Ormas Islam Kecam Tindakan Teror Jakarta

Bangsa Indonesia kembali dikejutkan dengan adanya aksi terorisme sekelompok orang di pusat perbelanjaan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2015). Dalam  insiden tersebut, selain menewaskan para pelaku, juga menelan puluhan korban tewas dari masyarakat dan sebagian lainnya luka-luka.

Banyak pihak mengecam bahkan mengutuk keras terhadap kejadian keji dan biadab tersebut sebagai perbuatan tidak bertanggung jawab dan tidak berperikemanusiaan. Kecaman tidak hanya disampaikan secara pribadi, tetapi juga datang dari elemen masyarakat termasuk Ormas Islam.  Seperti dilansir hidayatullah.com, ormas ini (Hidayatullah) mengecam tindakan terorisme tersebut karena telah menyebabkan rasa takut kepada masyarakat dan sangat berpotensi menimbulkan fitnah-fitnah baru yang dapat merugikan masyarakat luas.

promooktober1

Hidayatullah juga meminta kepada aparat yang berwenang untuk segera mengusut pelaku beserta dalang di balik insiden tersebut dan memberikan hukuman setimpal kepada mereka. Namun, dalam proses pengusutan tersebut,  aparat keamanan hendaknya bersikap adil dan tidak menimbulkan gejolak baru di tengah masyarakat.

Sementara itu ormas Front Pembela Islam (FPI) juga mengutuk dan mengecam segala bentuk teror bom di  NKRI, apalagi sampai menimbulkan korban. Selain itu, FPI bersimpati kepada semua korban dan mendesak pemerintah memberikan pengobatan sampai sembuh dan santunan kepada keluarga korban tewas.

“Segala teror bom di negeri aman adalah kejahatan berat. Tidak ada kaitan antara teror bom dan agama Islam,” ujar K.H. Ahmad Shobri Lubis, Lc. selaku Ketua Umum FPI dikutip dari situs fpi.or.id

Keprihatinan juga disampaikan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang mengutuk tindakan keji pelaku teroris dalam aksi bom tersebut.

“Pos polisi itu simbol negara, tragedi ini menunjukan ada serangan yang ditujukan pada negera, bukan pengalihan isu,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti seperti dilansir okezone.com

Muhammadiyah, kata dia, berduka atas kejadian itu. Ormas keagamaan ini berharap aparat negara bisa membongkar kelompok pelaku teror. Mereka menilai aparat keamanan negara kecolongan atas insiden ini.

Sedangkan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak masyarakat tetap tenang dalam menyikapi teror ini. Dia meminta masyarakat tidak memberi keterangan-keterangan yang justru menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Beri waktu aparat bekerja, kita tetap harus melakukan aktivitas seperti biasa, jangan termakan isu-isu yang provokatif,” katanya.

Hal yang sama juga disuarakan DPP Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami (HASMI) yang menyatakan menolak dan mengecam keras tindakan penyerangan dan pengeboman Sarinah dan para pelakunya. Selain itu, HASMI juga menolak semua aksi terorisme dalam bentuk apapun.menurut HASMI siapa pun pelakunya hanya akan mengakibatkan terganggunya stabilitas nasional di Indonesia secara langsung maupun tidak langsung.

“Menghimbau aparat yang berwajib untuk mengusut dan menegakkan hukum secara tuntas kepada para pelakunya,” ujar Ketua Umum HASMI, Dr. M. Sarbini, M.H.I dalam rilisnya. [Iman-berbagai sumber]

Editor Bahasa: Agung

(Visited 5 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment