Industri Keuangan Syariah Jadi Solusi Kelesuan Ekonomi

Di tengah kondisi perekonomian Tanah Air yang sedang melambat, sektor jasa keuangan syariah di Indonesia diharapkan akan menjadi salah satu tumpuan. Pemerintah menilai, sektor jasa keuangan syariah ini masih sangat menjanjikan dan dapat menjadi penggerak roda perekonomian.

Presiden Jokowi menyatakan, perlambatan ekonomi yang terjadi secara global memang berdampak pada perekonomian nasional. Namun, di tengah perlambatan ekonomi itu, industri keuangan syariah ternyata masih berkembang.

iklan donasi pustaka2

“Berkembangnya sektor jasa keuangan syariah masih sangat menjanjikan, masih cukup baik untuk kita kembangkan,” ujar Jokowi  seperti dilansir CNN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/1) kemarin.

Perkembangan sektor jasa keuangan syariah, papar Jokowi, tercermin dari pertumbuhan perbankan syariah, reksa dana syariah, dan peningkatan industri non-bank syariah. Ia sangat menghargai upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengeluarkan kebijakan yang menjadi bagian dari paket kebijakan deregulasi dalam rangka stimulus perbankan syariah.

Jokowi juga menginginkan adanya terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kontribusi perbankan syariah dalam percepatan pembangunan ekonomi nasional.  Salah satunya adalah dengan rencana pembentukan Komite Pengembangan Ekonomi Syariah.

Presiden ingin mengetahui apa saja yang menjadi rumusan tugas fungsi dan serta keanggotaan dari komite tersebut, selain masalah susunan keanggotaan juga mestinya harus dipikirkan masalah payung hukum.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Oktober lalu merilis kebijakan baru terkait ekonomi syariah yang tergabung dalam paket kebijakan ekonomi pemerintah jilid kelima. Setelah pada empat kebijakan sebelumnya tidak kebagian jatah, industri syariah diberikan sejumlah kemudahan dengan harapan akan semakin terdorong pertumbuhannya ke depan.

Aturan yang direlaksasi, pertama terkait dengan pengeluaran produk dan aktivitas perbankan syariah di mana OJK menyederhanakan perizinan dan pelaporan untuk produk bank syariah. Untuk mendapatkan izin, bank tidak perlu lagi mengirimkan surat kepada otoritas karena produk-produk perbankan syariah nanti akan dikodifikasi dalam satu buku sehingga cukup melapor saja.

Salah satu contoh produk syariah yakni gadai emas syariah yang diatur kembali oleh OJK dengan prinsip kehati-hatian namun tetap diberi ruang untuk tumbuh. Kecenderungan masyarakat bawah yang senang menyimpan emas dalam bentuk kecil dimanfaatkan oleh OJK untuk membuka akses keuangan apabila dibawa ke Pegadaian.

Editor Bahasa: Desi

(Visited 16 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment