Polda Jabar Minta MUI Kaji 2 Buku Bupati Purwakarta

Dua buku karya Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang berjudul Spirit Budaya Kang Dedi dan Kang Dedi Menyapa secara resmi telah dilaporkan oleh sejumlah ulama Purwakarta ke Polda Jawa Barat atas dugaan terdapat unsur tindakan penistaan dan penodaan  terhadap ajaran agama Islam pada akhir tahun 2015 lalu. Guna penyidikan lebih lanjut untuk mengetahui ada tidaknya unsur penodaan agama yang dimaksud, pihak Polda Jabar telah meminta secara resmi kepada MUI Jabar untuk melakukan kajian lebih mendalam.

“Polda sudah resmi meminta kepada kita (MUI) untuk melakukan kajian terkait buku-buku yang ditulis oleh terlapor itu. Dan saya sudah membentuk tim kecil di komisi fatwa, selesai musda ini atau hari Kamis nanti kami akan mulai bersidang,” ujar Sekum MUI Jabar, Drs. H. Rafani Ahyar, M.Si. di hadapan peserta Musda MUI Jabar di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (26/1/2016).

promooktober

Pihaknya juga mengaku sudah  menganalisis substansi dari konten buku-buku tersebut. Selain itu, ia juga menjelaskan sudah menyusun beberapa hal sebagai bahan rekomendasi.

“Kesimpulannya Insya Allah sama dengan pandangan bapak-bapak sekalian, betapa menyesatkannya pandangan-pandangan dari penulis tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, jika ada pihak lain yang berpendapat berbeda dengan MUI tentang isi buku tersebut tentu hal itu dipandang dari perspektif yang berbeda dan harus dihargai. Namun, MUI juga mempunyai perspektif yang berbeda yakni adanya unsur penodaan agama Islam.

“Kita juga akan merekomendasikan pasal-pasal KUHP tentang penodaan agama. PNPS tahun 1965 oleh kita juga akan dipegang teguh,” pungkasnya.

Sebagaimana banyak diberitakan, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi telah dilaporkan sejumlah ulama Purwakarta ke Polda Jabar terkait buku tersebut. Menurut perwakilan ulama, Muhammad Syahid Joban,  buku karangan Dedi Mulyadi itu isinya banyak sekali penyimpangan dari ajaran Islam. Misalnya, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa agama adalah budaya dan budaya adalah agama. Dia menyamaratakan antara budaya dan agama. Padahal, dua hal tersebut sangatlah berbeda. Agama Islam bersumber pada wahyu Allah Swt. yang memiliki kebenaran mutlak, sementara budaya itu produk manusia.

“Lalu dia katakan orang Sunda itu tidak mengenal simbolisasi penyembahan, maksudnya orang yang bertuhan secara benar itu yang membaktikan dirinya kepada alam,  bahkan dia juga menghina Nabi Muhammad Saw. dengan menulis;  Allah memahami Rasullah sebagai kekasihnya tetapi perlakuan Allah terhadap Rasullah justru mendidiknya dan membiarkan Rasullah sengsara” ungkapnya seperti dikutip dari suara islam online.

Joban menambahkan dalam rekamannya, “Dedi juga mengatakan ‘ketika sampah mulai bersatu dengan dirinya, maka di situ sampah menjadi harum. Kenapa? Karena Allah hadir pada sampah-sampah itu,’ dan yang fatal juga dia katakan bahwa zakat itu tidak wajib bagi masyarakat, yang wajib adalah APBD sampai ke masyarakat,” [ ]

Rep: Iman

Editor: Candra

Editor Bahasa: Agung

Foto: voa-islam

(Visited 11 times, 1 visits today)

REKOMENDASI