Rumah yang Penuh Berkah Mestinya Punya 4 Fungsi Ini (Bagian 2)

Melanjutkan tulisan bagian pertama, berikut ini adalah tiga fungsi peramahan lainnya yang harus dipenuhi agar sebuah membawa berkah bagi penghuninya :

2. Rumah sebagai suknah dan tempat rihlah atau fungsi rekreasi

promooktober1

Rumah wasi’ah juga memenuhi syarat untuk dijadikan tempat tinggal yang mendatangkan sakinah. Rasulullah Saw. bahkan menyebutkan بَيْتي جَنَّتي , yang berarti rumahku adalah surgaku. Oleh karena itu, rumah juga memiliki fungsi rekreatif yang mendatangkan kesenangan dan ketenangan surga dunia bagi penghuninya.

Allah Swt. berfirman, “Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)-nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).” (Q.S. An-Nahl 16: 80). Ayat ini memberikan gambaran tentang fungsi rumah sebagai tempat istirahat sekaligus menyebut bahan bangunan dan interiornya.

Untuk mencapai ketenangan dan kesenangan tersebut, rumah berfungsi sebagai tempat beristirahat di malam hari dan berkerja di siang hari (Q.S. An-Naba 78: 9-10), tempat makan dan minum (Q.S. An-Nur 24: 61), dan tempat menyimpan rezeki yang Allah anugerahkan (Q.S. Ali Imran 3: 49). Terpenuhi atau tidaknya fungsi ini tentu saja bergantung pada penataannya. Penataan yang baik akan membuat rumah terasa indah dan nyaman.

3. Rumah sebagai lembaga tarbiyah atau fungsi edukasi

Fungsi rumah yang ketiga ialah sebagai lembaga pendidikan (bersifat edukasi). Rumah merupakan pendidikan pertama dan utama bagi generasi penerus bangsa dan negara. Banyak sekali figur pemimpin yang muncul dari pendidikan dan pengkaderan dalam rumah dikisahkan dalam Al Quran. Nabi Musa yang demikian hebat mampu menumpas kejahatan Fir’aun, muncul dari pendidikan dalam rumah. Nabi Ismail yang demikian hebat juga merupakan hasil pendidikan Siti Hajar dalam rumahnya. Istri Rasulullah Saw. juga secara khusus diperintah Al Quran untuk mempelajari ayat-ayat Allah di rumah. Allah berfirman, “Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunah Nabi). Sesungguhnya Allah adalah Mahalembut lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al Ahzab 33: 34)

Berdasarkan ayat ini, rumah harus berfungsi sebagai tempat mengkaji dan mempelajari ayat-ayat Allah dan sunah Rasulullah Saw. Dengan demikian, rumah berfungsi sebagai lembaga pendidikan umat dalam mempelajari serta melaksanakan ayat-ayat Allah, baik yang tersirat dan tersurat dalam Al Quran dan sunah, maupun yang tersirat pada kejadian alam semesta sebagai ayat kauniah.
Sebagai lembaga pendidikan, rumah juga merupakan laboratorium pelaksanaan hukum Islam (Q.S. An-Nisa 4: 15) dan tempat mengader umat hingga berani terjun ke medan perjuangan melalui hijrah dan jihad (Q.S. An-Nisa 4: 100).

4. Rumah tempat isti’adzah atau fungsi proteksi

Allah Swt. memerintahkan setiap umat untuk berlindung kepada-Nya dari segala kejahatan makhluk, baik makhluk kasar maupun makhluk halus, sesuai dengan firman-Nya, “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (Q.S. Al Falaq 113: 1-5)

Ayat ini membimbing umat agar berlindung dari kejahatan segala makhluk, baik personal seperti orang yang hasud, pekerjaannya seperti sihir, maupun dari perubahan cuaca seperti malam yang gelap gulita.

Dalam surat An-Naas, makhluk jahatمن الجِنَّةِ والنَّاس digolongkan ke dalam golongan kasar seperti golongan manusia dan golongan halus seperti golongan jin.

Berlindung dari makhluk kasar bisa dilakukan dengan membangun rumah yang kokoh dan kuat fisiknya. Sementara, berlindung dari kejahatan makhluk halus bisa dilakukan dengan memproteksi rumah dari unsur-unsur kemaksiatan, noda, dan dosa (lihat kembali Q.S. Al Ahzab 33: 33 di atas).

Fungsi rumah sebagai proteksi juga mengandung pengertian bahwa rumah merupakan alat penutup aurat. Rumah harus dapat menutup aurat penghuninya, baik ekstern maupun intern.  Wallahualambissawab.

Sumber : Buku Feng Shui Islam, Etika Perumahan &  Wisata, Telaah Tafsir Al Quran dan Hadits  tentang Perumahan, Etika Bertetangga, Berwisata, dan Bertamu, Penulis : H.U.Saifuddin, ASM,

(Visited 8 times, 1 visits today)

REKOMENDASI