Inilah Amalan Hadapi Orang yang Dijemput Sakaratul Maut

kematian

Berbicara tentang kematian memang bukan hal yang menyenangkan. Sedih dan takut merupakan dua perasaan yang biasa hinggap. Ditambah, kematian tetap merupakan misteri bagi mereka yang masih hidup. Dan misteri itu tidak akan pernah terbongkar kecuali kita telah mengalami kematian itu sendiri.  Suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, kita perlu membicarakan kematian. Alasannya, kematian sudah pasti akan menjumpai kita. Bisa tahun depan, bulan depan, minggu depan, hari esok, atau –tidak mustahil pula— saat membaca tulisan ini. Allah swt. berfirman,

“…Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya.” (Q.S. An-Nahl 16: 61)

iklan donasi pustaka2

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh …” (Q.S. An-Nisa 4: 78)

Sekarang, mari kita coba menerawang dan mengingat sejenak, berapa banyakkah anggota keluarga kita yang sudah meninggal dunia? Berapa banyakkah saudara atau teman yang telah mendahului kita? Berapa banyak pula orang yang pernah kita kenal dan sekarang telah dipanggil oleh Sang Maha Pencipta? Disadari atau tidak, mereka semua adalah peringatan dan pelajaran bagi kita bahwa kelak kita pun akan seperti mereka. Namun sayangnya, tak jarang peringatan dan pelajaran itu hanya berlalu saja di penglihatan, pendengaran, dan hati kita. Kita anggap kematian yang terjadi di sekitar kita hanya sebagai kejadian alamiah saja.

Salah satu alasan mengapa kita kurang bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kematian adalah karena kita kurang atau tidak pernah terjun secara langsung dalam prosesi pengurusan orang yang meninggal. Mari kita coba tanya diri kita, sudah pernahkah kita memegang jenazah? Sudah pernahkah kita ikut serta memandikan atau mengkafani jenazah? Sudah pernahkah mengusung jenazah? Sudah pernahkah kita menunggui orang yang dalam keadaan sakaratul maut? Sudah pernahkah kita ikut menguburkan jenazah? Kalau kita sudah pernah atau sering melakukan hal itu, maka tentu sedikit banyak kita akan bisa mengambil hikmah dan memaknai apa dan bagaimana kematian itu.

Di sekitar lingkungan masyarakat kita, kalau ada seseorang yang meninggal, seringkali pihak keluarga bingung, apa yang mesti dilakukan? Dan sudah menjadi suatu hal yang umum pula bahwa di suatu desa atau wilayah tertentu hanya ada beberapa orang atau segelintir orang saja yang bisa mengurus jenazah.

Akibatnya, tak jarang jenazah pun terlantar dan tidak segera diurus. Memang benar bahwa mengurus jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah, tetapi bukankah Islam juga memerintahkan untuk menyegerakan pengurusan jenazah? Artinya, sebaiknya dan sepatutnya setiap muslim yang sudah dewasa tahu dan bisa untuk mengurus jenazah.

Amalan menghadapi orang jelang dan saat kematiannya :

Berikut ini adalah beberapa petunjuk praktis yang bisa dilakukan ketika kita berhadapan dengan orang yang sedang menghadapi kematian dan setelah kematian :

[AdSense-A]

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 49 times, 3 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment