Waspadai Batu Ginjal pada Anak-Anak, Gejala dan Penanganannya (bag. 2 )

oleh Eddy Fadlyana, dr., SpAK., M.Kes.*

Bagi sebagian orangtua mungkin akan terkejut dan tidak percaya jika anaknya yang buang air kecil (BAK) merasa kesakitan divonis terkena batu ginjal. Hal ini karena kurangnya pengetahuan bahwa penyakit batu ginjal bisa terjadi pada anak-anak. Umumnya penyakit ini terjadi pada orang dewasa atau malah mendekati tua sehingga akan terasa aneh jika terjadi pada anak-anak.

promooktober

Batu ginjal sendiri merupakan proses pengkristalan material di dalam urin (air kemih). Batu-batu ini bisa terbentuk di ginjal atau di bagian lain pada saluran kemih. Sebagaimana diketahui, fungsi ginjal adalah membuang zat yang tidak diperlukan (sampah) dari dalam tubuh yang berbentuk cairan kemudian keluar berupa urin. Ginjal juga berfungsi menyeimbangkan kadar air dan garam dalam darah. Ada beberapa jenis batu ginjal, jenis yang paling umum biasanya terbentuk dari kalsium bersama dengan oksalat atau fosfat. Jenis batu ginjal lainnya terbentuk dari asam urat, struvite, dan/atau sistin.

Diagnosis
Selain bertanya mengenai gejala dan riwayat kesehatan anak Anda serta melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan berikut.

  1. KUB (kidney, ureter, bladder) – X-ray yang menggunakan radiasi untuk melihat saluran kemih.
  2. USG – pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara untuk memeriksa ginjal.
  3. Intravenous pyelogram
  4. Spiral CT scan – jenis X-ray yang menggunakan komputer untuk mendapatkan gambar bagian dari ginjal.
  5. (IVP) – X-ray khusus untuk mendapatkan gambar dari sistem urinal (tidak umum lagi digunakan saat ini).
  6. Pemeriksaan urin 24 jam – untuk memeriksa banyak faktor, seperti: kadar kalsium, fosfor, asam urat, oksalat dan sitrat.

Pengobatan
Secara umum pengobatan batu ginjal tidak jauh berbeda dengan orang dewasa, tetapi pengobatan batu ginjal pada anak-anak tergantung dari lokasi dan ukurannya. Namun, secara umum pengobatan batu ginjal pada anak menggunakan beberapa media sebagai berikut.

1. Air
Sebagaimana diketahui, air merupakan media yang alami untuk terapi dan sarana untuk mengeluarkan toksin (racun) dalam tubuh. Demikian juga dengan penyakit batu ginjal. Untuk batu ginjal yang ukurannya masih  kecil, anak sebaiknya mengonsumsi air dengan banyak supaya membantu mengeluarkan batu ginjal dari tubuhnya melalui urin. Dokter mungkin akan memberikan semacam wadah khusus untuk menampung batu ginjal yang keluar untuk kemudian dianalisis. Jika anak kesulitan dalam mengonsumsi cairan atau jika batu tidak berhasil keluar, mungkin dia perlu dirawat di rumah sakit guna mendapatkan cairan tambahan dalam pembuluh darahnya. Dokter juga mungkin akan memberikan obat anti-nyeri dan antibiotik kepada anak sampai batu ginjal tersebut keluar.

2. Operasi
Operasi mungkin dianggap sebagai tindakan alternatif terakhir yang harus dijalani seorang yang tengah menderita penyakit batu ginjal termasuk pada anak. Tindakan operasi mungkin akan diperlukan pada batu ginjal yang berukuran sangat besar. Kemungkinan tindakan ini akan menyebabkan pendarahan atau kerusakan pada  ginjal, menyebabkan infeksi, dan dapat memblokir saluran kemih serta tidak dapat keluar sendiri setelah ragam cara alami dilakukan.

Pencegahan
Ada kata bijak yang patut kita ambil manfaat dan hikmahnya yakni “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Apabila anak pernah terkena batu ginjal, risiko untuk terkena batu ginjal lagi semakin besar. Sebelum hal ini terjadi, ada baiknya melakukan beberapa langkah untuk mencegahnya. Berikut adalah cara untuk mencegah terjadinya kembali batu ginjal pada anak.

  1. Biasakan anak minum banyak cairan, terutama air putih. Lalu, hindari minuman bersoda.
  2. Pastikan anak-anak tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam yang berlebihan misalnya keripik, kentang goreng, daging olahan, mie instan, dan jajanan yang rasanya gurih.
  3. Berikan kalsium secukupnya. Lebih aman sesuaikan dengan kebutuhannya.
  4. Jika anak mengalami obesitas, terapkan langkah-langkah mengatasi obesitas pada anak-anak dan berkonsultasilah dengan dokter untuk upaya penurunan berat badannya.

Apapun yang telah dilakukan, sebenarnya tindakan pencegahan dirasa lebih murah dan mudah untuk dilakukan. Namun, yang dibutuhkan adalah komitmen dari ayah bunda untuk senantiasa hidup sehat bersama buah hati tercinta. Pola hidup sehat secara sederhana adalah menyeimbangkan antara kebutuhan jasmani dan rohani. Sebagai muslim, teladan hidup sehat adalah apa yang Rasulullah Saw lakukan semasa hidupnya. Hal-hal yang dilakukan oleh Rasul perlu kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat. [ ]

*Penulis adalah konsultan tumbuh kembang anak dan penulis buku.

Editor: Iman
Editor Bahasa: Agung
Ilustrasi foto: Norman

 

Bagi Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email: [email protected].  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

 

(Visited 9 times, 1 visits today)

REKOMENDASI