Islam Tidak Membenarkan Tindakan Teror

Tak dimungkiri hingga saat ini masih ada sebagian orang,  baik muslim maupun nonmuslim yang menyamakan aktivitas jihad dengan tindakan teror. Hal ini disebabkan kurang pahamnya mereka akan ajaran Islam yang sesungguhnya. Padahal keduanya sangat jauh berbeda. Bagai minyak dengan air yang tidak bisa disatukan atau bagai langit dengan bumi yang menggambarkan betapa jauh perbedaannya. Dalam Islam dikenal istilah jihad sebagai sebuah aktivitas mulia yang langsung diperintahkan oleh Allah Swt. Dalam Alquran banyak disebutkan akan keutamaan jihad di jalan Allah ini, seperti:

Sesungguhnya, orang-orang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang“ ( QS. Al Baqarah: 218).

promooktober

Sesungguhnya, orang-orang mukmin sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka sangat yakin dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar” (QS. Al-Hujurat: 15).

Setidaknya dari dua ayat tersebut, secara jelas disebutkan bahwa aktivitas jihad dilakukan untuk mendapat atau mengharap dari Allah Swt. Allah sendiri yang menggolongkan orang yang berjihad tersebut ke dalam kelompok orang-orang yang benar. Sementara, dalam ayat lain disebutkan bahwa aktivitas jihad dilakukan dalam rangka untuk mendapat rida Allah dan Allah sendiri yang menunjukan jalan atau cara-caranya.

Orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) untuk mencari keridaan Kami, akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami kepada mereka. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al Ankabut: 69).

Sementara, tindakan teror bersumber pada pemahaman manusia yang sangat sempit pengetahuannya. Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk menakut-nakuti orang lain dengan menciptakan kekacauan, keamanan, dan sosial kemasyaratan. Tidak jarang tindakan teror dilakukan secara serampangan bahkan membabi buta dalam aksinya. Hal tersebut mengakibatkan korban berupa harta benda bahkan nyawa baik pelaku maupun korban sipil lainnya. Aktivitas jihad sendiri langsung dipandu oleh Allah Swt. melalui Alquran dengan mencontohkan segala yang telah diajarkan Rasulullah Saw. melalui hadisnya. Sementara itu, tindakan  teror hanya berdasar pada perintah orang atau ajaran dari seseorang dengan tujuan duniawi semata.

Tindakan Teror Haram
Islam adalah agama yang ajarannya sangat rasional, ia (Islam) merupakan salah satu karunia dari Allah Swt. dalam kehidupan manusia. Kehadiran Islam dianggap sebagai pedoman dan petunjuk jalan kebenaran selama manusia berada di dunia ini. Islam sangat memuliakan nilai-nilai kemanusiaan dalam pergaulan baik sesama muslim maupun nonmuslim. Perbuatan zalim dan menyakiti orang lain sangat dilarang dalam Islam.  Dengan meneladani apa yang telah Rasulullah Saw. ajarkan, seorang muslim diwajibkan saling menghormati hak-hak orang lain. Mengancam dengan senjata tidak dibenarkan dalam Islam, seperti yang telah diingatkan oleh Rasulullah Saw:

Barang siapa yg mengacungkan senjata kepada saudaranya, maka malaikat akan melaknatinya hingga ia menurunkannya kembali. Walaupun dia saudara sebapak atau saudara seibu” (HR. Muslim).

Sementara itu, tindakan kekerasan seperti membunuh kepada musuh hanya boleh dilakukan di medan perang yang telah diatur syarat dan ketentuannya sesuai dengan syariat yang dibenarkan Allah dan Rasul-Nya. Untuk itu, mencelakai hingga terjadi pembunuhan dengan sengaja khususnya kepada sesama saudara muslim, hukumnya haram dilakukan.  Hal ini bisa dirujuk pada firman Allah Swt. dalam Alquran dan hadis yang disampaikan Rasulullah Saw:

Siapa saja yang membunuh seorang beriman dengan sengaja, maka balasannya adalah Jahanam. Ia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, melaknatnya, serta menyediakan azab besar baginya” (QS. An Nisa: 93).

Barang siapa membunuh seorang mukmin lalu dia bergembira dengan pembunuhan tersebut, maka Allah tidak akan menerima amalannya” (HR. Abu Daud).

Perkara yang pertama kali akan diperhitungkan antara sesama manusia pada hari kiamat nanti adalah dalam masalah darah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari keterangan tersebut di atas, jelaslah bahwa menumpahkan darah kepada saudara seiman tanpa ada alasan yang dibenarkan syar’i adalah perbuatan haram dan dosa besar serta akan mendapat azab yang besar dari Allah Swt.

Pelaku Bunuh Diri Akan Mendapatkan Siksa
Dalam Islam, bunuh diri dengan alasan apapun adalah haram dan orang yang melakukannya terancam dosa yang sangat besar. Ya, bunuh diri termasuk dalam dosa-dosa besar, bahkan pelakunya diancam dengan neraka dan ia kekal di dalamnya. Sebagaimana firman Allah Swt.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Siapa pun yang berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim akan Kami masukkan ke neraka. Hal itu mudah bagi Allah” (QS. An-Nisa:29-30).

Rasulullah sendiri dalam sebuah hadisnya telah memperingatkan dengan sabdanya:

Siapa yang menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati maka di neraka jahanam dia akan menjatuhkan dirinya, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang menegak racun sampai mati, maka racun itu akan diberikan di tangannya, kemudian dia minum di neraka jahanam, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang membunuh dirinya dengan senjata tajam maka senjata itu akan diberikan di tangannya kemudian dia tusuk perutnya di neraka jahanam, kekal selamanya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Barang siapa yang membunuh dirinya sendiri dengan mencekik lehernya, maka ia akan mencekik lehernya pula di neraka. Barang siapa yang bunuh diri dengan cara menusuk dirinya dengan benda tajam, maka di neraka dia akan menusuk dirinya pula dengan cara itu” (HR. Bukhari).

Sesungguhnya, kelapangan dan kesempitan serta segala persoalan hidup lainnya termasuk perbedaan adalah ujian dan cobaan yang telah Allah Swt. tetapkan. Allah memberikan ujian sesuai dengan kadar kesanggupannya untuk menanggung dan menemukan solusinya. Sementara, setiap perbedaan ada jalan musyawarah untuk mencari hal-hal yang sepaham tanpa harus memaksakan kehendak dengan cara batil. Wallahu’alam. [  ]

Red: Iman

Editor: Candra

Editor Bahasa: Agung

 

(Visited 11 times, 1 visits today)

REKOMENDASI