akan menurunkan asupan makanan kering, gigi tanggal/infeksi akan menurunkan asupan makanan yang perlu lama dikunyah misalnya daging, buah, dan sayur. Demikian juga mulai timbul kesulitan menelan berpengaruh terhadap penurunan jumlah makanan.

Pada sistem pencernaan sendiri terdapat beberapa faktor yang berberan penting terhadap asupan makanan maupun kesehatan organ tubuh lainnya seperti:

  • Sensitif terhadap makanan/minuman yang mengandung gula laktosa akan menurunkan bahan makanan sumber sumber kalsim sehingga akan meningkatkan risiko osteoporosis.
  • Berkurangnya asam lambung akan mengganggu proses pencernaan.
  • Terjadi penurunan penyerapan vitamin B12 yang berfungsi pada pematangan sel sehingga meningkatkan risiko salah satu jenis anemia.
  • Aktivitas vitamin D menurun akan semakin meningkatkan risiko osteoporosis.
  • Sembelit yang sering terjadi banyak disebabkan karena kurang asupan cairan serta, aktivitas fisik.

Berkurangnya pengontrolan proses biokimia dalam tubuh secara perlahan akan menurunkan toleransi pengendalian gula darah sehingga kadar gula darah sedikit demi sedikit akan meningkat, demikian juga kebutuhan energi yang menurun yang disertai aktivitas fisik berkurang akan meningkatkan risiko obesitas.

Kadar lemak darah yang terus meningkat  terjadi karena kontrol asupan makanan yang kurang merupakan salah satu faktor yang memicu hipertensi dan penyakit jantung koroner. Penurunan fungsi ginjal pada lansia akan meningkatkan risiko dehidrasi. Proses menua pada otot terjadi karena perubahan komposisi tubuh dengan meningkatnya massa lemak dan menurunnya massa bebas lemak seperti otot, air, dan tulang. Menurunnya fungsi sisitem kekebalan tubuh juga akan meningkatkan risiko infeksi.

Faktor psikososial seperti menuanya kemampuan melakukan aktivitas rutin, berkurangnya relasi/teman, merasa tidak berguna dan ketergantungan yang tinggal dengan orang lain secara langsung dapat memengaruhi selera dan asupan makan Terdapat beberapa kriteria sehat untuk usia lanjut yang disusun cukup sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat antara lain:

  1. Mencapai berat badan ideal.
  2. Makan 2 porsi buah/hari
  3. Makan 3 porsi sayur/hari.
  4. Makan karbohidrat dari jenis karbohidrat kompleks/tinggi serat.
  5. Mengurangi asupan lemak.
  6. Menjaga asupan sumber kalsium cukup.

Untuk memenuhi kebutuhan protein yang berfungsi untuk pemeliharaan dan mempertahankan kekebalan tubuh adalah dengan mengkonsumsi bahan makanan sumber, seperti telur, ikan, daging, susu, kacang-kacangan dan produknya, frekuansi makan cukup 3 x 1 porsi ( 1 potong sedang), hindari protein dengan kadar lemak tinggi seperti gajih, jeroan, kulit, daging berlemak, atau porsi  berlebih.

Pemenuhan kebutuhan karbohidrat, dengan mengkonsumsi karbohidrat yang tinggi serat 3 porsi sehari, cukup serat dan membatasi karbohidrat sederhana seperti gula. Kebutuhan lemak terutama untuk lemak yang tidak dapat dibentuk tubuh dan penting untuk kekebalan tubuh. Sumber lemak dalam makanan sendiri cukup luas antara lain semua sumber protein hewani dan nabati termasuk minyak dari efek pengolahan. Sebaiknya mulai membatasi porsi berlebih dari makanan utama dan snack/makanan kecil sebagai selingan.

Kebutuhan mineral terutama kalsium dan mineral seng yang kurang berhubungan dengan risiko osteoporosis, menurunnya fungsi kekebalan tubuh, menurunnya indera perasa. Contoh bahan makanan sumber mineral yang mudah didapat antara lain susu dan produknya, ikan yang dimakan dengan tulangnya serta ikan laut.

Sementara kebutuhan vitamin pada orang lansia berhubungan dengan berbagai risiko penyakit lain seperti:

  • Vitamin C: kebutuhan meningkat karerna efek obat-obatan,rokok, stres, vitamin C terdapat banyak dalam buah-buahan dan sayuran segar.
  • Vitamin D untuk menyokong penulangan, seperti susu dan telur.
  • Vitamin B untuk mencegah anemia, membantu pembentukan energi, dan membantu pematangan sel, contoh: ikan, daging, kacang-kacangan.
  • Faktor lain yang cukup berpengaruh pada pemenuhan asupan makanan antara lain: kepadatan makanan, porsi makanan, frekuensi makan, aktivitas rutin dan pergaulan. Aktivitas fisik juga perlu secara rutin dilakukan untuk menunjang kebugaran dan stamina tubuh, aktivitas dapat dilakukan 2-3 kali perminggu dengan variasi sekitar 8 gerakan yang berbeda dan dilakukan 8-12 kali pengulangan selama 30 menit/ hari.

Setelah sedikit mengupas tentang kondisi tubuh dan pengaruhnya pada kesehatan lansia, timbul pertanyaan bagaimana kondisi kita? Di bawah ini ada kriteria sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat sebelum diperiksa secara medis yang disusun oleh WHO untuk mendeteksi awal secara mudah.

KRITERIA JAWABAN YA
Saya mempunyai penyakit yang memengaruhi asupan makanan saya 2
Saya makan kurang dari 2 kali per hari 3
Saya makan hanya sedikit sayur, buah, susu dan produknya 2
Saya minum minuman beralkohol lebih dari 3 kali per hari 2
Saya mempunyai masalah makan yang memengaruhi asupan makanan saya 2
Saya tidak mampu untuk menyediakan makanan sesuai kebutuhan 4
Saya selalu makan sendiri 1
Saya mengkonsumsi lebih dari 3 macam obat per hari 1
Saya tidak mampu untuk melakukan aktivitas rutin 2
Tanpa diinginkanpun, saya kehilangan berat badan 2

Skor:

  • 0 – 2 : Baik, cek tiap 6 bulan
  • 3-5    : Risiko sedang, perbaiki pola makan, kebiasaan hidup, cek  setiap 3 bulan.
  • 6/>    : Risiko tinggi, cek ke dokter. Semoga bermanfaat. [ ]

 

*Penulis adalah konsultan gizi dan penulis buku.

 

Editor: Iman

Editor Bahasa: Desi

Ilustrasi foto: Norman

 

Bagi Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email: [email protected].  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

(Visited 4 times, 1 visits today)

REKOMENDASI