Wahai Pemuda, Perhatikan Nasehat Imam Ghazali Ini Sebelum Menikah (Bagian 2)

cincin kawin

Bagi para laki-laki muslim, ada baiknya kita perhatikan nasihat ulama besar Imam Al Ghazali  dalam memilih dan menentukan calon istri. Seperti dijelaskan dalam kitab yang ditulisnya Ihya’ Ulumiddin bab Adab Nikah, Imam Al Ghazali memberikan nasehat kepada laki-laki muslim agar tidak menikahi enam tipe wanita, yaitu : Al Annanah, Al Mananah, Al Hananah, Al Haddaqah, Al Barraqah, Dan Asy Syaddaqah. Seperti apa mereka itu dan mengapa Imam Al Ghazali melarang menikahinya?. Berikut ini penjelasannya singkatnya:

 3.  Wanita Al Hananah

promooktober

Menurut Al Ghazali tipe wanita Al Hananah adalah wanita yang suka menceritakan dan membanggakan orang di masa lalu.

Wanita tipe ini hendaknya dihindari sebagai istri ,sebab jika ia janda, maka ia akan membangga-banggakan mantan suaminya dengan laki-laki yang kini menjadi suaminya. Demikian juga jika ia masih gadis, mungkin saja ia akan membangga-banggakan ayahnya dan membandingkan dengan suaminya. Atau membangga-banggakan keluarga besarnya atau temannya di hadapan suami.

Lebih parah lagi, jika ternyata ia telah mengenal atau menjalin hubungan dengan laki-laki (pacaran) sebelum menikah maka perilaku membangga-banggakan atau membandingkan mantannya di hadapan suami bisa terjadi. Kehidupan rumah tangga demikian tentu tidak baik untuk diarungi bersama pasangan hidup yang “hidup” dimasa lalu. Setiap hal yang tidak sebanding dengan yang diinginkannya,ia selalu membanggakan kebaikan orang lain yang pernah ia rasakan. Sementara kebaikan suaminya ia abaikan seakan tiada artinya.

4. Wanita Al Haddaqah

Secara gamblang Imam Al Ghazali mengartikan wanita Al Haddaqah adalah wanita yang keinginan belanjanya besar, mudah tertarik suatu barang atau produk, dan suka meminta suami membelikan dengan setengah memaksa. Pendek kata, tipe wanita ini bersifat boros dan konsumtif.

Jika wanita-wanita tipe sebelumnya menguras emosi suami, wanita tipe ini menguras kantong suami. Meskipun suaminya orang yang kaya, boros tetap tidak baik dan tidak disukai agama. Apalagi jika suaminya pas-pasan atau miskin. Betapa banyak suami yang akhirnya terperosok ke jalan haram gara-gara permintaan istri yang berlebihan serta memenuhi gaya hidup materialisme. Secara tegas Allah melarang perbuatan atau sikap boros yang disandingkan dengan temannya syaitan,

“….Janganlah menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya, para pemboros itu adalah saudara setan dan setan sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS.Al-Isra’: 26 -27)

5.  Wanita Al Barraqah

Untuk tipe ini Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa ada dua makna al Barraqah. Pertama, ia adalah tipe wanita yang suka berhias sepanjang hari. Meskipun demi tampil menawan di hadapan suami, berhias sepanjang hari termasuk sikap berlebihan. Berlebihan dalam belanja kosmetik dan berlebihan dalam pemanfaatan waktu yang mengabaikan kewajiban-kewajiban lainnya. Apalagi jika niatnya bukan untuk suami. Suka berhias untuk membuat senang suaminya adalah perbuatan terpuji namun jika dilakukan berlebihan apalagi jika harus dengan kosmetika yang mahal tentu sangat membuat pengeluaran boros. Belum lagi jika berhiasnya ketika ia hendak keluar rumah untuk mendambah percaya diri serta pujian orang lain maka hal tersebut jelas dilarang agama.

Kedua, wanita yang tidak mau makan dan suka mengurung diri sendirian. Dengan kata lain, ia tipe penyedih. Demikian juga dengan tipe wanita yang suka ngambek hingga mengurung diri di kamar ketika ada hal yang tak dipenuhinya atau tak berkenan dihatinya. Perilaku demikian tentu akan menjadikan rumah tangga tidak lagi sesuai harapan yang hendak diwujudkan bersama ketika sebelum menikah. Bagaimana keluarga bisa sakinah mawaddah wa rahmah kalau sang istri suka berbuat demikian?.

 6.  Wanita Asy Syaddaqah

Dalam penjelasannya Al Ghazali untuk tipe Asy Syaddaqah adalah tipe wanita yang suka nyinyir dan banyak bicara.

Secara umum wanita memang lebih banyak bicara ketimbang pria. Namun jika cerewet tidak ketulungan tentu akan menjadi masalah serius dalam rumah tangga. Setiap hal akan dikomentari dan komentarnya bukanlah komentar yang bermanfaat bahkan dibumbui dengan hal yang spetakuler yang mengundang sensasi. Ada hal yang wajar saja dikomentari negatif apalagi jika ada kesalahan tentu sesuatu yang buruk yang ia terima. Parahnya lagi komentar-komentar tersebut juga ia sampaikan kepada orang lain baik teman dekat,tetangga atau keluarganya, apalagi di zaman medsos sekarang ini hal tersebut sangat memungkinkan. Menikahi wanita tipe ini, sulit bagi suami menemukan kedamaian karena semua sikapnya akan menjadi sasaran komentar nyinyir sang istri. Rasulullah Saw sudah melarang ummatnya banyak bicara,

Dari Abu Sa’id Al Khudri ra. : “Rasulullah saw. masuk ke tempat shalatnya, maka beliau melihat para manusia yang sedang memperbanyak bicara. Maka beliau bersabda : “Igatlah, andaikata kamu semua memperbanyak ingat pada perkara yang memutuskan ke- lezatan, niscaya dapat menyibukkan kamu semua dari perkara yang saya lihat. Maka perbanyaklah mengingat perkara yang memutuskan kelezatan dunia yaitu mati”

Banyak bicara akan berpotensi kesleo lidah dan menimbulkan banyak dosa serta perkara negative lainnya. Bicara harus sesuai dengan keperluannya saja,jika tidak tahu maka lebih baik diam atau menahan diri untuk tidak berbicara. Apalagi yang bicarakan adalah hal yang menyangkut aib maka hal tersebut pandangan Islam adalah perbuatan tercela.

Inilah 6 tipe wanita yang sebaiknya tidak dijadikan istri atau pendamping hidup menurut Imam Ghazali. Tentu yang bisa kita pahami dari nasehat Imam Al Ghazali ,semua itu demi kebaikan dan ketentraman rumah tangga dan keluarga kelak. Bukankah tujuan menikah adalah untuk ibadah dan meraih kebahagian dunia akhirat?. Untuk itu,wahai pemuda muslim  dalam memilih istri, hendaknya engkau berhati-hati serta sebaiknya yang dinilai pertama kali adalah akhlaknya. Semoga dengan begitu, akan terbina suatu rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Wallahu’alam. [ ]

 

 

(Visited 132 times, 1 visits today)

REKOMENDASI