11 Prinsip Manajemen Rumah Tangga “Samara”

Ibarat sebuah perusahaan yang membutuhkan manajemen untuk melaksanakan program kerja secara efektif dan efisien sehingga dalam rentan waktu yang telah disepakati akan mencapai target yang telah ditetapkan bersama. Demikian juga sebuah rumah tangga yang terdiri dari suami istri dan buah hati juga membutuhkan manejemen untuk tercapainya sebuah tujuan rumah tangga yang hakiki yakni sakinah, mawadah dan penuh dengan rahmah.

Secara prinsip dan praktek maka teladan manajemen rumah tangga yang menjadi teladan adalah rumah tangga yang dibangun dan dijalankan oleh Rasulullah Saw. Shahina Siddiqui, seorang penulis muslim Amerika,membuat sebuah daftar yang bisa dipakai pasutri untuk mengukur dan memperbaiki derajat “kesehatan’ keluarga. Ada sejumlah prinsip manajemen yang mestinya di miliki ayah dan ibu dalam membangun keluarga yang samara:

promooktober
  1. Ramah (compassion).

Salah satu faktor terbangunnya keluarga yang harmonis adalah adanya sikap ramah dalam rumah tangga. Sikap ramah akan menghadirkan kepedulian sesama anggota keluarga.

  1. Musyawarah (syura).

Tidak ada rumah tangga yang dibangun pasutri yang berjalan mulus tanpa adanya problema. Problema rumah tangga sejatinya sarana untuk meningkatkan ketahanan pasutri. Salah satu cara untuk mencari solusi dari problema adalah dengan bermusyawarah antar anggota keluarga.

  1. Kerja sama.

Manusia diciptakan oleh Allah Swt sebagai makhluk social yang membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Begitu pun dalam rumah tangga diperlukan kerja sama antar anggota keluarga dalam mewujudkan sebuah cita-cita besar.

4. Komitmen

Adanya komitmen dari setiap anggota keluarga untuk menjadi satu unit masyarakat yang taat kepada Allah. Keluarga adalah sebuah unit terkecil dalam masyarakat. Untuk membentuk dan membangun sebuah masyarakat yang ideal yakni baldatun thayyibatun maka diperlukan keluarga-keluarga yang mempunyai satu visi dan misi dalam rangka mewujudkan masyarakat madani. Masyarakat madani yang penuh barokah dari Allah berasal dari keluarga yang mempunyai komitmen bersama untuk senantiasa taat kepada Allah.

5. Komunikasi

Adanya problema rumah tangga yang berlarut-larut dan merembet pada beberapa hal adalah karena tidak jalannya pola komunikasi antar anggota keluarga. Untuk itu membangun pola komunikasi yang terbuka dan saling menghormati maka akan mengurangi timbulnya problema dalam rumah tangga.

 6. Konsistensi

Ayah ibu sepakat dalam masalah nilai,moral,sopan santun, tidak mendeskriminasi anak laki-laki vs perempuan. Secara fisik dan psikis laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan namun bukan untuk dibeda-bedakan. Allah menciptkan manusia dalam dua jenis saja yakni laki-laki dan permpuan untuk saling melengkapi satu sama lainnya. Dihadapan Allah yang membedakan hanya derajat taqwanya,maka dalam hal ibadah misalnya jangan membedakan hak hanya karena gendernya berbeda.

  1. Kepercayaan akan amannya diri dan rahasia kita dalam keluarga.

Setiap manusia Allah ciptakan dengan “unik” yang tidak mungkin sama persisi. Setiap orang dapat dipastikan mempunyai sisi yang tidak ingin diketahui orang lain (aib) karena bisa membuat perasaan malu hingga rendah diri,maka semua anggota keluarga harus bisa menjaga rahasia dan saling menghormati privacy. Misalnya aurat  dimana setiap anggota keluarga mempunyai rahasia yang tidak ingin diungkap kepada orang lain atau tetangga.

  1. Tawakal dan rasa bersyukur.

Selalu bersyukur dan merasa cukup atas apa yang telah Allah karuniakan adalah salah satu kunci kebahagian rumah tangga. Ajak seluruh anggota keluarga untuk senantiasa bersyukur apa pun keadaan yang harus diterimanya.

  1. Kepercayaan diri (confidence).

Jika ada anggota keluarga yang tengah mendapat problem maka anggota keluarga lainnya harus saling memberi motivasi sebagai bagian dari kepedulian dan rasa saling memiliki. Jika ada yang tengah mengalami kebahagian atau kesuksesan maka pujilah secara halus dan pemberian semangat kepada yang tengah mengalami kesedihan.

10. Kemampuan berpikir kritis.

Al Quran menyanjung orang yang berpikir dan berilmu. Jika membuat aturan dalam keluarga maka jangan hanya berisi perintah tanpa menjela skan maksud dan alasannya. Dengan mengetahui alasannya maka anggota keluarga akan berkomitmen untuk menjalankannya secara bersama-sama.

11. Kemurahan hati.

Dalam sebuah rumah tangga tentu tidak selama berjalan manis, sesekali mungkin ada anggota keluarga yang berbuat salah atau menunjukkan sikap yang menjengkelkan. Dalam kondisi demikian maka yang diperlukan adalah saling memaafkan. Dalam sebuah hadis Rasulullah Saw mengingatkan kepada ummatnya agar jika marah tidak sampai tiga hari.

Dari prinsip-prinsip diatas tidak ada perbedaan signifikan antara peran ayah dan ibu secara hakekat. Demikian juga dengan anggota keluarga lainnya yakni anak-anak yang masih satu keluarga. Semua mempunyai peran yang sama untuk mewujudkan sebuah keluarga yang menjadi impian bersama yakni keluarga yang sakinah ,mawadah dan penuh rahmah. [ ]

 

Red: Iman

Editor: Candra

Ilustrasi foto: Norman

 

(Visited 37 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment