Dewan Dakwah dan Ormas Islam Jabar Ajak Masyarakat Hadang LGBT

 

Azab yang menimpa kaum Sodom (kaumnya Nabi Luth) karena melakukan perbuatan keji yakni mengerjakan liwath (homoseksual) seharusnya menjadi pelajaran bagi peradaban manusia sesudahnya khususnya ummat Islam. Jika perbuatan tersebut berulang saat ini dalam berbagai bentuk dan praktiknya, maka sangat memungkinkan azab tersebut pun akan berulang kembali.

“Ummat Islam harus menjadi kelompok atau golongan yang menolak sekaligus melawan perilaku yang sekarang muncul dengan istilah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Dalam Islam hukum perilaku menyimpang tersebut jelas haramnya, demikian juga dari sisi moralitas, sosial, dan peradaban tidak ada yang membenarkan,” ungkap Wasekjen MIUMI, Dr. Fahmi Salim, M.A. di kantor Dewan Dakwah Jabar, Selasa (9/2/2016).

donasi perpustakaan masjid

Ia menambahkan, segala bentuk kemunkaran harus dicegah sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan dan tuntutan dakwah. Perlawan dan penghadangan kemunkaran termasuk keberadaan LGBT, sejatinya untuk kemaslatan dan keselamatan manusia secara keseluruhan. Menurut Fahmi, aneh dan tidak masuk akal jika ada orang yang mengaku berpikiran maju dan berpendidikan, namun ia mendukung perilaku orang-orang yang kembali ke zaman tidak beradab.

Untuk itu, ia mengajak ummat Islam khususnya yang aktif di ormas Islam untuk melakukan pencegahan, penghadangan, hingga melawan aktivitas amoral LGBT di mana pun berada. Beberapa langkah yang bisa dilakukan, menurut Fahmi, ummat Islam harus menjadi pelopor gerakan petisi menolak upaya kelompok LGBT yang ingin mendapat legalitas dari Negara.

“Ormas Islam dan lembaga dakwah harus membentuk pusat rehabilitasi bagi pelaku maupun korban LGBT dari sisi spiritualnya. Sementara dari sisi psikologis, mental maupun kesehatannya bisa bekerja sama dengan pihak lain untuk saling bersinergi,” imbuhnya.

Selain itu menurutnya, ummat Islam atau perwakilannya bisa melakukan upaya peninjauan kembali (yudicial review) khususnya pasal 292 KUHP tentang perzinahkan sehingga aktivitas LGBT bisa dimasukan sebagai tindakan kriminal yang mendapat sanksi hukum. Hal itu harus dilakukan karena hingga saat ini aktivitas menyimpang tersebut belum mampu dijerat secara hukum positif khususnya para penganjur dan penyebar LGBT padahal mempunyai dampak yang luas baik secara moral, sosial, hingga peradaban manusia.

“Langkah sederhana yang bisa kita lakukan, namun akan berdampak signifikan yakni boikot produk perusahaan-perusahaan yang mendukung LGBT ini. Dengan begitu mereka akan menderita kerugian secara ekonomi,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Dakwah Jabar, M. Roinul Balad dalam pengantarnya menyampaikan bahwa ummat Islam khususnya yang ada di wilayah Bandung Raya harus melawan dan menolak setiap kegiatan atau acara yang diindikasikan mengampanyekan LGBT. Hal ini sangat memungkinkan mengingat Kota Bandung menjadi salah satu ikon kota kreatif sehingga acara-acara budaya dan kesenian bisa saja ditumpangi kegiatan LGBT.

“Mohon rekan-rekan nanti bisa memantau setiap ada acara atau aktivitas yang dilakukan anak-anak muda khususnya yang dibalut dengan acara seni dan budaya. Kita tidak mencurigai bahwa setiap acara kesenia dan budaya adalah kegiatan LGBT namun sebagai antisipasi dan wujud dari kewaspadaan tidak salahnya kegiatan tersebut kita pantau,”terangnya.

Ia menambahkan sasaran perilaku LGBT adalah kalangan remaja dan anak muda maka dihimbau bagi orangtua untuk melakukan pengawasan dan pembinaan kepada putra-putrinya dengan nilai-nilai agama sehingga tidak mudah terbawa arus pergaulan bebas. Selain itu ia juga mengingatkan agar orangtua juga memantau acara-acara televise atau bacaan anak-anak yang mungkin tidak baik baginya.

“Mari selamatkan generasi masa depan bangsa, generasi muda Islam dari perilaku yang dimurkai Allah Swt. tersebut. Lindungi keluarga, tetangga, dan masyarakat dari perilaku LGBT,” ajaknya.

Acara konsolidasi ummat Islam Jabar menghadang LGBT yang diprakarsai Dewan Dakwah Jabar tersebut dihadiri sekitar 50 orang yang merupakan perwakilan ormas Islam tingkat Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut juga disepakati, bahwa dalam waktu dekat mereka akan menggelar serangkaian aksi dan orasi yang bersifat edukasi untuk penyadaran masyarakat akan bahaya LGBT. Selain itu, mereka juga akan melakukan dengar pendapat dan penyampaian aspirasi bekerja sama dengan Pemrov. Jabar, Kota Bandung, DPRD  Kota maupun Provinsi.  [ ]

 

Rep: Iman

Editor: Candra

Editor Bahasa: Desi

Foto: Ferdian

 

(Visited 14 times, 1 visits today)

REKOMENDASI