Waspadai Ini Sebagai Pemicu Perselisihan Dalam Rumah Tangga

         

Mempunyai keluarga yang sakinah,mawadah dan penuh rahmah sepanjang waktu tentunya mejadi dambaan semua orang. Kebahagian akan semakin lengkap jika ditambah dengan kehadiran buah hati yang saleh dan salehah sebagai pelanjut keluarga. Namun demikian untuk mewujudkan keluarga yang demikian juga bukan perkara mudah dan sederhana dari pasangan suami istri (pasutri). Ibarat sebuah kapal yang tengah mengarungi samudra tentu ombak dan mungkin badai akan disepanjang perjalanan. Bahkan tak sedikit kapal yang kurang kuat atau labil akan berakhir dengan kandas dan karam sebelum sampai tujuan.

Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai pasutri dalam mengarungi bahtera rumah tangga agar tak karam diperjalanan. Rintangan atau ujian selama menempuh perjalanan yang bisa membuyarkan harapan indah dab penuh bahagia itu antara lain:

iklan donasi pustaka2
  1. Cemburu yang Berlebihan.

Ada yang beranggapan cemburu itu seperti api, akan membakar dan merusak bahkan menghabiskan apa saja yang ada disekitarnya. Namun demikian jika mampu mengelola dan mengendalikan maka api pun meski panas dan berbahaya ternyata bisa dimanfaatkan. Seperti api akan bermanfaat jika proporsional . Cemburu adalah perasaan yang wajar sebagai tanda rahmat dari Allah, pasutri yang tidak mempunyai rasa cemburu malah dipertanyakan kesetiaan dan rasa cintanya kepada pasangannya, kasarnya seperti binatang. Namun demikia dalam mengungkapkan cemburu juga harus ada alasannya bukan cemburu buta. Hal ini sudah diingatkan oleh Rasulullah Saw:

Sesungguhnya di antara cemburu ada cemburu yang dibenci Allah, yaitu cemburunya seorang laki-laki kepada istrinya tanpa alasan.” (HR. Bukhari,Muslim,Abu Daud dan Tirmidzi)

  1. Tidak Menjaga Rahasia.

“… Mereka adalah pakaianmu dan kamu pakaian mereka…..”(QS.Al Baraqah : 187)

Dalam ayat tersebut sangat Allah mengumpamakan pasutri itu ibarat pakaian. Sebagaimana kita ketahui salah satu fungsi pakaian adalah untuk menutupi aurat atau sesuatu yang jika terlihat akan membuat kita malu. Selain itu pakaian juga bisa untuk membuat kita menjadi percaya diri dalam bergaul. Dengan memahami ibarat ini maka sudah selayaknya jika pasutri harus saling menjaga rahasia bersama termasuk rumah tangganya dari keburukan gunjingan. Pada hakekatnya keburukan suami adalah keburukan istri juga maka hendaknya rahasia keluarga tidak menjadi bahan gunjingan orang lain karena pasutri sendiri yang membukanya.

  1. Perbedaan Pendapat.

Terhimpunya dua insan dalam rumah tangga bukan berarti meleburnya perbedaan secera kodrati yang telah dimiliki masing-masing termasuk dalam berpikir dan berpendapat. Perbedaan pendapat pasutri adalah hal yang wajar karena secara fisik juga berbeda dengan dua kepala. Namun janganlah perdedaan pendapat yang tidak urgent memperuncing masalah hingga saling marah hingga diam berhari-hari tanpa tegur sapa. Rasulullah telah melarang kita untuk marah secara berlebihan:

Dari Anas bin Malik,sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda,”Janganlah kamu saling marah, jangan saling dengki, dan jangan pula saling acuh satu sama lain. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara . Tidak halal bagi seorang muslim menjauhi saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari” (HR.Muslim)

  1. Hadirnya Pihak Ketiga (WIL/PIL).

Tidak sedikit rumah tangga yang kandas bahkan hancur berantakan karena hadirnya orang ketiga sebagai virus cinta terlarang tersebut. Jika itu terjadi maka coba lakukan:

  • Keterbukaan: pasutri mencari tahu apa penyebabnya,membuka diri apa kekurangan masing-masing.
  • Introspeksi: adalah sangat bijaksana jika pasutri tidak saling menyalahkan dan menganggap dirinya paling benar.
  • Musyawarah: musyawarah adalah salah satu cara bijak untuk mencari jalan keluar terbaik. Lakukan musyawarah dengan kepala dingin dan tidak emosional,jika dianggap perlu boleh melibatkan kedua orangtua pasutri.
  • Saling memaafkan: jangan malu atau gengsi mengakui jika terbukti bersalah,tunjukan sikap ksatria. Demikian juga jangan gengsi atau menganggap paling benar sehingga tidak mau memberi maaf. Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah secara adil dan sesuai syariat adalah saling memaafkan.

Namun demikian sebagai muslim maka yang tidak boleh dilupakan adalah senantiasa memohon petunjuk dan campur tangan Allah dalam menyelesaikan setiap masalah dengan cara berdoa.

 

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas “ QS.Al A’raaf: 55)

 

Disarikan dari buku “Membingkai Surga Dalam Rumah Tangga” karya Dr. Aam Amiruddin

 

 

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

 

kalender

(Visited 29 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment