Waspadai Batu Ginjal pada Anak-Anak, Gejala dan Penanganannya (bag. 1)

oleh Eddy Fadlyana, dr., SpAK., M.Kes.*

Bagi sebagian orangtua mungkin akan terkejut dan tidak percaya jika anaknya yang buang air kecil (BAK) merasa kesakitan divonis terkena batu ginjal. Hal ini karena kurangnya pengetahuan bahwa penyakit batu ginjal bisa terjadi pada anak-anak. Umumnya penyakit ini terjadi pada orang dewasa atau malah mendekati tua sehingga akan terasa aneh jika terjadi pada anak-anak.

promooktober

Batu ginjal sendiri merupakan proses pengkristalan material di dalam urin (air kemih). Batu-batu ini bisa terbentuk di ginjal atau di bagian lain pada saluran kemih. Sebagaimana diketahui, fungsi ginjal adalah membuang zat yang tidak diperlukan (sampah) dari dalam tubuh yang berbentuk cairan kemudian keluar berupa urin. Ginjal juga berfungsi menyeimbangkan kadar air dan garam dalam darah. Ada beberapa jenis batu ginjal, jenis yang paling umum biasanya terbentuk dari kalsium bersama dengan oksalat atau fosfat. Jenis batu ginjal lainnya terbentuk dari asam urat, struvite, dan/atau sistin.

Sementara itu, ada beberapa hal yang perlu diketahui orang tua apa saja faktor yang bisa menjadi penyebab munculnya batu ginjal pada anak-anak. Faktor-faktor tersebut seperti, kadar oksalat, kadar kalsium, dan kadar asam urat dalam urin tinggi. Adanya bakteri dalam tubuh khususnya di daerah pencernaan juga diyakini dapat memicu munculnya batu ginjal. Selain itu, adanya kelainan mekanisme tubuh dalam mengelola sistin atau adanya benda asing di saluran kemih seperti stent atau kateter juga menjadi pemicu adanya batu ginjal pada anak.

Faktor risiko munculnya batu ginjal pada anak
Kiranya para orangtua perlu memperhatikan pola makan maupun jajanan yang kerap dikonsumsi anak-anaknya. Faktor-faktor di bawah ini diyakini dapat meningkatkan risiko anak terkena batu ginjal.

1. Dehidrasi – tidak mengonsumsi cukup cairan
Anak-anak ketika asik bermain dengan teman-temannya atau pun bermain game di rumah, terkadang lupa untuk sekadar makan dan minum dalam beberapa lamanya. Hal ini dapat dicegah dengan cara orang tua selalu mengingatkan saat ia asik bermain. Selain itu, ada baiknya saat ia bermain di luar rumah, sang anak diberi bekal air minum dalam botol.

2. Mengonsumsi makanan yang mengandung garam berlebihan
Orangtua perlu memperhatikan jajanan anak-anak yang dijual bebas dengan kadar garam yang tinggi. Biasanya jajanan yang dijual bebas di warung atau para pedagang asongan mempunyai rasa yang gurih dengan tambahan perasa maupun garam yang tidak sesuai dengan kebutuhan garam anak-anak. Hal ini dapat dicegah dengan cara memberi bekal makanan dari rumah yang dibuatkan oleh Ibu. Selain sehat, bekal makanan dari rumah akan menghemat uang jajan.

3. Kandungan mineral pada air minum anak
Hal ini sama dengan paparan yang dijelaskan di atas, di mana saat ini banyak minuman dalam kemasan (gelas, platik, dan sebagainya) yang dijual di warung atau supermarket sekalipun belumlah bisa dianggap aman. Anak-anak biasanya menyukai rasa dari berbagai minuman yang dijual tersebut, sementara komposisi atau kandungannya tidak sehat.

4. Anggota keluarga lain ada yang terkena batu ginjal (genetik)
Jika ada anggota keluarga yang mempunyai batu ginjal sebelumnya, maka orangtua perlu mewaspadai hal tesebut, karena hal tersebut akan berdampak pada anak-anak yang masih dalam lingkup keluarga besar.

5. Sebelumnya pernah terkena batu ginjal
Anak yang pernah mengalami batu ginjal maka perlu penanganan intensif pasca pengobatan atau operasi. Bisa jadi pengobatannya belum atau tidak tuntas sehingga bisa memunculkan kambuhan.

6. Kondisi medis, seperti infeksi saluran kemih dan kondisi metabolik
Ada sebagian anak yang sudah mempunyai masalah sejak bayi seperti susah BAK atau kondisi metabolisme dalam tubuhnya yang tidak berjalan sesuai fungsinya. Jika anak mempunyai riwayat yang demikian, maka orangtua perlu menanganinya secara tuntas sehingga tidak sampai berlanjut pada batu ginjal saat ia menuju remaja (dari bayi ke masa anak-anak dan menuju masa remaja).

7. Minim aktivitas fisik
Ada sebagian anak yang mempunyai sifat malu secara berlebihan kepada orang lain. Kondisi ini akan membuat anak minim bermain dengan temannya di luar rumah. Orangtua perlu mengajak anak-anak untuk berolahraga meski hanya berjalan-jalan di lapangan atau taman kota. Jika anak malas beraktivitas, maka orangtua perlu segera mencari tahu sebabnya, apakah dia sakit, malu, atau ada hal lain berkenaan dengan teman-temannya. Sebaiknya orangtua segera berkonsultasi ke dokter atau psikolog jika mendapati anaknya malas beraktivitas.

Sebagian orangtua akan merasa berhasil mengasuh dan membesarkan buah hatinya jika anak-anaknya terlihat gendut dan menggemaskan. Namun, perlu diwaspadai jika anak mengalami kelebihan berat badan yang tidak proporsional dengan tinggi badan dan usianya. Keadaan anak yang mengalami obesitas beresiko dapat terkena batu ginjal.

Kenali gejalanya
Tidak semua penyakit mempunyai tanda atau gejala yang mudah dilihat/dideteksi baik oleh orang yang mengalami sakit maupun orang terdekatnya (keluarga). Demikian juga dengan batu ginjal ini, pada sebagian anak yang telah menderita batu ginjal terkadang tidak menimbulkan gejala yang berarti. Namun demikian, orangtua perlu hati-hati jika mendapati anaknya seperti hal-hal yang akan disebutkan berikut.

1. Sakit hebat di sisi atau pertengahan tubuh atau punggung bawah yang terjadi secara tiba-tiba
Jika anak mengalami hal demikian secara tiba-tiba maka orangtua perlu segara menanyakan kepadanya secara pelan dan jangan panik. Kepanikan dan sedikit sikap marah orangtua akan membuat sang anak merasa takut untuk bercerita dan menyembunyikan sakitnya.

2. Nyeri di sekitar perut atau selangkangan
Demikian juga dengan gejala ini. Jika anak mengalaminya maka perlu ditanyakan, apakah sakitnya karena jatuh, terkena benda tumpul, atau sebab lain. Jika ia menjawab tidak terkena apa–apa atau mendadak sakit, maka orangtua ada baiknya segera memeriksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab sakitnya.

3. Mual atau muntah
Mual atau muntah bisa disebabkan karena lambung yang tidak mau menerima makanan atau bisa karena masuk angin atau karena batuk. Namun, jika tiba-tiba anak merasa mual dan muntah tanpa sebab sakit, maka orangtua harus segera mencari penyebabnya, bisa jadi ini adalah gejala awal anak terkena batu ginjal.

4. Terdapat darah dalam urin
Demikian juga dengan kondisi ini. Ada baiknya orangtua perlu mengantar dan memperhatikan saat anak buang air kecil di kamar mandi. Meski darah dalam air kencing tersebut sedikit, maka orangtua tetap harus waspada dan segera konsultasi ke dokter.

5. Rasa panas/terbakar saat buang air kecil
Biasanya anak akan menangis hebat saat batu ginjal telah membesar sehingga akan menyulitkan saat ia buang air kecil. Jika ini sudah ia rasakan, maka orangtua jangan tunggu lagi dan sebaiknya membawanya ke dokter untuk mendapat diagnosis lebih akurat dan penanganan sedini mungkin.

Saat anak hendak terkena flu atau kelelahan usai berolahraga atau bermain, maka pada malam harinya ada sebagian anak yang mengalami demam. Namun, jika demam tersebut berkelanjutan dan bukan karena flu atau sakit lainnya, maka orangtua harus segera memeriksakan ke dokter. Hal ini untuk mendeteksi apakah demamnya tersebut karena gejala batu ginjal dalam kantung kemihnya atau bukan.

6. Infeksi saluran kemih yang berulang kali terjadi
Infeksi saluran kemih adalah salah satu potensi terjadinya batu ginjal pada anak. Untuk itu jika anak mempunyai riwayat pernah terkena infeksi saluran kemih, maka orangtua perlu segera waspada. Penanganan dan pengobatan secara tuntas akan memperkecil risiko anak terkena batu ginjal. [Bersambung…..]

*Penulis adalah konsultan tumbuh kembang anak dan penulis buku.

Editor: Iman
Editor Bahasa: Agung
Ilustrasi foto: Norman

 

Bagi Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email: [email protected].  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

(Visited 11 times, 1 visits today)

REKOMENDASI