Wanita Itu Sebagai Ujian. Apa Saja Kriterianya? (bag.2)

 

Oleh: Sasa Esa Agustiana*

3. Ujian tidak menyentuh wanita

Menyentuh disini adalah sentuhan yang disengaja dengan disertai niat untuk menggoda. Terkadang tanpa disengaja pria dan wanita bersentuhan tanpa ada unsur kesengajaan seperti keramaian di pasar atau saat antrian hendak menaiki kendaraan umum. Namun demikian hendaknya sebisa mungkin segala bentuk yang dapat mengundang fitnah khususnya berbaurnya antara pria dan wanita yang bukan muhrim tetap harus tetap dihindari

Telah dicontohkan Rasulullah saw. bahwa beliau mengambil janji wanita mukminah (ber-baiat) saat berhijrah dengan ucapan saja, tidak menyentuh seorang pun dari mereka. “Sesunggunya aku (Rasulullah saw.) tidak pernah bersalaman dengan wanita bukan muhrim.” (H.R. Bukhari)

Isi baiatnya difirmankan Allah swt. sebagai berikut, “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk berbaiat kepadamu bahwa mereka tidak akan memersekutukan sesuatu dengan Allah swt., tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka….” (Q.S. Al Mumtahanah 60: 12).

promooktober

4.  Ujian gerakan mengundang

Gerakan yang mengundang disini adalah gerakan sensual, erotis, aneka goyang, termasuk pula kegiatan peragaan busana, yang dipertontonkan kepada pria yang bukan muhrim. Allah swt. melarang wanita melenggang untuk memikat lawan jenis,

… dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (Q.S. An-Nur 24: 31).

Maka dari itu, bergeraklah sesuai dengan fungsinya, jangan diselimuti niat untuk menampilkan diri sehingga mengundang dan menarik perhatian pria. Kondisi saat ini tontonan yang dapat mengundang nafsu syahwat tersebut bukan hanya terjadi secara langsung namun juga dikemas dalam bentuk tayangan televise atau pun di dunia maya lewat media video.

  1. Ujian dalam berdialog

Perkembangan teknologi komunikasi saat ini memungkin orang bergaul atau berkomunikasi bukan saja harus bertemu langsung (face to face), melainkan dapat terjadi mulalui telepon atau yang sedang trend di dunia maya khususnya social media. Apa pun medianya harus tetap dihindari selama dapat berpotensi yang sama saat bertemu langsung. Namun demikian berdialog lewat dunia maya tetap diperbolehkan selama masing-masing dapat menjaga kaidah berbicara dengan lawan jenisnya.

Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Q.S. Al Ahzab 33: 32).

Wanita yang melemah lembutkan suara untuk merayu, memikat, menggoda laki-laki adalah salah satu stimulasi terjadinya keinginan buruk. Padahal, ingatlah firman Allah swt.,

Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (mencatat amal).” (Q.S. Qaaf 50: 18). Juga hadis, “Orang muslim itu ialah orang-orang Islam yang selamat dari lidah dan tangannya.” (H.R. Muslim).

Maksudnya, ia bisa menjaga diri dan tidak merampas atau merusak hak-hak orang lain, tidak mengajak berbuat dosa dan maksiat. Wallahu a’lam . [ ]

*Penulis adalah ibu rumah tangga , pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

Bagi Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email: [email protected].  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

(Visited 23 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment