Kisah Ini Membuktikan Kecerdasan Emosi Nabi (bag. 1)

Membicarakan dan membaca kisah hidup serta perjuangan Rasulullah Muhammad Saw  tidak akan habis kekaguman kita kepadanya. Setiap kisah yang kita baca maupun  dengar selalu penuh dengan kemulian akhlaq yang mampu menggugah semangat untuk meneladani. Keteledanan manusia agung sepanjang masa ini tidak perlu dibanding dengan manusia lain karena memang tidak ada bandingnya. Allah telah tegas langsung bahwa dalam dirinya adalah keteledanan yang sempurna,seperti dalam firman-Nya:

Sungguh, pada diri Rasulullah itu ada suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah dan yakin akan kedatangan hari Kiamat serta banyak mengingat Allah” (QS.Al Ahzab: 21)

Kehebatan dan keberhasilan Rasulullah dalam mengubah dunia dengan dakwahnya tidak diragukan lagi keberhasilannya. Dengan bimbingan Allah langsung, lewat halusnya tutur kata, kelembutan hati, manisnya kedermawanan hingga kearifan dalam berpikir dan bertindak, tak terhitung lagi banyak orang berduyun-duyun masuk Islam. Karakter mulia inilah yang membuat lawan-lawan yang akhirnya banyak yang berubah menjadi kawan. Bahkan tidak sedikit menjadi pengikut sekaligus pembela serta pendukung dakwahnya.

Keteladanan dan kekaguman pribadi agung Rasulullah bukan hanya datang dari kaum muslimin yang sudah pasti ingin menirunya. Kalangan non Islam pun mengakuinya. Seperti Michael H. Hart dalam bukunya The 100, a Ranking of the Most Influential Persons in History  yang dengan jujurnya menempatkan Muhammad Saw dalam peringkat pertama diantara 100 tokoh “super” lainnya. Dalam ungkapan tulusnya ia menyatakan : “Saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama (Islam) dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sepanjang sejarah manusia.”

Tentu masih banyak orang-orang nonmuslim yang dengan jujurnya mengakui keteladanan Rasulullah ini. Salah satu hal yang kerap mendapat penilaian khususnya kaum muslim dan juga nonmuslim yang kemudian layak untuk diteladani adalah sisi kecerdasan emosi Rasulullah. Begitu banyak peristiwa dalam kehidupan Rasulullah yang banyak mengandung pelajaran yang dapat kita teladani khususnya dari sisi bagaimana sosok Muhammad mampu mengelola dan memenage emosinya. Kecerdasan tersebut dapat terlihat sejak masa kanak-kanak,masa menggembala, masa berdagang , masa berkeluarga hingga diangkat menjadi Rasul serta kiprahnya setelah menjadi Rasul hingga akhir hayatnya.

Beberapa kisah berikut menunjukkan sosok agung dan mulia ini dalam menggelola kecerdasan emosinya:

  1. Tunjukkan Keindahan Islam, Tumbuhkan Simpati Lawan

Salah satu kisah yang dapat menggambarkan ini adalah perjalanan Tsumamah bin Utsal al Hanafi yang memeluk Islam . Suatu hari Rasulullah surat kepada Tsumamah,salah seorang pembesar orang-orang Arab di zaman jahiliyah, seorang pemuka Bani Hanifah yang terpandang serta seorang raja Yamamah yang perintahnya senantiasa ditaati. Dengan tegas ia menolak ajakan bertauhid tersebut,bahkan timbul niat untuk membunuh Rasulullah. Dia mulai menyusun dan mencari peluang untuk segera melaksanakan niat jahatnya hingga sampai dia mendapatkan kesempatan itu. Namun Allah menyelamatkan Rasulullah. Tidak lama setelah itu Tsumamah berpura-pura untuk menunaikan ibadah umrah, maka dia berangkat meninggalkan bumi Yamamah menuju Mekah, dia sudah membayangkan akan melaksanakan thawaf dan menyembelih kurban untuk berhalanya. Ketika Tsumamah dalam perjalanan menuju Mekah di dekat kota Madinah,sepasukan Rasulullah yang sedang berpatroli di sekeliling Madinah, yang bertugas menjaga keamanan dari serangan mendadak dari musuh atau melindunginya dari pelanggaran orang yang membawa keburukan, memergoki perjalanan Tsumamah.

Pasukan ini menawannya, sementara mereka tidak mengenal siapa dia, pasukan ini membawanya ke Madinah, mengikatnya di salah satu tiang masjid, menunggu Rasulullah yang akan melihat perkara tawanan ini dan menetapkan perintahnya padanya. Manakala Nabi pergi ke masjid, dan hampir masuk ke dalamnya, beliau melihat Tsumamah terikat di sebuah tiang, maka beliau bersabda, “Apakah kalian tahu siapa dia?” Mereka menjawab, “Tidak, ya Rasulullah.”. Beliau berkata, “Ini Tsumamah bin Utsal al-Hanafi, tawanlah dia dengan baik.”Kemudian Rasulullah pulang ke keluarga beliau seraya bersabda, “Kumpulkanlah makanan lezat yang kalian miliki dan hidangkalah kepada Tsumamah bin Utsal.”

Kemudian Nabi Saw memerintahkan agar onta beliau diperah di pagi dan sore hari lalu susunya disuguhkan kepada Tsumamah. Semua itu dilakukan kepada Tsumamah sebelum Rasulullah Saw bertemu dengannya dan sebelumnya beliau berbicara kepadanya. Selanjutnya Nabi menemui Tsumamah, beliau ingin menyerunya kepada Islam secara perlahan, beliau bertanya kepadanya, “Apa yang kamu miliki wahai Tsumamah?”

Dia menjawab, “Aku mempunyai kebaikan wahai Muhammad, jika kamu membunuh maka kamu membunuh pemilik darah, namun jika kamu memberi maaf maka kamu memberi maaf  kepada orang yang berterima kasih. Jika kamu ingin harta, maka katakan saja niscaya kamu akan kami berikan apa yang kamu inginkan.” . Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membiarkannya dalam keadaan demikian selama dua hari. Makanan dan minuman lezat selalu disuguhkan kepadanya, susu onta tetap diperah untuknya. Kemudian Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuinya kembali, beliau bertanya, “Apa yang kamu miliki wahai Tsumamah?”

Tsumamah menjawab, “Aku hanya mempunyai apa yang aku katakan sebelumnya. Jika kamu memberi maaf maka kamu memberi maaf kepada orang yang berterima kasih, jika kamu membunuh maka kamu membunuh pemilik darah. Jika kamu menginginkan harta, maka mintalah niscaya akan kami beri seberapapun yang kamu mau.”. Selama tiga Tsumamah mendapat pertanyaan yang sama dari Rasulullah dan dibalas dengan jawaban yang sama pula.

Akhirnya Rasulullah melihat para shahabatnya dan bersabda, “Lepaskan Tsumamah.” Maka mereka membuka ikatannya dan melepaskannya. Tsumamah meninggalkan masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berlalu sampai tiba di sebuah kebun kurma di pinggir Madinah dekat al-Baqi’ yang ada mata airnya. Tsumamah menghentikan kendaraannya di sana. Dia bersuci dengan menggunakan airnya secara baik, kemudian membalikkan langkahnya menuju masjid.

BACA JUGA  Cara Zikir Setelah Shalat

Begitu dia tiba di masjid, dia berdiri di hadapan sekumpulan orang dari kaum muslimin dan berkata, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhaq di sembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.”. Mulai saat itu Tsumamah  memeluk Islam dengan ikhlas tanpa paksaan.

Selanjutnya Tsumamah menemui Nabi Saw dan berkata, “Wahai Muhammad, demi Allah di muka bumi ini tidak ada wajah yang paling aku benci melebihi wajahmu, namun sekarang wajahmu menjadi wajah yang paling aku cintai. Demi Allah, tidak ada agama yang paling aku benci melebihi agamamu, namun saat ini agamu menjadi agama yang paling aku cintai. Demi Allah tidak ada negeri yang paling aku benci melebihi negerimu, namun saat ini ia menjadi negeri yang paing aku cintai.”

Kemudian dia menambahkan, “Dulu aku pernah membunuh beberapa orang dari shahabat-shahabatmu, apa yang harus aku pikul karenanya?”. Nabi menjawab, “Tidak ada dosa atasmu wahai Tsumamah, karena Islam menghapus apa yang sebelumnya.”

Maka wajah Tsumamah berbinar, dia berkata, “Demi Allah, aku akan melakukan terhadap orang-orang musyrikin sesuatu yang jauh lebih berat daripada apa yang telah aku lakukan terhadap shahabat-shahabatmu. Aku meletakkan pedangku, jiwaku, dan orang-orangku demi membelamu dan membela agamamu.”

  1. Taklukkan Penduduk Mekah Dengan Kelembutan Hati dan Pengampunan.

Kita ketahui bagaimana sikap kebencian dan permusuhan sekaligus perlawanan penduduk Makkah ketika Rasulullah Saw berdakwah. Saking kerasnya perwalanan tersebut hingga akhirnya Allah memerintahkan agar Rasulullah beserta orang-orang beriman untuk berhijrah ke Madinah.  Setelah melalui perjuangan yang panjang pada akhir kota Makkah dapat dikusai lagi oleh Rasul dan kaum muslimin,peristiwa ini kemudian dikenal dengan istilah fathu Makkah. Orang-orang kafir Makkah sudah sangat ketakutan dan pucat pasi tidak lagi punya harapan hidup bahwa mengingat bagaimana perlakuan mereka dahulu dalam benak mereka akan melakukan balas dendam. Namun apa yang terjadi?. Dengan memegangi pinggiran pintu Ka’bah, beliau bersabda:

Wahai orang Quraisy, sesungguhnya Allah telah menghilangkan kesombongan jahiliyah dan pengagungan terhadap nenek moyang. Manusia dari Adam dan Adam dari tanah. Wahai orang Quraisy, apa yang kalian bayangankan tentang apa yang akan aku lakukan terhadap kalian?”

Merekapun menjawab, “Yang baik-baik, sebagai saudara yang mulia, anak dari saudara yang mulia.” Beliau kembali bersabda, “Aku sampaikan kepada kalian sebagaimana perkataan Yusuf kepada saudaranya: ‘Pada hari ini tidak ada cercaan atas kalian. Allah mengampuni kalian. Dia Maha penyayang.’ Pergilah kalian! Sesungguhnya kalian telah bebas!”

Sejak saat itulah, Makkah menjadi negeri Islam, sehingga tidak ada lagi hijrah dari Makkah menuju Madinah. Inilah kemenangan yang sangat nyata bagi kaum muslimin. Telah sempurna pertolongan Allah. Sejak saat itu banyak suku-suku Arab berbondong-bondong masuk Islam.

  1. Hidayah Datang Lewat Kelembutan Tangan.

Inilah salah satu kisah yang sering kita dengar dan baca yang menggambarkan bagaimana Rasul dan menahan emosinya meski dicaki dan dihina.  Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi ia lalui dengan selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”.

Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Kebiasaan ini kemudian dilanjutkan oleh Khalifah Abubakar r.a setelah mendapat penjelasan dari putrinya sekaligus janda Rasulullah, Aisyah r.ha. Keesokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “siapakah kamu ?”. Abubakar r.a menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah Saw. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Tentunya masih banyak kisah-kisah yang dapat menggambarkan kecerdasan emosi nabi yang bisa kita teladani untuk proses dakwah masa kini. Sekiranya Rasulullah Saw melakukan dakwahnya dengan dengan kekerasan dan pedang maka hasilnya akan berbeda. Rasulullah juga melakukan perang,namun bukan karena itu orang-orang kafir menjadi beriman. Perang hanyalah bagian dari proses mempertahan diri. Wallahu’alam. [Berbagai sumber ]

Red : Iman

Editor: Candra

Ilustrasi : “Al-Masjid AL-Nabawi Door800x600x300” by بلال الدويك – https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Al-Masjid_AL-Nabawi_Door.jpg. Licensed under CC BY-SA 3.0 via Wikimedia Commons.

 

kalender

(Visited 45 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment