Ini Resep Keluarga Harmonis Ala Eppi “Kang Mus” Kusnandar

 

 

 

 

Eppi Kusnandar lahir di Garut 1 Mei 1964 adalah aktor Indonesia berdarah Sunda. Eppi telah aktif di teater sejak masih duduk di bangku sekolah. Ia mulai dikenal masyarakat  lewat film Petualangan Sherina (2000) kemudian berlanjut melejit dalam serial komedi Suami-suami Takut Istri. Karakternya dikenal masyarakat luas khususnya di tatar Pasundan lewat perannya sebagai Muslihat (Kang Mus) dalam serial drama Preman Pensiun bersama aktor kawakan almarhum Didi Petet.

Kang Evi mengaku bahwa dirinya selalu berusaha menjadi kepala rumah tangga yang bisa mengayomi keluarganya, selain sebagai suami yang bertanggung jawab penuh dalam mencari nafkah. Bicara masalah rumah tangga, Evi mengaku tak luput dari percekcokan dengan istri meski tak sampai gontok-gontokan. Ingin tahu bagaimana Kang Mus menyelesaikan masalah dalam rumah tangganya? Atau bagaimana tanggapannya terhadap KDRT? Berikut petikan wawancaranya  bersama kru mapi beberapa lalu.

iklan donasi pustaka2

 

Sebagai imam dalam keluarga, bagaimana Anda menanggapi kekerasan dalam rumah tangga?

Sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Saw., pemimpin keluarga dianjurkan untuk menebarkan kasih sayang dan prinsip keadilan kepada seluruh keluarga. Maka kekerasan dalam rumah tangga adalah tindakan yang sudah melewati batas, apalagi kekerasan yang membuat istri atau anak-anak kita trauma. Saya sendiri berupaya untuk menghindari tindakan kekerasan kepada istri maupun anak, mengingat, saya menyadari betapa buruknya tindakan kekerasan yang terjadi dalam lingkungan keluarga.

Sebagai suami, bagaimana cara Anda menghindari KDRT?

Percekcokan atau marah-marahan dengan istri sesuatu hal yang tidak aneh dalam rumah tangga. Saya sendiri sebagai suami pernah mengalami kesal dan marah kepada istri, tetapi sebisa mungkin saya jauhkan dan hindari untuk melakukan tindakan kekerasan itu. Saya berusaha redam dengan segera pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, sebab dengan cara ini kita bisa alihkan kekuatan untuk memukul, membentak, atau dorongan dari nafsu setan, seperti keinginan untuk marah-marah.

Segera istighfar pun menjadi obat peredam dalam menghindari tindakan-tindakan tak layak kepada istri. Karena nafsu yang kadang-kadang begitu cepat datangnya, kekesalan itu tanpa sadar memunculkan refleks untuk menampar sebagai pelampiasan kemarahan. Tidak dipungkuri, sudah lama, saya pernah menampar. Saya pernah mengalami itu, betapa menyesalnya saya, tetapi sekarang saya sudah perbaiki dengan tindakan yang lebih santun dan terhormat.

Ke mana saya mengalihkannya? Ya, saya menendang pintu atau memukul meja dengan tangan, sampai saya harus pergi ke tukang urut, daripada saya harus nonjok muka istri, yang akhirnya nanti bisa panjang ceritanya. Bisa lari ke tindak pidana atau yang lainnya. Jadi, saya lebih baik menyiksa diri daripada menyiksa istri, dan itu amarah sesaat yang harus disiram dengan air wudhu, disejukkan hatinya. Ya, tidak salah kemudian jika ada suami takut istri, daripada menyiksa istri, kan?

Menurut pengalaman Anda, apa penyebab timbulnya KDRT itu?

Banyak hal yang dapat mengakibatkan munculnya KDRT. Boleh jadi disebabkan oleh masalah ekonomi, masalah sifat atau karakter si suami yang keras, masalah seputar anak, masalah perbedaan prinsip satu sama lainnya, masalah yang muncul dari keluarga si istri atau si suami, atau mungkin masalah cemburu, selingkuh atau menyeleweng, dan lain-lain. Tetapi di balik semua itu, kita perlu menyadari bahwa masalah agama menjadi hal pertama dan terutama. Kurangnya mengimplementasikan ajaran agama, baik yang disampaikan Al-Quran maupun hadits, menjadi semacam persoalan pokok.

Jika demikian adanya, lalu apa yang diperlukan pasangan suami istri untuk menghindari KDRT?

Tidak dapat disangkal, banyak ayat-ayat Allah Swt. yang dapat dijadikan pedoman untuk menjadikan suami maupun istri berada dalam koridor-koridor yang telah ditentukan Allah dan Rasul-Nya, yang jelas dan tegas mendatangkan pahala dunia akhirat. Begitu juga larangan-Nya, jelas akan mendatangkan siksa bagi keduanya, bagi penghuni keluarga itu sendiri.

Jadi, sebab-sebab terjadinya KDRT sebetulnya muncul dari seberapa jauh keimanan dan ketakwaan kita kepada Sang Maha Pencipta, bagaimana akhlak dari kedua pihak, istri dan suami. Bagaimana kita dapat mengelola rumah tangga agar terwujud keluarga yang diliputi dengan mawadah, rahmah, dan sakinah. Dan ini tidak mudah diwujudkan manakala suami dan istri tidak saling mendukung. Pengetahuan agama yang luas menjadi semacam pilar utama dalam menyikapi segala persoalan dalam rumah tangga.

Selain itu, sangat jarang mendengarkan siraman kalbu atau siraman rohani, lebih sering menonton film kekerasan daripada mendengarkan kuliah subuh, mungkin itu bisa juga salah satu akibat. Padahal, tidak jarang para ahli agama, ustadz memberikan dakwah, apakah metode dakwahnya atau masyarakatnya yang sudah tidak peduli dengan isi dakwahnya, atau boleh jadi kehilangan figur seorang ustadz yang patut ditiru dan digugu. Kesannya, ya terserah saja mau dengerin atau nggak, akhirnya cuek, boro-boro dia baca sendiri atau bangun subuh dengan ikhlas atau dengan niat, bila tidak ada kemauan untuk mendengarkan siraman rohani.

Bagaiamana Anda menyikapi para pelaku dan korban KDRT?

Tindakan hukum terhadap para pelaku kekerasan dalam rumah tangga harus berjalan sebagaimana mestinya. Jika terbukti di persidangan, ya, tentunya si pelaku harus mendapatkan hukuman atas perbuatannya. Tetapi jika masih memungkinkan untuk bermusyawarah dalam menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan, kenapa harus diselesaikan di meja persidangan. Kecuali si pelaku itu sendiri sudah mengarah pada tindakan kekerasan yang terus berlangsung dalam rumah tangga itu sendiri.

Menurut saya untuk korban sendiri, kiranya harus mendapatkan penanganan yang layak dan dukungan dari berbagai pihak, khususnya dari keluarga dan sanak famili. Sebab, tidak sedikit korban KDRT ini yang megalami trauma. Oleh sebab itu, sepertinya adanya UU PKDRT adalah payung hukum untuk menjerat para pelaku dan melindungi korban.

Setelah sukses dalam serial Komedi Suami-Suami Takut Istri dan Preman Pensiun apa rencana selanjutnya ?

Insya Allah akan terus bermain dalam dunia hiburan karena itu sawah ladang saya he he. Ingin menghibur orang mudah-mudahan jadi ibadah juga.

Terakhir apa nih pesannya untuk menjaga keluarga tetap harmonis?

Ya saya bukan ustadz ga bisa kasih nasehat. Intinya tetap berpegang pada ajaran agama (Islam) dalam berumahtangga,keluarga adalah salah satu sumber kebahagian hidup yang harus diraih dan dijaga. Jangan lupa tetap bedoa kepada Allah untuk tetap diberikan keluarga yang sakinah dan dijauhkan dari godaan hidup yang mungkin dapat merusak keluarga.Nikmati hidup bersama keluarga dengan rasa syukur.

 

Rep: Ahmad

Editor: Iman

 

(Visited 23 times, 1 visits today)

REKOMENDASI