Ayat Kursi dan Kisah Aktor El Manik

Mapionline.com – Menjadi seorang muslim adalah salah satu momentum terpenting dalam kehidupan aktor senior El Manik. Betapa tidak, sejak berpindah keyakinan dari Kristen menjadi Islam, banyak yang berubah pada diri lelaki berdarah Batak ini.

Dalam sebuah wawancara dengan  media Yes Muslim,  El Manik  mengaku ia kini terus berupaya menjadi seorang muslim yang taat.  Ia juga merasa lebih ikhlas dan ingin lebih peduli terhadap orang lain. “Saya mencoba menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sebelumnya saya termasuk orang yang pelit, kalau ada orang susah, saya bilang ‘Usaha dong!’. Sekarang saya sadar, rezeki yang saya peroleh tidak mutlak milik saya, ada hak orang berupa Zakat. Sekarang ketika saya bisa melakukan sesuatu buat oranglain, saya merasakan kenikmatannya,” ujar El Manik.

Bagi pria kelahiran Bahorok, Sumatera Utara, 17 November 1949 itu, perjalanan dan proses menemukan Islam dilewatinya cukup panjang. Ia mengaku sempat sekitar 20 tahun mengalami kegelisahan.  Bingung dan pernah takut mati. Ia berpikir apa yang akan dihadapinya setelah meninggal dunia, sementara ia dalam kondisi kebingungan.

“Kemudian, saya sampai pada satu titik ketika saya sedang berada di kamar seorang diri. Saya sampai menangis bersujud dan memohon kepada Tuhan. Waktu itu saya belum memanggil Allah. Tapi saya bilang bawa saya percaya kamu Ya Tuhan saya cinta kamu,” ujarnya .

El manik menuturkan banyak faktor yang membuat dia memutuskan untuk hijrah menjadi seorang muslim.  Istri dan salah satu anaknya yang sudah lebih dulu memeluk Islam menjadi salah satu penyemangat. Salah satu sahabat baiknya juga menjadi pendorong dan pembuka jalan baginya untuk mendapatkan hidayah dari Allah Swt.

promooktober

“Dia tak pernah ngomong, ‘Manik ayo masuk Islam! Kalau tidak, kamu masuk neraka’. Nggak. Dia cuma menunjukkan dia muslim yang baik. Dia puasa, dia shalat. Satu hari dia ngajak saya buka puasa. Saya tanya dia apa enaknya puasa. Dia tidak menjelaskan pake dalil agama. Dia pake pendekatan kesehatan. Saat itu kelesterol saya tinggi. Dia suruh saya puasa. Saya nolak. Mana kuat? Jam sebelas saja udah gemeteran. Terus dia mengusulkan puasa Senin – Kamis saja. Akhirnya saya coba. Istri saya heran. Eh, ternyata saya kuat. Pelan-pelan saya tertarik,”  paparnya.

Setelah banyak belajar dan mengenal Islam dari berbagai sumber, aktor peraih empat Piala Citra pun memantapkan hatinya untuk memeluk Islam pada 1993.  Bagi aktor kawakan ini, ada salah satu hal yang takkan pernah terlupakan dalam perjalanannya mengenal Islam. Apakah itu?

Ayat Kursi. Ayat-ayat itu rupanya menjadi ayat favorit bagi El Manik.  Kenapa tidak? Ayat kursi sudah dikenal dan diingat El Manik di luar kepala jauh sebelum ia mengenal Islam. Tak heran jika ayat yang istimewa ini sangat membekas dalam hati sanubarinya.

“Ceritanya  pada 1981 saya syuting film memerankan ustadz yang mengajar di kampung pada sebuah film berjudul Titian Serambut Dibelah Tujuh. Di film itu saya diserang orang sekampung karena difitnah, dalam situasi ketakutan itu saya membaca Ayat Kursi dalam kondisi dilempari orang lain dan disalah-salahkan,” ungkapnya.  (asc/berbagai sumber)

Editor Bahasa: Desi

Foto : Islamislogic.wordpress.com

 

REKOMENDASI

Leave a Comment