Kemenag: Aliran Sempalan Tumbuh Subur di Jawa Barat

Rendahnya kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama mengakibatkan tumbuh suburnya aliran atau pemahaman Islam yang menyimpang dan keliru, bahkan sudah terfatwakan sesat oleh MUI. Kementerian Agama Jabar mencatat,  selama 2015 lalu  setidaknya ada 16 kasus keagamaan dan 39 aliran sempalan di Jawa Barat.

Demikian disampaikan perwakilan Kementerian Agama Jabar, Dr. H. M. Athoillah di hadapan para peserta Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Jabar ke-IX di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (26/1/2016).

promooktober

“Ini tentu bukan kabar gembira, melainkan menjadi keprihatinan bersama,” ungkap Athohillah.

Ia tidak menjelaskan, apa motif orang atau pengikut aliran sempalan tersebut hingga dapat terperangkap dalam ajaran yang menyimpang dari Islam tersebut.  Namun, pihaknya meyakini bahwa inti dari kasus-kasus tersebut adalah minim atau dangkalnya pemahaman mereka terhadap ajaran Islam yang sesungguhnya.

Dalam mengantisipasi aliran sesat, Kemenag Jabar sebenarnya memiliki tenaga penyuluh agama.  Namun,  saat ini jumlahnya masih sangat terbatas yakni  703 orang dari berbagai latar belakang pendidikan.

“Ini tentu masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan penduduk Jawa Barat yang lebih dari 40 juta jiwa di mana mayoritasnya muslim tentu tidak seimbang,” ujarnya.

Athoillah menjelaskan, selain rendahnya kualitas pemahaman dan pengamalan agama, saat ini setidaknya ada enam potensi permasalahan lainnya dalam bidang keagamaan di Jawa Barat.  Masalah  itu diantaranya, masih minimnya  kualitas tata kelola pembangunan bidang agama,  kualitas kerukunan umat beragama, pelayanan kehidupan beragama, pemanfaatan dan kualitas pengelolaan potensi ekonomi keagamaan, kualitas pelayanan penyelenggaraan haji  umrah, dan peningkatan serta pemerataan akses dan mutu pendidikan agama serta pendidikan keagamaan.

Untuk itu, pihaknya berharap peran ulama khususnya yang terhimpun dalam wadah MUI maupun para dai lapangan dapat mengatasi sekaligus menjawab permasalahan tersebut. Pihaknya juga menekankan perlunya kerja sama dan saling sinergi antar ormas Islam dan lembaga dakwah yang ada, sehingga aktivitas dakwah dalam rangka mencerdaskan umat Islam tidak dipikul atau dibebankan kepada salah satu lembaga saja.

“Data yang ada pada kami setidaknya di Jawa Barat ini tercatat ada 680 ormas Islam dan 780 lembaga dakwah. Jika semua bisa saling bersinergi, tentu ini juga salah satu potensi untuk meningkatkan kualitas keagamaan di Jawa Barat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan telah membuka Musda MUI Jabar IX pada Senin malam (25/1/1/2016). Musda yang mengusung tema “Islam Wasathiyah untuk Jawa Barat yang Lebih Maju” diikuti oleh 225 peserta yang berasal dari pengurus MUI Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat serta perwakilan ormas Islam. Agenda utama Musda sendiri akan memilih Ketua Umum MUI Jawa Barat periode 2015-2020. [ ]

Rep: Iman

Editor: Candra

Editor Bahasa: Agung

(Visited 10 times, 1 visits today)

REKOMENDASI