ANNAS Bantah Anggotanya Diamankan Polisi di Balikpapan

Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menanggapi berita yang menyebutkan bahwa ada salah satu anggotanya yang ditangkap aparat kepolisian di Balikpapan karena terlibat jaringan terlarang. Ketua Umum ANNAS, K.H. Athian Ali dengan tegas menampik tuduhan tersebut. Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima dari ANNAS Kota Balikpapan, yang bersangkutan bukan anggota dan tidak terlibat dalam kegiatan ANNAS.

“Berita itu tidak benar, dengan ini perlu saya tegaskan sekaligus meluruskan bahwa ANNAS baik pusat maupun daerah tidak pernak membuat atribut khususnya rompi yang tertuliskan ‘ANNAS Kota Balikpapan’ seperti berita yang menyebar di masyarakat,” dalam keterangannya di Bandung, Ahad (17/1/2016).

iklan donasi pustaka2

Ia sendiri belum bisa menyimpulkan apa motivasi orang tersebut menyimpan rompi sehingga turut dibawa aparat kepolisian dalam penangkapan yang berlangsung, Jumat (15/1/2016) lalu. Menurutnya, pihak ANNAS Balikpapan sedang menelusuri untuk mendapat kepastian apakah atribut tersebut dibuat dan milik yang bersangkutan atau milik orang lain. Pihaknya berharap, selama tak ada bukti yang sah dan meyakinkan, aparat maupun masyarakat tidak mengaitkan peristiwa penangkapan tersebut dengan ormas yang dipimpinnya.

“Kita berharap media juga jangan memperkeruh suasana dengan pemberitaan yang tak benar atau berdasar fakta. Umat Islam mohon jangan terpancing dengan fitnah atas kejadian yang dikaitkan dengan ormas atau orang Islam. Sebenarnya, inilah momen untuk menyatukan umat dalam meluruskan segala fitnah yang dituduhkan kepada kita. Kita berharap pemerintah khususnya aparat penegak hukum agar dapat mengusut tuntas kasus ini sehingga tidak timbul kejadian serupa di kemudian hari,” pungkasnya.

Seperti diwartakan di jejaring media sosial, pada Jumat (15/1/2016) sekitar pukul 05.15 WITA Tim Densus 88 Anti Teror bersama Brimobda Kaltim telah mengamankan seseorang bernama Fajrin bin Selan alias Fajrun di rumahnya yang berada di kawasan Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kaltim. Fajrin diamankan karena diduga terlibat aksi teror dan tergabung dalam jaringan organisasi terlarang. Dalam pengamanan tersebut polisi membawa beberapa barang yang diduga milik Fajrin seperti laptop, handphone, kalkulator, termasuk satu buah rompi bertuliskan “ANNAS Kota Balikpapan”.

Namun hal ini diklarifikasi oleh pengurus ANNAS Kota Balikpapan melalui Ketuanya, Fadjar Sidik yang menyatakan bahwa ANNAS Balikpapan tidak pernah membuat rompi ANNAS, yang ada adalah rompi GARDA ANNAS. Selain itu, Fadjar Sidik juga menegaskan bahwa Fajrin bin Selan alias Fajrun bukan anggota ANNAS Balikpapan maupun anggota GARDA ANNAS Balikpapan.

“ANNAS Kota Balikpapan di dalam kegiatannya tidak pernah dan tidak akan pernah bekerjasama dengan organisasi-organisasi yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI”, tegas Fadjar Sidik dalam rilisnya. [DBS]

Rep: Iman
Editor Bahasa: Agung

(Visited 19 times, 1 visits today)

REKOMENDASI