Apa Arti Zuhud? Bagaimana Bentuknya di Kehidupan Nyata?

shalat, munajat

Pak Ustadz Aam yang dirahmati Allah Swt,  apakah sebenarnya arti zuhud dan bagaimana bentuknya dalam kehidupan nyata?

 


Secara harfiah, zuhud berarti tidak berminat kepada sesuatu yang bersifat keduniawian, alias meninggalkan gemerlap kehidupan yang bersifat material.

iklan donasi pustaka2

Zuhud termasuk salah satu ajaran agama yang sangat penting dalam rangka mengendalikan diri dari pengaruh negatif kehidupan dunia. Orang zuhud lebih mengutamakan atau mengejar kebahagiaan hidup di akhirat yang abadi daripada mengejar kehidupan dunia yang fana. Hal ini dapat dipahami dari isyarat ayat berikut,

…Katakan, ‘Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang bertakwa dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun.’” ( Q.S. An-Nisā’ [4]: 77)

Kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau, sedangkan negeri akhirat itu sungguh lebih baik bagi orang-orang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” ( Q.S. Al-An‘ām [6]: 32)

…Padahal, kenikmatan dunia ini hanya sedikit jika dibandingkan dengan kenikmatan akhirat.” ( Q.S. At-Taubah [9]: 38)

Ayat-ayat di atas memberi petunjuk bahwa kehidupan dunia yang sekejap ini sungguh tidak sebanding bila dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Kehidupan akhirat lebih baik dari kehidupan dunia. Lebih lanjut Allah berfirman, “Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” ( Q.S. Al-A‘lā [87]: 17)

Orang zuhud bukan berarti meninggalkan dunia secara total, mereka menjadikan dunia hanya sebatas genggaman tangannya dan tidak sampai memperbudak hatinya. Inilah hakikat zuhud. Perhatikan ayat berikut, “Carilah pahala akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupa kan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” ( Q.S. Al-Qaśaś [28]: 77)

Dalam ayat ini, Allah Swt. memerintahkan agar kita menggunakan segala kenikmatan yang diberikan-Nya untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di akhirat. Namun Allah Swt. menegaskan bahwa kehidupan dunia juga tidak boleh kita lupakan. Merujuk pada ayat ini, kita bisa menyimpulkan bahwa orang zuhud sangat mengutamakan kehidupan akhirat, namun mereka tidak meninggalkan kehidupan dunia, sehingga terjadi keseimbangan antara kebahagiaan dunia dan akhirat. Wallahu A’lam.
* Sampaikan pertanyaan Anda melalui alamat email [email protected] atau melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

[AdSense-A]

(Visited 1 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment