Pentingnya Orangtua Memahami Pola Tidur Balita

Oleh : dr. Eddy Fadlyana, Sp.AK*

Hampir setiap ibu yang memiliki bayi mengeluh kurang tidur disebabkan bayinya sering terbangun pada malam hari karena mengompol, lapar, atau mengajak bermain. Keadaan ini terbalik, di siang hari bayi lebih banyak tidur. Jika ibu akan menemani bayinya tidur, mereka merasa malu terhadap mertua/orang tua karena ada anggapan pamali bagi ibu yang memiliki bayi tidur di siang hari.

Tidur merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang memiliki fungsi perbaikan dan homeostatik (mengembalikan keseimbangan fungsi-fungsi normal tubuh), serta penting pula dalam pengaturan suhu dan cadangan energi normal. Tidur disertai pula berbagai perubahan fungsi tubuh normal, termasuk di dalamnya pernafasan, jantung, otot, suhu badan, hormonal, dan tekanan darah.

Perlu diketahui bahwa setiap bayi mempunyai pola tidur tersendiri, yang biasanya berbeda dengan bayi lain. Tidurnya bayi di rumah akan berbeda dengan bayi tetangga, bahkan antara bayi pertama, kedua, dan seterusnya. Malam hari, yang biasanya digunakan sebagai waktu istirahat bagi orang dewasa, tidak dilakukan para bayi. Justru mereka lebih banyak terbangun di malam hari. Siklus tidur bayi dengan orang dewasa memang berbeda, sebagian besar waktu yang dimiliki bayi dihabiskan untu tidur, namun seiring dengan bertambahnya usia, hal ini semakin berkurang.

Sebagai contoh, bayi yang baru lahir sampai 3 bulan, menghabiskan 8 jam waktunya di siang hari untuk tidur, sedangkan malam hari waktu tidurnya 8-9 jam. Hal ini bukan berarti bayi akan tertidur selama waktu tersebut, tetapi diselingi bangun untuk minum dan kebutuhan lainnya. Menginjak usia 6-12 bulan, rata-rata waktu tidurnya 5 jam pada siang hari dan 10-12 jam pada malam hari. Usia 2 tahun, rata-rata waktu tidurnya 4 jam pada siang hari dan 10-12 jam pada malam hari, seterusnya membentuk pola tertentu, di mana waktu tidur siang hari semakin berkurang.

kalender percikan iman 2018

Apa yang harus dilakukan apabila bayi terbangun

Umumnya bayi terbangun (menangis ataupun tidak) merupakan kejadian yang normal. Bayi merasakan lapar setiap sekitar 3 jam sekali, jadi minimal bayi akan terjaga sebanyak 8 kali dalam sehari semalam. Jumlah ini akan lebih sering manakala bayi lahir dalam keadan prematur, atau berat lahir lebih rendah yang biasanya. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) di samping memenuhi kebutuhan zat gizi, juga berdampak positif pada hubungan psikologis antara ibu dan bayinya. Bayi akan merasa aman dan hangat dalam dekapan ibu.

Terbangunnya bayi disertai tangisan, adakalanya dapat bersifat patologis sehingga bapak/ibu harus mampu mengenali keadaan bahaya pada bayi, seperti :

  1. Bayi yang lahir dengan berat rendah (kurang 2500 gram) mempunyai risiko yang lebih tinggi mengalami kedinginan (hipotermi), karenanya sediakan selalu termometer (lebih baik jenis digital). Suhu normal bayi antara 36,3-37,50C. Keadaan minus 36,50 C disebut hipotermi, sedangkan bila lebih dari 37,50C disebut hipertermi. Apabila bayi mengompol, selain mengalami kedinginan juga merasakan hal yang tidak nyaman.
  1. Mengalami infeksi. Hipertermi maupun hipotermi dapat menjadi gejala infeksi, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Infeksi saluran pernafasan merupakan infeksi yang sering terjadi, caranya lakukan pengamatan frekuensi pernapasan, yaitu terjadi jika nafasnya cepat (pada minggu pertama bila frekuensi napas kurang 60 kali/menit).
  1. Gangguan pencernaan. Bayi yang mengalami gangguan pencernaan dapat disertai perasaan mules atau perasaan nyeri (colic), kenali tanda gangguan pencernaan lainnya, misalnya perut tampak kembung, susah buang air besar, atau mencret dan muntah-muntah.
  1. Gangguan psikologis. Bayi yang mengalami perasaan takut kurang mendapatkan perhatian orang tua akan sering rewel untuk menarik perhatian orang tuanya.

Memberikan ASI sebelum tidur atau ketika menggendong/menimang-nimang, biasakan disertai dengan menepuk-nepuk. Walaupun dengan bertambahnya usia, kegiatan ini perlu dikurangi. Pada siang hari apabila bayi sedang tidur, tak ada salahnya ibu juga tidur. Hal ini diperlukan untuk mengembalikan kesegaran tubuh setelah kelelahan yang dialami akibat sering terbangun di malam hari. Pola tidur yang baik dapat diajarkan sejak usia dini dengan cara memenuhi kebutuhan bayi disertai penerapan disiplin secara bertahap. Semoga bermanfaat [ ]

*Penulis adalah dokter dan konsultan tumbuh kembang anak.

Editor: Iman

Ilustrasi foto: “Baby sleeping2“. Licensed under CC BY-SA 3.0 via Wikimedia Commons.

Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email: [email protected].  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami. Info lengkapnya di sini

 

Promo-Kalender

 

 

 

(Visited 21 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment