Gafatar, Ormas Sesat Larang Shalat Puasa

Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) kini sedang menjadi perbincangan hangat di media. Organisasi ini dalam beberapa bulan terakhir mencuat karena diduga bersangkutan dengan organisasi yang dilarang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ormas ini pula yang diduga berada di belakang kasus menghilangnya beberapa orang.  Sebut saja dokter Rica Tri Handayani bersama anak balitanya; Diah Ayu Yulianingsih, seorang ibu putra satu anak dari Sleman; ES, seorang PNS RSUP Dr. Sardjito; hingga seorang pelajar tingkat SMA, Ahmad Kevin Aprilio.

promooktober1

Gafatar dalam web site resmi mereka (dpd.gafatar.or.id) mengklaim dirinya sebagai organisasi berlambang matahari terbit yang dibentuk pada 2012 dengan 14 Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Organisasi ini telah berkembang menjadi 34 DPD dalam satu tahun sepak terjangnya.

Gafatar diyakini merupakan sebuah organisasi ilegal. Hal itu dibuktikan saat pemerintah melarang organisasi tersebut dengan menerbitkan surat Ditjen Kesbangpol Kementerian dalam Negeri RI Nomor 220/3657/D/III/2012 tanggal 20 November 2012. Legalitas Gafatar dipertanyakan karena pada awalnya ormas ini mendaftarkan diri bergerak di bidang sosial, serta konsen terhadap isu ketahanan pangan.

Namun, Gafatar yang diketuai Mahful T. Tumanurung ini justru menyimpang dari fungsi awalnya. Ormas ini malah bergerak dalam hal keagamaan yang merupakan pengganti dari komunitas Millah Abraham, yang juga penjelmaan dari Al Qiyadah al Islamiyah pimpinan Ahmad Musadeq, pria yang pernah mengaku dirinya sebagai Nabi. Kesesatan Gafatar juga bisa dilihat dari kaca mata apa yang diajarkan kepada pengikutnya. Gafatar mengajarkan agar pengikutnya tidak menjalankan salat lima waktu dan puasa Ramadan.

Di Aceh, Gafatar telah dinyatakan sesat oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh pada 21 Januari 2015. Di Maluku Utara, MUI juga telah menyesatkan sejak 27 Maret 2015 lalu. Gafatar saat ini sudah berpindah dari pulau Jawa dan kembali melakukan perjuangannya di wilayah pulau Kalimantan. Organisasi ini berganti nama menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKSA). (berbagai sumber)

Editor Bahasa: Desi

(Visited 8 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment