Waspadai Aliran Sesat, Ini Dia Ciri-Cirinya

Masyarakat muslim di Tanah Air  kembali diusik dengan isu aliran sesat. Kasus menghilangnya Dokter Rica Tri Handayani bersama anaknya yang masih balita Zafran Ali Wicaksono, belum  lama ini diduga kuat disebabkan oleh pengaruh salah satu organisasi masyarakat (ormas).

Tak hanya Rica, beberapa pegawai negeri sipil (PNS) di beberapa daerah juga dikabarkan hilang dan diduga kuat karena bergabung dengan salah satu ormas yang belakangan terkuak bernama Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

promooktober

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, KH.Cholil Nafis berpendapat, Gafatar adalah organisasi yang bermetamorfosis dari ormas sebelumnya yang juga dinyatakan sesat.  Menurutnya,  Gafatar terindikasi pecahan Al Qiyadah Al Islamiah yang dahulu dipimpin Ahmad Musadeq.  Ormas Gafatar ini juga telah berganti nama menjadi Negara Karunia Semesta Alam (NKSA)

Pola gerakan Gafatar di setiap daerah berbeda-beda. Namun, yang paling kontras gerakan ini mirip dengan gerakan yang pernah dibawa Musadeq. “Ada sebagian di Aceh itu memang jelas pecahannya Al Qiyadah Al Islamiah Ahmad Musadeq. Ada juga pecahan Dien Abraham,” kata Cholil seperti dilansir sejumlah media.

Saat ini,  Majelis Ulama Indonesia (MUI)  masih mengkaji apakah Gafatar termasuk dalam kriteria aliran sesat atau tidak.  Walaupun begitu, MUI pernah menetapkan sepuluh kriteria sebuah aliran keagamaan dianggap menyimpang pada rapat kerja nasional (Rakernas) 2007.  Bila salah satu dari 10 kriteria ini terpenuhi, maka dapat dikatakan aliran itu menyimpang.

Berikut adalah ciri-ciri aliran yang menyimpang seperti dilansir Republika  :

1. Mengingkari salah satu rukun iman dan rukun Islam.

2. Meyakini dan mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i .

3. Meyakini turunnya wahyu sesudah Alquran.

4. Mengingkari kebenaran Alquran.

5. Menafsirkan Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.

6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.

7. Menghina, melecehkan, atau merendahkan nabi dan rasul.

8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai utusan terakhir.

9. Mengubah, menambah, dan mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan secara syar’i.

10. Mengafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i.

Editor Bahasa: Desi

(Visited 297 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment