Pesan Taqwa Gubernur dan Ulama Jabar di Akhir dan Awal Tahun

 

Ragam cara orang menghabiskan malam pergantian tahun masehi dengan memanfaatkan momen yang hanya datang setahun sekali. Ada yang cukup berbahagia dengan bisa berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara, sebagian ada yang memilih menikmati indahnya malam dengan berkeliling kota bahkan sekadar untuk mendapatkan kebahagiaan ada yang harus rela mengeluarkan dana jutaan rupiah dengan menghadiri atau malah menggelar pesta semalam suntuk. Padahal bahagia itu letaknya di dalam hati, bisa jadi kebahagian tersebut hanya datang dan berlangsung selama pesta digelar, setelah usai pesta ragam masalah akan segera menghampiri lagi.

Namun, bagi sebagian kaum muslim lebih memilih menikmati momen tersebut dengan datang ke masjid untuk mengikuti acara kajian keislaman atau larut dalam gelaran muhasabah (evaluasi) keluarga. Hiruk pikuk bunyi terompet dan semburan kembang api, ritual yang terkesan mubazir dan jauh dari sunnah Rasul ini tak sedikit pun mampu membelokkan hatinya . Contoh orang-orang ini dapat dijumpai di kawasan Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai/Islamic Centre) Jawa Barat ,Kamis sore (31/12/2015) hingga Jum’at pagi (1/1/2016). Masjid yang terletak di Jl. Diponegoro Kota Bandung tersebut sejak menjelang adzan Maghrib berkumandang sudah dipadati ribuan orang bahkan semakin malam jamaah semakin bertambah meluber hingga di selasar masjid.

promooktober

Ribuan kaum muslim yang berasal dari berbagai wilayah Bandung Raya bahkan sebagian mengaku berasal dari luar kota yang sengaja datang bersama keluarga untuk mengikuti acara “Muhasabah Akhir Tahun “ yang diselenggarakan oleh salah satu media Islam nasional tersebut. Acara yang secara resmi baru dimulai usai shalat Isya ini diisi dengan tausyiah oleh beberapa ulama Jawa Barat seperti KH. Athian Ali M.Dai. Lc., KH. Dr. Saiful Islam Mubarok, Lc., dan juga Gubernur Jabar Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc., juga turut hadir Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, sementara Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid (DT), KH. Abdullah Gymnastiar berhalangan hadir pada acara tersebut.

Ahmad Heryawan yang mendapat kesempatan pertama, menyampaikan inti tausyiahnya tentang makna muhasabah bagi seorang muslim. Dalam tausyiahnya yang sesekali diselipi humor tersebut, ia menyampaikan bahwa kegiatan muhasabah bagi seorang muslim pada hakekatnya tidak harus dilakukan hanya setahun sekali. Menurutnya, aktivitas muhasabah seorang muslim bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sabahat yang melakukannya tidak berbatas waktu atau mengambil momen tertentu saja. Ia menambahkan kegiatan muhasabah adalah salah satu cara untuk menuju derajat taqwa dengan senantiasa melihat dan mengevaluasi diri akan apa yang telah dikerjakan dan yang belum serta kembali berazam untuk menjadi lebih baik lagi dengan amal saleh.

“Namun demikian, kegiatan seperti malam ini patut kita apresiasi dan dukung penuh. Acara semacam ini merupakan salah satu cara untuk memberi pengertian dan menumbuhkan kesadaran di kalangan kaum muslim khususnya generasi muda Islam agar tidak terjebak dan ikut-ikutan melewati pergantian tahun dengan kegiatan hura-hura yang cenderung bersifat mubazir serta jauh dari budaya dan akhlak Islami,” ujar Gubernur yang biasa dipanggil Aher ini.

Ia pun berpesan agar kaum muslim senantiasa untuk terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin dan hari ini. Ia pun mengingatkan agar kaum muslim khususnya kawula muda Islam menjauhi dan mewaspadai gaya hidup hedonisme, salah satu cirinya adalah mengejar kebahagian hidup dengan cara hura-hura yang lebih banyak mudharatnya.

Sementara itu KH. Athian Ali dalam tausyiahnya lebih menekankan agar kaum muslim meningkatkan ketaqwaan dan menjaga akidahnya. Sebab,  saat ini masih banyak kaum muslim terjebak dalam paham atau ajaran yang sesat dan menyesatkan,  yang pada akhirnya dapat mencabut akidah seorang muslim.  Padahal, akidah adalah harta dan karunia dari Allah yang tiada tara berharganya. Bahkan, untuk mempertahankan akidah ini seorang muslim sejati lebih rela kehilangan harta atau nyawa sekalipun.

“Paham sesat dan menyesatkan tersebut menarik bagi kaum muslim karena mereka (para penyebar, red) masih mengaku muslim dan paham tersebut diklaim masih sebagai bagian dari ajaran Islam. Padahal jika dipahami haketnya sangat menyimpang dari ajaran Islam yang sesungguhnya seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW berdasarkan bimbingan Allah melalui Al-Qur’an,” ujarnya.

Untuk itu ia berpesan agar kaum muslim dapat mewaspadai dan belajar sertai mempelajari Islam secara benar berdasar pada Al-Qur’an dan Hadis. Sementara jika ditemukan hal yang belum tahu atau tidak paham akan suatu persoalan maka hendaknya ia bertanya kepada ulama yang terpercaya, termasuk jika menjumpai ajaran atau paham yang dirasa janggal atau menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.

Menjelang tengah malam para jamaah beristirahat sejenak dan di sepertiga malam dilanjutkan dengan shalat malam (qiyamul lail) hingga menjelang Subuh. Meski suasananya diiringi dengan rintik hujan, namun tidak menyurutkan ribuan kaum muslim untuk datang dan mengikuti acara hingga selesai. Acara muhasabah tersebut bukan hanya diikuti orang dewasa namun juga nampak para remaja bahkan anak-anak. [ ]

Red: Iman

Editor : Candra

Editor Bahasa: Desi

Foto: Abu Labib Satrio

(Visited 13 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment