Alami Gangguan Tidur ? Berikut Sebab dan Solusinya

Oleh: dr. Eddy Fadlyana*

Tidur adalah salah satu waktu terbaik tubuh untuk istirahat guna memulihkan kembali dari kelelahan dan terapi untuk kesembuhan. Setelah bangun dari tidur yang berkualitas maka tubuh akan terasa bugar atau fit kembali. Selain itu, tidur merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang memiliki fungsi perbaikan homeostatik (mengembalikan keseimbangan fungsi-fungsi normal tubuh) serta penting pula dalam pengaturan suhu dan cadangan energi normal.

Namun bagi sebagian orang tidur bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk sekedar tidur nyenyak meski hanya sejenak dibutuhkan ragam cara dari yang alami hingga dengan obat-obatan (pil tidur). Hal ini sebabkan oleh adanya gangguan tidur dalam berbagai sebab,ringan atau berat. Secara umum gangguan tidur dapat dialami oleh siapa saja,dari anak-anak hingga orang dewasa. Gangguan tidur anak dapat menjadi faktor eksternal yang mengancam rasa aman anak, pengalaman yang sangat menyakitkan dan sebagainya. Sementara gangguan tidur yang paling sering dikeluhkan orangtua, yaitu gangguan tidur teror dan gangguan tidur jalan.

Gangguan tidur teror

Diperkirakan sekitar 3% dari semua anak pernah mengalami gangguan tidur teror. Gejala ini lebih banyak pada anak laki-laki dan paling sering terjadi antara umur lima hingga tujuh tahun. Gangguan tidur teror atau pavor nokturnus adalah episode berulang bangun secara tiba-tiba pada malam hari setelah tidur diawali dengan jeritan panik, biasanya disertai dengan jeritan minta tolong, nafas tersendat, bicara tidak jelas, dan merintih. Biasanya anak kemudian duduk di tempat tidur dengan mata membelalak ketakutan seakan melihat sesuatu yang sangat menyeramkan. Ia seakan tidak sadar akan kehadiran orangtua yang memeluk dan berusaha menenangkannya. Terkadang ia turun dari tempat tidur dan berjalan kebingungan kian kemari. Terdapat peningkatan aktivitas syaraf autonom, misalnya denyut jantung menjadi cepat, pelebaran pupil, nafas cepat, berkeringat, dan piloereksi (bulu kuduk berdiri). Dalam beberapa menit peningkatan aktivitas susunan syaraf autonom menurun, anak kemudian menjadi tenang dan dapat dibantu untuk tidur kembali. Seorang anak daapt mengalami pavor nocturnus beberapa kali dalam semalam, tetapi pada pagi hari ia sama sekali tidak dapat mengingat apa yang terjadi pada malam harinya.

promo oktober

Gangguan tidur jalan

Gangguan tidur jalan atau somnambulisme adalah episode berulang bangkit dari tempat tidur dan berjalan sewaktu tidur. Biasanya anak mendadak bangkit dan duduk di tempat tidur, matanya terbuka namun seolah-olah tak melihat, kemudian turun dari tempat tidur dan berjalan. Meskipun gerakannya canggung, namun ia jarang jatuh atau menabrak benda yang ada di sekitarnya. Kejadian ini dapat berlangsung singkat dalam waktu kurang dari satu menit saja, misalnya ia hanya duduk sebentar di tempat tidur, tapi dapat pula berlangsung lebih dari setengah jam. Kadang ia membuka laci seolah mencari sesuatu, atau bahkan membuka kunci pintu dan berjalan ke luar rumah. Episode ini biasanya berakhir dengan si anak kembali ke tempat tidur dan pada pagi hari tidak dapat mengingat tentang kejadian semalam. Gangguan tidur jalan dapat terjadi beberapa kali dalam seminggu. Dieprkirakan antara 1-1.5% dari semua anak pernah mengalami tidur jalan. Anak laki-laki lebih sering mengalami hal ini, dan seringkali disertai dengan tidur teror dan mengompol. Somnabulisme harus dibedakan dengan epilepsi. Dengan rekaman EEG terlihat bahwa pada gangguan tidur tidak didapatkan adanya kelainan.

Solusinya

Sebelum melakukan penanggulangan, sebaiknya dilakukan peninjauan yang cermat dari beberapa faktor, misalnya kekuatan ego anak tersebut, kemajuan perkembangannya, kemampuan anak untuk menyelesaikan tugas perkembangan yang telah lampau maupun yang sekarang, beratnya pengalaman traumatik, dan stres lingkungan yang sedangn dihdapinya. Setelah mendapatkan kesimpulan dari semua hal tersebut, barulah kita dapat mengerti apakah gejala tidur teror ini ada kaitannya dengan konflik yang sedang dialami atau apakah anak tersebut akan bisa mengatasinya sendiri. Bila stres yang dialami terlalu berat, sebaiknya dirujuk pada psikiater anak untuk terapi selanjutnya.

Gangguan tidur jalan biasanya hilang sendiri setelah beberapa tahun, namun ada juga yang menetap sampai dewasa. Untuk melindung anak dari kecelakaan bila ia tidur jalan, sebaiknya benda yang dapat membahayakan disingkirkan dan pintu serta jendela rumah harus diberi kunci yang lebih kokoh. Berbagai gangguan tidur dapat dicetuskan oleh beberapa keadaan/problem yang dihadapi anak, oleh karena itu harus ada upaya pendekatan secara psikologis sejak dini untuk menyelesaikan atau mengatasai masalah yang dihadapi anak.

Namun sebagai seorang muslim yang mengabdikan dirinya dengan segala aktivitas sebagai ibadah kepada-Nya termasuk tidur maka jika mengalami susah tidur hendaknya berdoa kepada Allah. Mohon perlindungan dari segala kegelisahan hati dan pikiran serta dijauhkan dari gangguan syaitan. Seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah hendaknya sebelum tidur membaca doa-doa dan berdzikir.  Selain itu Rasul juga menganjurkan agar tidur seawal mungkin, jangan larut malam (begadang). Semoga bermanfaat. [ ]

*Penulis adalah dokter dan konsultan tumbuh kembang.

Editor: Iman

Ilustrasi foto :  “Flickr – Shinrya – Strange Man Sleeping” by Pete Stewart from Perth, Australia – Strange Man Sleeping. Licensed under CC BY-SA 2.0 via Wikimedia Commons.

Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email: [email protected].  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

Promo-Kalender

 

 

(Visited 12 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment