Tren Wisata Halal Meningkat

281

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat khususnya kaum muslim akan makanan halal, kebutuhan paket tour wisata ke mancanegara yang menyediakan makanan halal pun turut meningkat. Bahkan, kini banyak agen perjalanan yang menjadikan paket wisata halal sebagai bagian penting dari paket yang ditawarkan.

Selama ini kebanyakan travel agent mengantisipasi masalah kehalalan ini dengan layanan No Pork. Tetapi ini saja belum cukup. Untuk itu, para agen wisata kini juga menyediakan paket wisata halal.

Salah satu travel agent di Jakarta kini secara rutin menggelar tour wisata menu halal dengan fokus tujuan wisata favorit dunia, baik di Asia, Eropa, Australia, dan Timur Tengah.

“Saat ini, selain perjalanan umroh, program yang paling diminati adalah perjalanan wisata dengan tujuan ke Turki, Dubai, Eropa, Aqso, Maroko, dan Mesir. Selain itu, tour halal ke Jepang, Korea, dan Hongkong,” kata Direktur Cheria Travel, Cheriatna di Jakarta seperti dilansir Investor Daily, Kamis (7/1).

Sebagaimana yang terjadi di Cheria Travel, saat ini tren permintaan wisata halal terus meningkat. “Bahkan kami kewalahan’ melayani permintaaan ini,” kata Cheriatna.

Wisata halal memang sedang menjadi tren, bukan hanya di Indonesia, namun juga dunia. Destinasinya pun tak lagi didominasi negara-negara mayoritas muslim. Sejumlah negara non muslim seperti Thailand, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, Cina, Jepang, bahkan beberapa negara Eropa kini mulai berbenah menyambut wisatawan muslim.

Salah satu contohnya Kroasia yang memiliki sejarah panjang akan masuknya agama Islam di negaranya. Kroasia juga sangat peduli akan status halal makanan dan produk lainnya. Hal ini dibuktikan dengan didirikannya The Center for Halal Quality Certification tahun 2010 oleh Islamic Community of Croatia.

Lembaga ini membantu melindungi dan mempromosikan fasilitas yang dibutuhkan umat muslim. Selain pendampingan dalam memproses makanan halal, lembaga ini juga memfasilitasi adanya rumah ibadah, hingga penunjuk arah kiblat. Mereka juga memberikan sertifikat resmi bagi hotel dan resort yang memenuhi Halal Standard HRN BAS 1049:2010.

Cheriatna mengakui, label kehalalalan yang membuat nyaman saat beriwisata. “Prinsipnya, salat lima waktu wajib dilaksanakan, dan bisa menikmati makanan halal bebas alkohol di negara-negara non muslim,” katanya.

Sumber : Investor Daily

Editor Bahasa: Desi

(Visited 20 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment