Apa Perbedaan Ruqyah di Zaman Rasul dan Sekarang?

alquran

Mendengar kata ruqyah, bayangan Sobat MapiOnline biasanya akan langsung tertuju pada cara penyembuhan melalui doa-doa.   Praktik pengobatan ini  sudah ada sejak zaman dahulu di masa kepemimpinan Rasululah.  Namun sayangnya,  praktik ruqyah berdasarkan sunnah Nabi tidak banyak dilakukan oleh umat Islam saat ini.

Pertanyaan lain pun kemudian muncul, apakah sama praktik meruqyah sekarang dengan praktik meruqyah pada zaman Rasul saw.? Apa sebenarnya persamaan dan perbedaan ruqyah pada zaman Rasul dengan ruqyah yang dikenal  pada zaman sekarang.  Simak pembahasannya dalam paparan berikut ini  :

Persamaan:
• Baik pada zaman Rasul saw. maupun sekarang bacaan ruqyah diambil dari ayat-ayat Al -Qur’an dan doa-doa yang ma’tsur dari Rasulullah saw.
• Baik pada zaman Rasul saw. maupun sekarang, ruqyah berguna untuk mengobati orang yang terkena gangguan jin.

Perbedaan:

1. Ruqyah pada zaman Rasul saw. sering atau pada umumnya digunakan untuk mengatasi penyakit fisik, sedangkan ruqyah pada zaman sekarang umumnya hanya digunakan untuk penyakit yang berkaitan dengan gangguan jin. Tidak terdengar sebutan roqi (peruqyah) yang ditujukan kepada orang yang suka mengobati penyakit fisik. Jika ada, maka doa yang dibacakan orang tersebut untuk mengobati seorang penderita tidak biasa disebut ruqyah dan pelakunya pun tidak dikenal sebagai ahli ruqyah, apalagi sampai membuka praktik atau klinik ruqyah. Padahal, langkah itulah yang lebih tepat dan sesuai dengan praktik sahabat Rasulullah saw.

2. Praktik ruqyah pada zaman Rasul saw. tidak mengalami proses kesurupan, sedangkan ruqyah pada zaman sekarang sering dilakukan melalui proses kesurupan, yaitu praktik ruqyah yang ditujukan kepada orang sadar. Karena mendengar bacaan ruqyah maka orang sadar tersebut terkena kesurupan lalu dia sembuh setelah menjalani ruqyah berikutnya. Sungguh cara ini sulit diterima baik menurut tinjauan aqidah dan syariah maupun akal sehat.

3. Banyak orang sadar dan sehat yang diruqyah pada zaman sekarang mengalami ketegangan dan berteriak dengan mengeluarkan kata-kata yang di luar kebiasaan sedangkan pada zaman Rasulullah saw. hal tersebut tidak pernah terjadi.

4. Sering terjadi kesurupan pada zaman sekarang karena menyaksikan ruqyah yang dilakukan terhadap orang lain, sedangkan pada zaman Rasulullah saw. tidak pernah ada ruqyah berkesinambungan akibat bermunculannya kesurupan atau kesurupan menular.

5. Pada zaman sekarang sering terjadi ruqyah untuk kesurupan massal sedangkan pada zaman Rasul saw. tidak pernah terjadi.

6. Sekarang ada ruqyah secara tidak langsung yaitu dengan menggunakan alat elektronik (kaset) sedangkan pada zaman Rasul saw. ruqyah hanyalah komunikasi seorang hamba dengan Allah.

7. Sekarang ruqyah dijadikan sebagai mata pencaharian atau profesi sedang pada zaman Rasul saw. tidak seorang pun dari kalangan para shabat yang
berprofesi sebagai ahli ruqyah.

8. Pada zaman sekarang banyak klinik ruqyah dengan menentukan tarif pembayaran, sedangkan pada zaman Rasul saw. tidak ada orang yang mengambil profesi sebagai peruqyah apalagi menentukan tarif bayaran.

9. Imbalan yang diterima sahabat dahulu berbeda dengan pembayaran yang ditetapkan peruqyah zaman sekarang. Sahabat meruqyah penyakit fisik yang biasa diobati dokter sehingga pembayarannya pun dapat dipahami karena jika dia berobat ke dokter akan membayar. Berbeda dengan pembayaran yang diterima peruqyah sekarang karena pengobatan dari kesurupan yang sulit dibuktikan penyakit apakah yang diobati itu. Terkadang, dengan sembuhnya seseorang dari kesurupan maka yang lain terkena kesurupan yang sama. Sungguh hal ini memberi arti bahwa kesembuhan tersebut tidak dapat diketahui secara terukur. Benarkah kesembuhan itu tercapai atau memindahkan penyakit dari seorang penderita kepada penderita lainnya yang menambah pekerjaan bagi peruqyah?

*Disarikan dari Buku SETAN PUN HAFAL AL QURAN, karYa  Ustadz Syaiful Islam Mubarak

Editor Bahasa: Desi

(Visited 67 times, 2 visits today)

REKOMENDASI