Wanita Itu Sebagai Ujian. Apa Saja Kriterianya? ( bag. 1)

 

 

Oleh: Sasa Esa Agustiana*

 

Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw. berpesan dengan sabdanya, “Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari no.5096 dan  Muslim no.  2740).  Berangkat dari hadis ini sebagian kaum muslimin kemudian menganggap bahwa sosok wanita adalah sumber ujian dan fitnah secara utuh tanpa mau mempelajari apa saja bentuk-bentuknya. Beberapa ujian wanita dari segi aurat telah dibahas, selanjutnya yang masuk kategori fitnah itu antara lain:

  1. Ujian ingin berduaan dengan wanita

Keinginan untuk selalu berduaan (khalawat) dengan wanita sangat besar pada seorang pria. Diterangkan dalam sebuah hadis, “Janganlah seorang pria berkhalawat dengan seorang wanita kecuali bersama muhrim, dan janganlah seorang wanita berpergian kecuali bersama muhrim.” Lalu bertanyalah seorang pria, “Istriku telah berangkat haji sementara aku telah menetapkan untuk mengikuti peperangan, jadi bagimana?” Rasulullah saw. menjawab, “Berangkatlah haji bersama istrimu.” (H.R. Muslim)

Dari hadis tersebut, peluang dan keinginan untuk berduaan dengan wanita yang bukan muhrim harus dihindari, bahkan bagi yang sudah beristri lebih utama mendampingi dan didampingi istri, agar terhindar dari berkhalawat dengan wanita lain.Termasuk di dalamnya, pria berhati-hati terhadap ipar wanita (sebaliknya, wanita terhadap ipar laki-laki),

Hindarilah olehmu menjumpai wanita.” Seorang Anshar bertanya, “Bagaimana jika al-hamwu (saudari istri atau suami).” Beliau menjawab, “Dia itu al-mawt (berbahaya) tidak boleh berkhalwat dengannya.” (H.R. Muslim) 

  1. Ujian Menjaga Kehormatan

Coba simak salah satu lirik lagu yang sering diputar di radio, televisi, dan mal akhir-akhir ini. Lagu tersebut dapat mempresentasikan hasrat naluri umumnya komunitas pria:

“Aku adalah lelaki yang tak pernah lelah mencari wanita

Aku adalah lelaki yang selalu gundah menunggu wanitaku

             Aku adalah lelaki yang pantang menyerah memikat wanita,

             Aku adalah lelaki yang selalu ingin dibuai wanitaku.

             Tolong dekati aku, tolong hampiri aku, tolong jamahi aku,

             Agar aku bijaksana, agar aku bahagia, agar aku merasakan cinta.

             Naluriku sebagai lelaki, membuatku menginginkan berjuta wanita di sisiku.

             Naluriku sebagai lelaki, membuatku merindukan pujaan dari wanita.”

Agresivitas kaum pria untuk menjerat wanita ke dalam pelukannya sangat berbahaya karena dominasi pikiran dan nafsu untuk memiliki wanita dalam jumlah tak berbatas. Tentunya, kekecualian hanya dimiliki oleh pria beriman, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Q.S. An-Nur 24: 30)

Sesungguhnya, beruntung orang-orang yang beriman…orang yang memelihara kemaluannya kecuali kepada pasangan mereka (azwaajihim, istri-istrimu) …, tetapi barangsiapa mencari di balik itu (zina dan sebagainya) maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas …” (Q.S. Al Mu’minun 23: 1,5-7).

Menjaga keperjakaan sampai saatnya menikah, dan hanya berhubungan dengan istrinya, adalah kewajiban pria beriman (juga, wanita beriman). Pria harus waspada karena banyak wanita yang agresif sekaliber Siti Zulaikha yang menggoda Yusuf a.s. (Q.S. Yusf 12: 23-25). Konsekuensi, apabila manusia tidak bisa memelihara kehormatan dirinya, tidak akan termasuk orang-orang yang akan mewarisi Surga Firdaus. (Q.S. Al Mu’minuun 23: 10,11). Bersambung…

 

*Penulis adalah ibu rumah tangga , pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

Bagi Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email: [email protected].  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

 

kalender

(Visited 32 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment