Ibadah Ini Mudah Namun Pahalanya Berlimpah. Mau ?

ibu dan anak

 Oleh: Ayat Priyatna Muhlis*

 Suatu hari, Rasulullah Saw. terlelap tidur sendirian di bawah pohon. Da’sur, seorang penunggang kuda yang sangat memusuhi Rasulullah Saw. datang menghampirinya. Terganggu oleh suara berisik, Rasulullah pun membuka kedua matanya dan melihat sebilah pedang mengkilap terayun-ayun tepat di atas kepalanya.

Da’sur berkata sambil membentak, “Siapakah yang akan melindungimu dari pedangku, wahai anak Abdullah?”

Dengan tenangnya dan penuh percaya diri, Rasulullah menjawab sambil tersenyum, “Allah.”

Mendengar jawaban Rasulullah yang begitu tenang, Da’sur pun tersentak dan tubuhnya gemetar hingga membuat pedang terlepas dari tangannya. Rasulullah Saw. bangkit dari duduknya, lalu memungut pedang itu seraya bertanya, “Siapa yang akan melindungimu sekarang,wahai Da’sur?”

“Tidak ada,” jawab ksatria musyrik itu.

“Ada,” kata Rasulullah Saw, “Allah juga yang akan melindungimu. Ambil kembali pedangmu, dan pergi dari sini!”

Da’sur pun beranjak pergi, namun tidak lama ia pun kembali dan menyatakan masuk Islam.

Begitulah akhlak Rasulullah Saw yang tidak mempunyai sikap dendam. Ia merupakan manusia paling istimewa yang senantiasa menghiasi wajahnya dengan senyuman. Banyak sahabat yang menjadi saksi betapa Rasul adalah pribadi yang murah senyum. Satu dari sahabat tersebut adalah Abdullah bin Harist yang menyatakan dalam sebuah hadits, Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah Saw.” (H.R. Tirmidzi). Bukan hanya kepada sahabat, Rasulullah Saw. pun kerap menebar senyum kepada kaum kafir, semisal Da’sur yang hendak membunuh beliau.

Pada dasarnya, senyum itu indah dan dapat memperindah wajah. Tentu saja, senyum yang dimaksud di sini adalah yang tulus lahir dari jiwa yang tenang. Senyum merupakan cerminan akhlakul karimah dan karenanya hal tersebebut merupakan ibadah. Rasulullah Saw. bersabda,

Tersenyum ketika bertemu dengan saudara kalian adalah ibadah. (H.R. Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi)

Subhanallah! Inilah jenis ibadah yang paling mudah. Dengan hanya sedikit menggerakkan bibir, kita sudah melakukan ibadah. Ya, sebuah keterangan menyatakan bahwa pahala senyum setara dengan sedekah. Karenanya, perbanyaklah senyum kalau memang belum memiliki uang lebih untuk disedekahkan.

Dr. Madan Kataria, seorang psikiater asal India (Mumbai) yang juga pendiri Laughter Club International mengatakan, “Mengawali hari dengan senyum dan tertawa selama 15 menit merupakan terapi fisik dan psikis untuk lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas dan menyegarkan pikiran sepanjang hari.” Ya, tersenyum memang dapat menstabilkan kondisi psikis. Ia bisa mengurangi kecemasan dan mengatasi stres dan hal tersebut dapat meningkatkan kesehatan mental. Dengan senyum, hormon anti stres (endorphin) akan dilepaskan dan akan mengalahkan hormon pemicu stres yang keluar ketika stres. Hal ini bisa mengurangi tekanan darah yang menyebabkan berbagai penyakit.

Dalam dunia kerja, senyum mampu meningkatkan produktifitas kerja para pegawai/karyawan. Banyak perusahaan-perusahaan sukses di dunia yang mengharuskan pegawainya tersenyum ramah ketika berinteraksi secara langsung dengan konsumen. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kepuasan konsumen atas layanan perusahaan tersebut. Syawab, seorang direktur pada salah satu perusahaan baja di Amerika Serikat mengatakan bahwa ia mampu menghasilkan miliaran dolar per tahun dengan senyuman. “Dengan senyumku, aku bisa mendapatkan milyaran dolar,” ujarnya. Mungkin Syawab terinspirasi oleh pepatah Cina yang mengatakan, “Orang yang tidak bisa tersenyum dengan baik, tidak layak untuk berdagang.”

Senyum terbukti membuat kita lebih menarik. Kecantikan dan ketampanan yang terpancar di wajah kita tidak akan tampak bersinar jika wajah kita muram. Sebaliknya, jika orang yang parasnya biasa-biasa saja tersenyum, maka ia akan tampak lebih menarik. Dengan menebar senyum, orang di sekitar kita akan merasa senang, nyaman, dan aman. Senyum juga membuat kita merasa lebih baik dan meningkatkan pikiran positif. Senyum tulus yang kita tebar kepada orang lain, akan mampu mengubah perasaan orang tersebut menjadi lebih baik karena efek positif senyum dapat menular pada orang-orang di sekitar kita.

Jadi, mulailah hari Anda dengan tersenyum maka sisa hari yang Anda jalani akan dipenuhi dengan energi positif dan penuh keberkahan.  Selamat mencoba! Wallaahu a’lam. [ ]

 

 *Penulis adalah pegiat dakwah dan penulis buku.

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

Bagi Sobat PercikanIman.id yang punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di PercikanIman.id? Kirimkan tulisan anda ke email [email protected] Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Gabunglah bersama kami.

(Visited 24 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment