Mengelola Cemburu Menjadi Amal Saleh

hati, qalbu

Sikap cemburu adalah perasaan normal yang dimiliki setiap manusia khususnya bagi yang telah menikah.Justru sebalik jika seseorang istri atau suami yang sudah tidak memiliki rasa perlu dipertanyakan kesehatan jiwanya.Dalam kajiaan psikologis cemburu itu seperti dua sisi dari keping mata uang dimana ada kalanya menjadi bukti cinta pada pasangan, ada kalanya menjadi tanda dari ketidaknyamanan atau kecemasan dalam diri seseorang. Cemburu tidak selalu menjadi ekspresi cinta. Cemburu Cemburu dapat menjadi bukti cinta ketika kita dapat mengolah secara positif. Contohnya, seorang suami akan merasa tersanjung ketika istri menunjukkan tanda cemburu. Hal ini membuktikan sang istri benar-benar menyayangi dirinya. Cemburu dalam taraf normal masih diperkenankan seperti disampaikan Rasulullah dalam sebuah hadis:

Sesungguhnya Allah cemburu, orang beriman cemburu, dan cemburuNya Allah jika seorang Mu’min melakukan apa yang Allah haramkan atasnya” (HR. Imam Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim).

iklan donasi pustaka2

Akan tetapi, cemburu yang berlebihan atau cemburu buta justru dapat merusak hubungan dalam rumah tangga. Cemburu dapat berpotensi merusak hubungan suami istri ketika salah satunya terlalu mengekang pasangannya. Misalnya, seorang istri terus menerus menghubungi suaminya ketika jam kerja untuk memantau keberadaan dan perilaku ketika di kantor. Hal ini tentunya dapat mengganggu kinerja suami. Terlebih lagi, jika istri bersikap memaksa atau menuntut suami untuk mengikuti keinginannya. Dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin suami akhirnya merasa lelah dan menjauh dari istri. Sudah banyak sekali contoh kasus kriminal yang diakibatkan oleh cemburu buta, seperti: menganiaya, membakar atau membunuh istri/suami nya sendiri atau orang yang dianggap sebagai orang ketiga. Bahkan terkadang sang anakpun turut menjadi sasaran.

Untuk itu jangan jadikan rasa cemburu sebagai pintu masuk rayuan syaitan yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga. Sebaliknya saat perasaan cemburu datang jadikan ladang amal saleh dengan kegiatan-kegiatan positif seperti ini:

1.Kedepankan prasangka baik (husnudzon) kepada pasangan. Dengan kita berprasangka baik, maka baik pula kenyataannya. Bukankah Allah SWT melarang hamba-Nya berprasangka buruk?

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya kebanyakan dari prasangka itu adalah dosa.”(QS. Al-Hujurat :12)

Dalam sebuah hadis yang disampaikan Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi Saw. bersabda, “Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta, janganlah kalian saling mendiamkan, janganlah suka mencari-cari isu, saling mendengki, saling membelakangi, serta saling membenci, tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (H.R. Bukhari)

2.Senantiasa berzikir dan bertakwa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS.Ar-Ra’ad:28)

3.Bersabar lebih utama daripada amarah yang lebih dekat kepada sifat syaitan

Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,..” (QS. Al-Baqarah: 153)

Ayat diatas menerangkan bahwa sabar merupakan perintah dari Allah SWT. Sabar termasuk ibadah dari ibadah-ibadah yang Allah wajibkan kepada hamba-Nya. Dalam sabdanya Rasulullah juga mengabarkan pahala orang yang bisa menahan amarahnya dengan pahala surge:

“Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari surga dan menikahkannya dengan siapa yang ia kehendaki.” (HR Ahmad).

4. Menjauhi pergaulan yang buruk, teman yang buruk akan membuat hati menjadi rusak.

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap” (HR.Bukhari Muslim)

5. Berprasangka baik (positif thinking) dan cari sisi kebaikan pasangan

6. Bersikap qana’ah (menerima segala ketentuan Allah swt dengan lapang dada)

7. Menyibukkan diri dengan amal saleh (baca Quran,ikut pengajian mengunjungi atau menyantuni anak yatim)

Sahl Bin Sa’ad r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Aku akan bersama orang-orang yang mengurusi anak Yatim dalam surga.” Seperti inilah, beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah lalu beliau merenggangkan diantara keduanya. (HR. Bukhari)

8. Menjauhi perilaku menyakiti hati pasangan

9. Pupuk kembali rasa percaya dan bangun keterbukaan terhadap pasangan,

10. Saling memberikan pujian pada pasangan.
Memuji berarti menghargai dan bisa membuat pasangan bahagia karena apa yang dilakukan berkenan. Namun begitu dalam memuji tidak boleh dilakukan secara berlebihan,karena pujian yang berlebihan hanya akan membutakan hati.

Umar r.a. berkata di atas mimbar, “Aku mendengar Nabi Saw. bersabda, ‘Janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku (mengultuskan) sebagaimana orang Nasrani mengultuskan Isa bin Maryam. Sesungguhnya, aku hanyalah hamba-Nya, maka itu katakanlah, ‘abdullahu wa rasuluh (hamba Allah dan utusan-Nya).” (H.R. Bukhari) [Adm]

(Visited 34 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment