Bagaimana Merawat Janin dalam Kandungan ? Berikut Tipsnya

 

 

Oleh:  dr. H. Hanny Rono Sulistyo, Sp.OG(K), M.M*

 

Pengaruh makanan pada proses tumbuh kembang sudah dimulai sejak bayi berada dalam kandungan. Oleh karena itu, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan yang cukup mengandung gizi. Kualitas fisik anak lebih ditentukan oleh kualitas fisik ibunya. Wanita yang selalu cukup gizi sejak kecil, kemungkinan akan melahirkan bayi yang sehat dibandingkan dengan wanita yang kurang gizi. Gizi juga memegang peranan penting dalam proses produksi ASI. Sayangnya, banyak ibu hamil takut untuk makan karena khawatir bayi yang dikandungnya menjadi terlalu besar sehingga dapat mempersulit persalinan. Ini adalah suatu hal yang tidak benar, karena pola makanan yang sehat, gizi yang sesuai dan seimbang dengan kebutuhan kehamilan dengan jenis makanan yang bervariasi, akan menjamin ibu untuk melahirkan bayi yang sehat. Kecuali, bila ibu mengidap penyakit seperti kencing manis (Diabetes Mellitus), maka bayi akan menjadi terlalu besar (lebih dari 4 kg). Sebaliknya, bila ibu kurang makan, kemungkinan ibu akan melahirkan bayi dengan berat badan kurang dari 2.500 gram, atau yang biasa disebut dengan istilah BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). Hal ini juga dapat terjadi jika ibu kurang gizi sebelum masa kehamilan dan tidak berusaha untuk memperbaikinya selama hamil. Bayi BBLR mempunyai angka kesakitan dan kematian yang jauh lebih tinggi dibandingkan bayi normal (2500 – 3999 gram). Ibu hamil dengan berat badan waktu menjelang persalinan kurang dari 50 kg berisiko melahirkan bayi BBLR.

Dengan adanya bayi di dalam rahim, kebutuhan akan gizi pun meningkat. Ini bukan berarti ibu harus melipatgandakan makanannya, akan tetapi harus mengonsumsi makanan yang berkualitas. Energi yang dibutuhkan ibu hamil, selain untuk keperluan tubuhnya sendiri, juga untuk pembentukan dan pertumbuhan plasenta, pertambahan jumlah cairan darah, pembesaran payudara, pertumbuhan bayi, dan peningkatan proses metabolisme tubuh. Kebutuhan energi wanita dewasa tidak hamil sekitar 2000 – 2250 kcal per hari, sedangkan dalam masa kehamilan dibutuhkan sekitar 250 – 285 kcal tambahan per hari. Pertambahan berat badan ibu hamil adalah antara 11,5 kg sampai 20 kg. Pertambahan berat badan tersebut dipergunakan untuk:

  • Janin 3,0 kg
  • Plasenta 0,5 kg
  • Air ketuban 1,0 kg
  • Rahim 1,0 kg
  • Penimbun lemak(payudara, pantat, dll)              1,5 kg
  • Penimbun zat putih telur 2,0 kg
  • Retensi air 1,5 kg

Total                                        10,5 kg

 

Pertambahan berat badan ibu hamil adalah sekitar 1 kg pada trimester pertama, saat seringkali berat badan ibu turun kurang dari berat badan normal karena mual dan muntah. Pada trimester kedua, saat mual dan muntah sudah berkurang, pertambahan berat badan sekitar 5 kg, dan 5,5 kg lagi pada trimester terakhir. Pertambahan berat badan ini sangat bervariasi, tapi bukan berarti tidak ada patokan. Kenaikan berat badan yang normal tidak boleh lebih dari 1 kg per minggu dan tidak boleh lebih dari 3 kg per bulan. Pertumbuhan berat badan yang melampaui batas dicurigai karena adanya penimbunan cairan yang berlebih, yang seringkali merupakan tanda pertama dari suatu penyakit keracunan kehamilan atau hipertensi dalam kehamilan (HDK).

donasi perpustakaan masjid

Makanan yang dikonsumsi harus bergizi dan seimbang (4 sehat 5 sempurna) dan harus bervariasi untuk menghindarkan kebosanan. Jenis makanan segar seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, telur, susu, dan yoghurt, tentunya lebih sehat daripada yang diawetkan. Zat kimia tambahan yang dipakai sebagai pengawet, pewarna, atau aroma sering berbahaya bagi kesehatan dan pertumbuhan janin.

Kebutuhan protein pada wanita hamil adalah sekitar 12 gram lebih tinggi dibandingkan saat tidak terjadi kehamilan (1 gram per kg berat badan). Kebutuhan akan vitamin juga meningkat. Berikut berbagai vitamin yang dibutuhkan tubuh beserta kegunaannya.

  • Vitamin A untuk pertumbuhan
  • Vitamin B1, B2, dan Niasin untuk energi
  • Vitamin B6 untuk pengaturan penggunaan protein
  • Vitamin B12 dan asam folat untuk sel darah
  • Vitamin C untuk penyerapan besi dan kerentanan kapiler pembuluh darah
  • Vitamin D untuk penyerapan kalsium.

Kebutuhan mineral juga meningkat, misalnya kalsium untuk tulang dan gigi. Ibu yang kekurangan kalsium bisa mengalami patah tulang karena rapuh. Zat besi dibutuhkan untuk perkembangan volume darah (sekitar 30%). Sel darah merah merupakan alat transportasi terpenting yang membawa makanan dan oksigen kepada bayi. Kebutuhan air minum juga bertambah. Pemberian makanan tambahan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan janin. Janin mengambil zat-zat yang dibutuhkan tanpa meminta. Kalau ia memerlukan kalsium, ia mengambilnya dari darah, kalau di dalam darah tidak ada, ia mengambil dari tulang atau gigi. Pemberian kalsium atau makanan tambahan dimaksudkan agar ada persediaan dalam darah dan tidak mengambil dari tulang atau gigi yang dapat menyebabkan kerusakan menetap pada ibu.

Pola makan sebaiknya 3 kali sehari dengan 2 kali makan makanan ringan atau makanan selingan. Pagi hari, pada kehamilan muda mungkin terasa mual, karena perut yang kosong berisi banyak asam dan kekurangan kalori (gula). Untuk mencegahnya, sebaiknya sebelum turun dari tempat tidur, ibu hamil makan satu atau dua potong kue kering (yang menyerap) seperti kue marie yang dapat menyerap kelebihan asam lambung sekaligus memberi tambahan kalori.

Wanita hamil, terutama hamil muda, sering mengalami pusing, bahkan pingsan. Hal ini disebabkan antara lain oleh pengaliran darah ibu hamil yang terkonsentrasi ke rahim. Kekurangan gula atau energi sering mengakibatkan black out atau pingsan. Bila Anda merasa black out, usahakan berbaring sesegera mungkin dengan posisi kepala lebih rendah daripada kaki. “Black out” disebabkan oleh kurangnya asupan darah ke bagian kepala sehingga dengan posisi tersebut, darah akan kembali ke kepala. Selain itu, minumlah minuman manis yang hangat atau makan permen yang sangat asam.

Pada trimester terakhir, ibu sering mengeluh panas di perut, hal ini disebabkan makanan yang sudah tercampur asam lambung sering tertekan kembali ke kerongkongan. Untuk mencegahnya, sebaiknya makan dalam porsi kecil tetapi sering. Hindari makanan kecil berkalori tinggi (junk food) seperti permen, cokelat, soft drink, atau keripik kentang dan ubi. Juga hindari alkohol, rokok, dan kopi.

Masih berkaitan dengan makanan, tentunya yang tak boleh luput dari perhatian adalah bagaimana makanan tersebut didapat. Dalam hal ini Islam dengan tegas mengajarkan manusia untuk memperolehnya melalui ikhtiar yang diridoi Allah. Firman-Nya, “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Q.S. Al Baqarah 2: 168). Wallahu’alam [ ]

*Penulis adalah dokter spesialis kandungan, pegiat dakwah dan penulis buku.

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

Bagi Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email: [email protected].  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

 

Promo-Kalender

 

 

(Visited 35 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment