Warga Muslim Karasak Pertanyakan Keluarnya IMB Gereja Rehoboth

Sebanyak tujuh orang perwakilan warga muslim di Wilayah Karasak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung mendatangi Kantor Kemenag Kota Bandung, Selasa (12/1/2016). Kedatangan mereka untuk melakukan dengar pendapat terkait rekomendasi Kemenag Kota Bandung hingga keluarnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB ) untuk Gereja Rehoboth Jemaat Berea yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No.405, Kelurahan Karasak, Kecematan Astanaanyar, Kota Bandung.

Dani,  warga sekitar gereja tersebut, mengungkapkan bahwa menurut catatannya, izin sementara penggunaan bangunan di lokasi tersebut sebagai tempat ibadah telah berakhir pada akhir 2012 lalu. Namun, karena tidak memiliki aspek legalitas untuk dijadikan gereja –salah satunya tidak adanya dukungan dari warga sekitar– maka 11 Februari 2013 dilakukan penutupan.

“Tiba-tiba Ahad kemarin ada informasi bahwa gereja tersebut mau melakukan peresmian. Dari pantauan dan cek lapangan memang di dalam ada kegiatan,” jelasnya.

Dani mewakili warga muslim sekitar Karasak yang merupakan lokasi gereja Rehoboth meminta kejelasan dari Kemanag Kota Bandung selaku salah satu pihak yang memberikan rekomendasi keluarnya IMB gereja tersebut.

Kepala Kemenag Kota Bandung, Dr. H. Yusuf, M.Si. menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri (PBM) antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri soal pendirian rumah ibadah, Kemenag salah satu pihak atau instansi yang dimintai rekomendasi.  Sedangkan, IMB dikeluarkan oleh  Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) atas  sepengetahuan Kepala Daerah setempat dalam hal ini Wali Kota Bandung.

promooktober

“Rekomendasi dari Kemenag sendiri berdasarkan laporan dan lampiran aspek legalitas yang dibutuhkan sehingga kita juga tidak asal memberi rekomendasi saja,” ungkapnya.

Yusuf mengaku, pihaknya dalam memberikan rekomendasi telah menempuh prosedur yang harus dilaksanakan. Salah satunya adalah melakukan verifikasi faktual atas lampiran penyerta termasuk verifikasi dukungan warga sekitar. Namun, karena sesuai peraturan verifikasi faktual sifatnya hanya sample (contoh) saja tidak semua terverifikasi.

Menurutnya, dalam memberikan rekomendasi dan verifikasi pendirian rumah ibadah selain Kemenag ada beberapa pihak atau instansi yang harus dilibatkan seperti RT, RW, Lurah, Camat, dan termasuk Forum Komunukasi Antar Umat Beragama (FKUB). Seharusnya, pihak BPPT sebelum mengeluarkan IMB juga melakukan cek verifikasi faktual sehingga berkas atau lampiran yang diterima bukan sekadar laporan saja. Dengan begitu, lanjut Yusuf, dikemudian hari tidak menimbulkan cacat hukum atau masalah sosial.

“Intinya Kemenag ingin berbuat seadil mungkin kepada semua warga khususnya dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama yang penuh toleransi. Saya rasa Bandung itu kota yang penuh toleransi bukan yang banyak dituduhkan ada intoleransi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia sangat mengapresisasi upaya warga yang ingin mendapat kejelasan dengan melakukan dengan melakukan dialog. Ia pun menyarankan agar melakukan hal yang sama kepada instansi terkait lainnya jika ditemukan kejanggalan dalam keluarnya IMB gereja Rehoboth tersebut.

Meski terlihat kecewa, beberapa perwakilan warga mengaku akan melakukan upaya keadilan dengan mengumpulkan data dan fakta yang sebenarnya. Mereka pun siap melakukan dialog dengan pejabat yang berwenang termasuk Wali Kota Bandung.

“Apa yang kami lakukan ini jangan dianggap bentuk intoleransi kepada agama lain yang ingin mendirikan rumah ibadah namun justru ingin membantu pemerintah dalam penegakan hukum. Sementara ini kami melihat dan menemukan ada indikasi beberapa prosedur yang dilanggar dalam keluarnya IMB tersebut. Kita akan kumpulkan data dan fakta-fakata tersebut dan pada waktunya akan kita sampaikan kepada pihak terkait,” ujar Ahmad Dion.

3a

Saat Mapionline.com melakukan cek lokasi yang dimaksud sebagai Gereja Rehoboth Jemaat Berea, belum terpasang papan yang bertuliskan gereja yang dimaksud. Namun saat salah satu penjaga (satpam) bangunan dua lantai tersebut membukakan pintu gerbang, ia menunjukan bahwa bangunan tersebut telah memiliki izin dari BPPT Kota Bandung sebagai bangunan gereja.

“Sudah ada izinnya, silakan dilihat dan dibaca,” ujar penjaga yang mengaku bernama Stivi tersebut sambil menunjukan tempelan di dinding kaca bangunan satpam.

Dalam tempelan berlogo Pemkot Bandung memang  terlihat tulisan (sebagian menggunakan huruf kapital): “Proyek Gereja”, berikut lokasi jalan tanpa nomor. Sementara nomor IMB tertulis 650.23/0021/IMB/XII/BPPT tertangal 17 Desember 2015. Nomor IMB ini sedikit berbeda dengan informasi yang Mapionline.com peroleh dari sebuah foto yang dikirim salah satu warga Karasak yang diyakini surat izin dari BPPT di mana ada stempel dan tanda tangan Kepala BPPT yang bertuliskan  Surat Izin Nomor 650.23/0021/IMB-UB/XII/2015/BPPT.

3b

Stevi juga mengatakan bahwa pemimpin gereja tersebut adalah Pendeta Lukas Lazuardi. Untuk hal ini tampaknya sesuai dengan nama pemohon IMB yang dikeluarkan BPPT yang tertulis Ir. Lukas Lazuardi. Namun, saat dikonfirmasi, apakah pada hari Ahad (Minggu,10/1/2015) ada acara peresmian?

“Kalau itu saya enggak tahu tapi memang kemarin (Minggu) ada kegiatan di dalam yang dihadiri seratusan orang. Apa itu acara peresmian atau ibadat atau sekadar berdoa saya enggak tahu,” jawabnya sambil kembali menutup pintu gerbang.

Penulis: Iman
Editor Bahasa: Agung

(Visited 21 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment