Di Rumah Walikota Bandung, MT Ekonomi Syariah Kaji Etika Bisnis Dalam Islam

Majelis Taklim Ekonomi Syariah (MTES) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jabar bekerja sama dengan Fakultas Syariah Unisba, kembali mengadakan kajian rutin. Untuk kesempatan bulan ini kegiatan dilaksanakan di “Rumah Botol” ( rumah Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil) kawasan Cigadung, Kota Bandung, Jumat (12/2/2016).

Hadir sebagai narasumber Panji Adam, S.Sy., M.H. (dosen Fakultas Syariah Unisba) yang membahas tentang “Etika Bisnis Dalam Islam“. Dalam paparannya, Panji menyebutkan bahwa pada prinsipnya berbisnis atau berwirausaha adalah sunnah Rasulullah Saw. Namun, demikian yang perlu diperhatikan bahwa berbisnis bisa jatuh kepada haram jika mengindahkan kaidah atau tuntutan syariat Islam.

promooktober1

“Berbisnis memang halal dan diperbolehkan dalam Islam. Namun, bisa menjadi terlarang bahkan jatuh haram jika yang dijual barang haram atau barangnya halal tetapi dilakukan dengan cara-cara menipu, berbohong atau cara licik lainnya yang dilarang dalam Islam,” paparnya.

Ia menambahkan, sebagai seorang muslim dalam berbisnis harus meniru atau meneladani sosok Rasulullah Saw. Sebagai contoh utama, karena beliau juga seorang pebisnis yang handal dan sukses. Selain itu, secara garis besar tentang prinsip-prinsip moral yang harus dipegang teguh oleh seorang pebisnis muslim, antara lain:

1. Niat yang ikhlas
Keikhlasan adalah perkara yang amat menentukan. Dengan niat yang ikhlas, semua bentuk pekerjaan yang berbentuk kebiasaan bisa bernilai ibadah. Dengan kata lain aktivitas usaha yang kita lakukan bukan semata-mata urusan harta dan perut tapi berkaitan erat dengan urusan akhirat.

Allah Swt. telah menegaskan bahwa tujuan manusia hakekatnya diciptakan di muka bumi adalah untuk beribadah kepada-Nya,

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu” (Q.S. Az-Zariyat [51]: 56).

Selain itu juga, dengan niat tentunya semua aktivitas kita di dunia tidak lepas dari tujuan itu pula. Rasulullah Saw. bersabda “Sesungguhnya amalan itu dengan niatnya…”  Untuk itu hendaknya dalam berbisnis harus berniat untuk mencari ridho Allah dan kemaslahatan sesama bukan semata untuk mencari keuntungan duniawi.

2. Akhlak yang mulia
Menjaga sikap dan perilaku dalam berbisnis adalah prinsip penting bagi seorang pebisnis muslim. Ini karena Islam sangat menekankan perilaku (akhlak) yang baik dalam setiap kesempatan, termasuk dala berbisnis. Akhlak mulia dalam berbisnis ditekankan oleh Rasulullah Saw. dalam sabdanya,

Seorang pedagang yang jujur dan dapat dipercaya akan dikumpulkan bersama para nabi, para shiddiq, dan orang-orang yang mati syahid. Dalam kesempatan lain Rasulullah bersabda “Semoga Allah memberi rahmatNya kepada orang yang suka memberi kelonggaran kepada orang lain ketika menjual, membeli atau menagih hutang” (Shahih Bukhari).

Di antara akhlak mulia dalam berbisnis adalah menepati janji, jujur, memenuhi hak orang lain, bersikap toleran, dan suka memberi kelonggaran. Jujur mengatakan akan keadaan barang yang hendak dijualnya, tidak mengatakan barang bagus tetapi sejatinya barangnya rusak.

3. Usaha yang halal
Seorang pebisnis muslim tentunya tidak ingin jika darah dagingnya tumbuh dari barang haram, ia pun tak ingin memberi makan keluaraganya dari sumber yang haram karena akan sungguh berat konsekuensinya di akhirat nanti. Dengan begitu, ia akan selalu berhati-hati dan berusaha melakuan usaha sebatas yang dibolehkan oleh Allah  dan Rasul-Nya.

Usaha halal dalam hal ini adalah halal barangnya dan halal (sesuai syariat) cara menjalankannya. Hal ini pentiing mengingat di zaman sekarang ini banyak orang berjualan atau berbisnis dengan prinsip yang penting laku dengan untung besar, padahal dengan menggunakan cara curang dan menipu. Seorang pebisnis muslim harus menghindari cara-cara demikian.

Kajian MTES ini dihadiri sekira 100 muslimah dari berbagai wilayah di Kota Bandung. Diharapkan dengan adanya kajian tentang bisnis islami ini dapat membangun kesadaran dalam menumbuhkan calon wirausahawan muslim yang handal dan tangguh tapi dalam koridor syariat Islam. Sisi ekonomi atau bisnis ini perlu dibangun untuk kemandirian dan ketahanan ummat Islam.  [ ]

Rep: Iman

Editor: Candra
Editor Bahasa: Agung

 

(Visited 3 times, 1 visits today)

REKOMENDASI