Saat Tak Tahu Arah Kiblat, Kemana Harus Menghadap?

kabah

Ketika melakukan perjalanan ke sejumlah negara Eropa, saya menghadapi kesulitan dalam menentukan arah kiblat. Ke arah mana saya harus menghadap dalam keadaan seperti itu? Kalau ternyata arah kiblatnya salah, apakah shalatnya perlu diulangi?

 

Kiblat adalah titik yang menyatukan arah segenap umat Islam dalam melaksanakan shalat, tetapi titik arah itu sendiri bukanlah objek yang disembah oleh umat Islam dalam melaksanakan shalat.

iklan donasi pustaka2

Objek yang dituju dalam melaksanakan shalat hanyalah Allah Swt. Jadi, kita bukan menyembah Kabah, tetapi menyembah Allah Swt. Fungsi Kabah hanya menjadi titik kesatuan arah dalam shalat. Pada prinsipnya, kita diperintahkan untuk menghadap kiblat (arah Kabah) saat shalat, baik shalat wajib ataupun sunah. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt.

…Hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana saja kamu berada, hadap kanlah wajahmu ke arah itu…” ( Q.S. Al-Baqarah [2]: 144)

Abi Hurairah r.a. berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila kamu akan melaksanakan shalat, sempurnakan wudlumu, kemudian menghadap ke kiblat, lalu bertakbir.” (H.R. Muslim)

Namun, apabila tidak memungkinkan menghadap kiblat, misalnya karena tidak tahu arah seperti yang Anda alami, atau saat shalat di kendaraan, atau ketika shalat sambil berbaring karena sakit, ke mana saja kita menghadap dinilai telah menghadap arah kiblat, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut.

Milik Allah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap, disanalah wajah Allah. Sesungguhnya, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”  ( Q.S. Al-Baqarah [2]: 115)

Jabir memaparkan latar belakang turunnya ayat ini, “Kami telah diutus Rasulullah Saw. ke Syria. Saat di tengah perjalanan, kegelapan menyelimuti kami sehingga tidak tahu arah kiblat. Segolongan di antara kami berkata, ‘Kami telah mengetahui arah kiblat yaitu di sana, arah utara!’ Sebagian kami berkata, ‘Arah kiblat di sana, arah selatan!’ Dan mereka membuat garis di tanah. Tatkala matahari terbit, ternyata garis itu tidak mengarah ke kiblat. Maka ketika kembali dari perjalanan, kami tanyakan kepada Rasulullah Saw. tentang peristiwa itu, Nabi Saw. diam hingga turunlah ayat ini. ( Q.S. Al-Baqarah [2]: 115).

Merujuk pada ayat ini, para ahli menyimpulkan apabila kita tidak mengetahui arah kiblat, kita diperbolehkan shalat menghadap ke arah mana saja yang diyakini sebagai kiblat. Jika ternyata arah kiblat itu salah, shalatnya tetap sah, tidak perlu diulangi lagi. Wallahu A’lam.

* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email aam@percikaniman.org atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

[AdSense-A]

(Visited 32 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “Saat Tak Tahu Arah Kiblat, Kemana Harus Menghadap?”

  1. Bolehkah ngutang dngan cara jaminan ppkb kndaraan,?

Leave a Comment