Tak Sulit Kok Lahirkan Generasi Qurani, Ini Tipsnya

anaksoleh, anak yatim

Sahabat Percikan Iman,  sudah sewajarnya sebagai orangtua kita mempunyai keinginan untuk menjadikan buah hati kita sebagai hafidz/hafidzah Qur’an atau para penghafal Quran.  Ketika anak-anak sudah mulai menghafalkan Al-Qur’an, maka itu diibaratkan tengah melukis di atas batu sehingga akan melekat kuat dan sulit hilang di kemudian hari.

Mengapa sejak dini mereka harus diajarkan untuk membaca sekaligus menghafal Al Qur’an? Tentu banyak sekali manfaatnya.  Al Qur’an sebagai pedoman hidup ini harus dibaca dan dipahami isinya. Selain itu, ada beberapa keuntungan dan kemuliaan bagi para penghafal Al Quran ini.  Berikut ini di antaranya :

iklan donasi pustaka2

–  Tergolong  manusia yang baik

Rasulullah Saw bersabda:

“sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari).

– Di dunia Allah mengangkat derajat penghafal Qur’an

Sabda Rasulullah Saw:

“sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini dan menghinakan yang lain dengannya” (HR. Muslim)

–  Al Qur’an akan menjadi syafa’at penghafalnya

Dalam hadisnya Rasulullah Saw bersabda:

“bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an/penghafal” (HR. Muslim)

–  Derajat di surga tergantung pada hafalan Qur’an

Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang didapatkan di surga kelak. Rasulullah Saw bersabda:

akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud )

Oleh sebab itu mari sejak dini kita biasakan anak-anak untuk membaca dan menghapal Al-Qur’an.Namun sebagian orangtua mungkin akan mengalami sedikit kesulitan untuk membiasakan hal baik ini. Jika itu terjadi cobalah terapkan beberapa tips berikut ini:

1.Memperkenalkan Al-Qur’an semenjak masih di dalam kandungan

Sejak masih dalam kandungan bayi sudah mampu merespon suara dengan baik. Untuk itu alangkah baiknya jika bunda sedang mengandung sudah memperdengarkan Al Qur’an sesering mungkin dari pada mendengarkan musik atau suara yang tidak jelas.

2.Jadikan Keluarga Qur’ani sebagai misi dan visi keluarga

Al Qur’an adalah kunci meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Itulah prinsip dasar yang harus dipegang teguh oleh pasangan suami istri dalam mendidik buah hatinya. Dan harus diingat bahwa keberhasilan pendidikan anak adalah hasil integrasi kedua orang tuanya, bukan dari ibu saja. Dan jangan terlalu mengandalkan sekolah. Karena 2/3 keberhasilan pendidikan itu ada di rumah.

3.Biasakan anak-anak berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap hari

Dengarkan murottal di setiap waktu terutama menjelang mereka tidur. Dengan membiasakan anak-anak berinteraksi dengan Al-Qu’ran dan memberikan pemahaman bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah yang seharusnya menjadi pedoman hidup, maka akan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an hingga mereka menginjak dewasa.

4. Jadilah orangtua teladan bagi sang anak

Saat ayah bunda sudah sepakat untuk membentuk keluarga Qur’ani, maka ayah bunda harus memberikan teladannya juga. Dengan rajin mengaji dan menghapal Al-Qur’an.

5. Membuat jadwal untuk menghafal dan muroja’ah bagi anak

Sebagai contoh buat jadwal murojaah adalah setiap pulang dari salat Subuh berjamaah bersama ayah di masjid. Dan jadwal setoran hafalan adalah setiap selepas sholat maghrib.Terapkan dengan konsisten untuk membentuk pola menghafal dan murojaah yang kuat pada sang anak.

6. Berikan hadiah sederhana untuk prestasi anak- anak atas jerih payahnya selama ini.

Misalnya: setiap selesai menghapal satu surat ibu membuatkan kue, coklat atau sekedar es krim kesukaan sang anak. Selain makanan hadiah sederhana juga bisa berupa jalan-jalan ke rumah saudara.

7. Ajak mereka dalam kesempatan diluar seperti dauroh Al Qur’an.

dengan diajak keluar dan kumpul dengan para penghafal Al Qur’an lainnya mereka akan termotivasi. Selain itu acara atau kegiatan dauroh Qur’an akan membuat anak semangat bahwa ia tidak sendirian dalam hal ini.

8. Jika perlu, kirim anak kita ke pesantren dan menimba pendidikan di pesantren tahfidz

Dari Buraidah, Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur’an.” (HR Abu Daud)

Dengan langkah-langkah sederhana tersebut namun dilakukan dengan konsisten insya Allah dari rumah kita yang sederhana pula akan lahir generasi Rabbani yang Qurani.Semoga kita diberikan kemudahan dalam mendidik anak-anak kita menjadi hafidz/hafidzah Qur’an.

(Sumber dari buku: Alhamdulillah,Balitaku Khatam Al-Quran,Dr.Sarmini,Lc.M, penerbit Khazanah Intelektual)

 

 

Buku Balitaku

(Visited 10 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment