Kiat Membina Keluarga sehat

keluarga

 

Oleh: Ali K. Bhakti*

Islam mengajarkan prinsip-prinsip kesehatan, kebersihan dan kesucian lahir dan batin. Antara kesehatan jasmani dengan kesehatan rohani merupakan kesatuan sistem yang terpadu, sebab kesehatan jasmani dan rohani menjadi syarat bagi tercapainya suatu kehidupan yang sejahtera di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
Kesehatan baik jasmani atau rohani merupakan nikmat dan rahmat Allah yang setinggi-tingginya, harta benda dan jabatan tidak ada gunanya apabila jasmani dan rohani sakit. Jasmani dan rohani yang sehat merupakan pangkal kebahagiaan dan kesenangan. Berbicara mengenai kesehatan, kita bisa mengamati dan mempelajarai dari lingkungan yang paling kecil yaitu keluarga. Keluarga merupakan fondasi awal bagi manusia sebagai pembentuk fisik, emosi dan spiritual. Di sini ada peran atau tanggung jawab para pengelola keluarga dalam membina kondisi keluarga untuk menjadi lebih baik atau sehat secara jasmani dan rohani.

Berikut kiat pengelolaan dan pembinaan keluarga yang sehat :

1. Cintailah seluruh keluarga kita dengan tulus, walaupun memiliki anggota keluarga yang tidak selalu sesuai dengan keinginan kita, tetapi ini bukan berarti kita harus mengasingkan mereka. Cintai mereka atas segala keanehannya dan rangkul perbedaan mereka. Ini dilakukan terutama pada anak-anak yang mulai mengembangkan penghargaan diri dari usia remaja.

2. Komunikasi dengan seluruh keluarga terutama orang tua kita, walaupun kita tidak serumah lagi. Komunikasinya tidak selalu bertemu tiap hari. Jaga tali keluarga dengan mengunjungi orang tua sedikitnya sekali dalam seminggu, dan rencanakan menghabiskan waktu bersama-sama. Cara ini akan membuat anak-anak kita belajar betapa pentingnya keluarga.

3. Olahraga, Islam menegaskan pentingnya olahraga untuk menciptakan generasi Rabbani yang kuat dan sehat. Oleh karenanya, Islam mengajarkan setiap muslim untuk mengajarkan anak-anaknya bagaimana cara memanah, berenang, dan berkuda. Selain itu kita harus memberikan nutrisi yang baik kepada anggota keluarga kita supaya keluarga kita tetap sehat yang merupakan bagian penting dari kehidupan keluarga.

4. Habiskan waktu dengan keluarga dan jika kita tidak bisa tiap hari, luangkan waktu libur kita bersama keluarga. Buatlah tujuan menghabiskan waktu bersama anak-anak. Apakah membawa mereka ke majelis taklim, taman bermain atau membacakan mereka sebuah cerita. Waktu seperti ini penting karena akan memberikan kita kesempatan berkomunikasi sebenarnya dengan mereka.

5. Jauhkan rumah dari kekerasan seperti berteriak, membentak, dan menampar hanya mengajarkan anak-anak menyampaikan kekerasan pada orang lain. Cobalah menemukan cara kreatif untuk mendisiplinkan mereka dengan tidak melibatkan kekerasan. Mengecek kesehatan Yakin untuk menepati janji bertemu dokter gigi atau gynekolog terutama imunisasi bagi anak-anak. Jika anda tinggal dengan orang tua yang telah ujur, awasi kesehatan mereka dengan membawa mereka ke dokter untuk mendapatkan check-up yang teratur.

6.  Perhatikan aspek sosial dan lingkungan. Agar kehidupan sosial keluarga memiliki hubungan harmonis, maka sebaiknya setiap anggota keluarga diberi kesempatan untuk mendiskusikan setiap masalah dan problem keluarga secara transparan dan terbuka sehingga seluruh masalah bisa terpecahkan sebaik mungkin. Bagi orang tua sebaiknya tidak menampakkan konflik intern di hadapan anak-anak dan semaksimal mungkin merahasikan konflik yang terjadi, agar anak tidak terbebani secara mental , apalagi konflik tersebut membentuk kubu di antara anak-anak. Rumah juga harus diamankan agar tidak dimasuki orang-orang jahat dan orang fasik, sehingga anggota keluarga terbebas dari pengaruh kejahatan. Dan rumah harus kita selamatkan dari pengaruh media (televisi, koran, majalah dan lain-lain) yang merusak iman dan akhlaq, karena media itu lebih cepat memberi dampak negatif kepada keluarga.

7. Pelihara ibadah. Aspek ibadah yang terpenting adalah shalat, baik shalat fadhu ataupun sunnah. Laki-laki hendaknya membiasakan shalat di Masjid dan perempuan dianjurkan shalat di rumah. Shalat sunnah bagi semuanya lebih utama dilakukan di rumah berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu ′alaihi wa sallam :

“Sebaik-baik shalat laki-laki adalah di rumahnya, kecuali shalat fardhu”. (H.R Abu Daud)

8.  Jaga Moral

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 11 times, 1 visits today)

REKOMENDASI