Begini Cara Menata Ruangan Rumah Secara Islami

Rumah yang memenuhi syarat bukan hanya ditentukan oleh faktor keluasan dan keindahannya, tetapi juga sangat ditentukan oleh fungsinya. Agar berfungsi sebagaimana mestinya, rumah harus ditata dengan baik, baik ruangan dalam maupun luar. Yang harus diperhatikan dalam menata ruangan ialah harus disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya, yaitu sebagai berikut.

1. Rumah berfungsi sebagai tempat ibadah. Oleh karenanya, diperlukan ruangan khusus untuk shalat. Agar shalat dapat dilakukan secara berjamaah dan tepat waktu, diperlukan lebih dari satu kamar bersuci.

iklan donasi pustaka2

2. Rumah berfungsi sebagai lembaga pendidikan. Maka, ruangan belajar dan ruang diskusi antaranggota keluarga sangat diperlukan.

3. Rumah memiliki fungsi proteksi. Maka, rumah harus memiliki fasilitas yang dapat memfilter pengaruh negatif dari luar juga dapat membentengi bahaya, baik lahir maupun batin.

4. Untuk menerapkan kedisiplinan angota keluarga, diperlukan fasilitas kamar yang memadai. Seorang pemimpin keluarga tidak bisa mendisiplinkan anggotanya dalam pergaulan bila jumlah kamar dalam rumah kurang. Jika dalam rumah tersebut anggotanya terdiri dari suami istri, anak laki-laki dan perempuan, saudara suami, dan saudara istri, ruangan dalam rumah pun harus banyak. Ruangan yang diperlukan bagi rumah yang berpenghuni demikian antara lain kamar khusus suami istri, kamar anak perempuan, kamar anak laki-laki, kamar saudara suami, dan kamar saudara istri. Jika saudara suami dan saudara istri itu berlainan jenis, kamar mandinya pun harus khusus.

5. Rumah merupakan alat penutup aurat. Maka, ruangannya pun mesti sesuai dengan ketentuan tersebut. Dalam hadits, ditetapkan bahwa setelah bergaul, suami istri harus mencuci farji sebelum tidur. Dengan demikian, kamar suami istri harus dilengkapi kamar mandi sendiri. Selain itu, karena antaraipar harus menutup aurat secara sempurna, ruangan di antara kamar mandi dan kamar tidur jangan memberikan kesempatan untuk terlihatnya aurat lawan jenis.

6. Kamar Kecil atau WC yang memenuhi syarat. Syarat tersebut antara lain sebagai berikut.

– Tidak menghadap kiblat atau membelakanginya.  Dalam hadits di atas ditegaskan bahwa ketika buang air, sebaiknya kita tidak menghadap atau membelakangi kiblat. Untuk melaksanakan hadits tersebut, kamar mandi atau wc diusahakan menghadap ke arah selain kiblat.

– Bak air berada di sebelah kanan. Dalam hadits dikatakan bahwa memegang atau menggosok kelamin ketika bersuci setelah buang air tidak boleh dengan tangan kanan, tapi hendaknya dengan tangan kiri. Dengan demikian, tangan kanan mengiri (?) sedangkan tangan kiri menggosok. Impliksinya, bak air diletakkan di sebelah kanan kloset.

7. Ruang masak atau dapur dan tempat cuci terletak di daerah yang tidak bisa dilihat langsung dari ruang tamu. Jika dapur atau tempat cuci bisa dilihat dari ruang tamu, yang memasak dan yang mencuci harus berjilbab tatkala ada tamu.

8. Dalam hadits , ditegaskan bahwa seseorang yang hendak bertamu dilarang melihat ke dalam rumah. Untuk melaksanakan ketentuan tersebut, sebaiknya kaca yang digunakan dalam rumah adalah kaca riben (kaca film) yang tidak bisa tembus pandang dari luar.

9. Dalam hadits, dikatakan bahwa malaikat tidak akan masuk rumah yang memiliki anjing, patung, atau gambar yang mengganggu zikir kepada Allah swt. Gambar atau lukisan yang diletakkan dalam rumah sebaiknya mengandung unsur edukatif. Jangan meletakkan gambar yang mengundang anggota keluarga untuk bertindak negatif.

Ditinjau dari fungsi rumah, fasilitas lain seperti ruang untuk shalat, ruang belajar, istirahat, rekreasi, komunikasi, dan keamanan juga harus tersedia.

(Disarikan dari Buku Feng Shui Islam, Etika Perumahan &  Wisata, Telaah Tafsir Al Quran dan Hadits  tentang Perumahan, Etika Bertetangga, Berwisata, dan Bertamu, Penulis : H.U.Saifuddin, ASM)

(Visited 31 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment