Bila Bulan Terbelah, Berikut Penjelasannya

Oleh: Ir.H.Bambang Pranggono MBA *    

                                                           

Ketika kiamat tiba maka semua benda yang berada di alam raya ini akan hancur berantakan. Beberapa ulama berpendapat keadaan bumi akan rata tanpa kehidupan bahkan bulan yang saban malam menerangi bumi pun akan terbelah. Hal ini telah ditegaskan Allah Swt dalam Al-Qur’an:

iklan donasi pustaka2

“Telah dekat hari kiamat dan terbelahlah bulan  “ (Q.S. Al Qamar 4: l)

Sebelum kiamat fenomena terbelahnya bulan menurut sejarah juga pernah terjadi yakni di zaman Rasulullah Saw. Mayoritas ahli tafsir berpendapat bahwa bulan memang terbelah di zaman Nabi Muhammad saw., 5 tahun sebelum Hijrah, jadi sekitar tahun 607 Masehi. Hadis-hadis sahih dengan mendetail mengisahkan tentang orang kafir Mekah yang menantang Nabi Saw. untuk menunjukkan mukjizatnya. Nabi saw. menunjuk ke arah bulan lantas bulan pun terbelah dua. Sepotong jatuh di Jabal Abi Qubaisy, sepotong lagi jatuh di Mina, lantas bertaut kembali.

Konon penduduk Mekah dan beberapa musafir di luar kota juga melihat peristiwa ini. Dr. Zaglul an-Najari dalam buku Al-I’jazul limy mengatakan bahwa di sebuah Konferensi di Cardiff University, Inggris, ada pengakuan ilmuwan Amerika tentang tanda bekas terbelah di permukaan bulan. Sayang, tanpa data ilmiah. Tidak adanya catatan di negara lain tentang peristiwa astronomis besar itu di tahun 600-an itu agak mencurigakan. Apalagi bulan adalah benda yang sangat besar. Diameternya 3476 km. Kalau sepotong jatuh di Mina, pasti sudah menghancurkan seluruh Jazirah Arabia. Dan terbelahnya bulan akan menimbulkan goncangan gravitasi dan bencana global. Maka perlu tafsiran lain, yaitu bahwa bulan baru akan terbelah menjelang hari kiamat. Ini sesuai dengan ramalan dalam Encyclopedia of the Future.

Dalam 3 miliar tahun lagi, bulan semakin mendekat ke bumi, menimbulkan gempa, letusan gunung berapi, dan lautan meluap menelan benua. Ketika jaraknya tinggal 8000 km, bulan terbelah hancur dan serbuknya membentuk cincin melingkari bumi. Kemungkinan lain adalah bahwa mukjizat itu hanya dilihat oleh penduduk Mekah dengan radius beberapa km saja. Dan peristiwa persaksian seperti itu sangat bisa terjadi. Michel Talbot menjelaskan dalam buku Mysticism and the New Physic bahwa fenomena seperti itu oleh Carl G. Jung seorang psikiater asal Swiss disebut mass hallucination (fenomena halusinasi massal).

Bukan sihir, tetapi suatu realita lokal, yang ditangkap oleh indra sekelompok besar manusia setempat. Memang dalam teori fisika baru, realita dan persepsi semakin sulit dipisahkan. Selain itu, ada juga yang tidak mau memikir kapan terjadinya peristiwa ajaib itu, yang penting membaca Surat Al Qamar berpahala. Misalnya, dalam tafsir Ad-Durr al-Mantsur ada hadis dari Aisyah r.a. yang menyatakan bahwa barangsiapa membaca Surat Al Qamar akan terlindung dari setan dan syirik, dan wajahnya akan becahaya di hari kiamat bagaikan bulan purnama. Wallahu a’ lam .[  ]

 

*Penulis adalah pendidik, pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

 

Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email: [email protected].  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

 

kalender

 

(Visited 31 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment